RS M Djamil Ditunjuk sebagai Center Advanced Clinical Training di Sumbagteng
Jakarta - RS M. Djamil terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan melalui pengembangan program pendidikan dan pelatihan klinis berstandar nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan keikutsertaan Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, dalam peluncuran Advanced Clinical Training (ACT) yang menjadi bagian dari rangkaian pembukaan The 2nd National Forum of the Indonesian Health Council 2026, Jumat, 30 Oktober 2026, di Jakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Konsil Kesehatan Indonesia tersebut mengangkat tema “Strengthening Competence and Professionalism to Enhance Patient Safety and Quality of Care”. Forum nasional ini menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien dan mutu layanan kesehatan.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan kerja sama penyelenggaraan Advanced Clinical Training (ACT) antara Konsil Kesehatan Indonesia dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang ditetapkan sebagai penyelenggara pelatihan.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, turut menandatangani kerja sama penyelenggaraan ACT untuk sejumlah bidang keperawatan, yakni Keperawatan Perioperatif, Kardiovaskular, Hemodialisis, Orthopaedi dan Traumatologi, Kritis Dewasa, serta Gawat Darurat. Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya, MKM.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan kepercayaan yang diberikan kepada RS M. Djamil untuk menjadi salah satu pusat penyelenggaraan Advanced Clinical Training merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“Ini merupakan salah satu kebanggaan bagi kita. RS M. Djamil menjadi salah satu rumah sakit yang dipercaya sebagai center untuk melaksanakan beberapa kegiatan Advanced Clinical Training. Ini adalah sebuah kolaborasi antara kolegium dan rumah sakit yang nantinya bersama-sama menyelenggarakan ACT. Tentu kesempatan ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Menurutnya, penetapan RS M. Djamil sebagai pusat ACT di wilayah Sumatera Bagian Tengah merupakan peluang strategis untuk mengembangkan kapasitas institusi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. “Kepercayaan tersebut juga menjadi bukti bahwa RS M. Djamil memiliki potensi dan sumber daya yang dapat dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, tidak hanya bagi internal rumah sakit, tetapi juga bagi fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah sekitarnya,” ucapnya.
Dovy menegaskan dirinya memiliki harapan besar agar unit pendidikan dan pelatihan atau Diklat RS M. Djamil dapat terus berkembang menjadi pusat pendidikan dan pelatihan yang unggul. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kesiapan sumber daya manusia, penguatan tata kelola penyelenggaraan pelatihan, serta kolaborasi berkelanjutan dengan kolegium dan berbagai institusi terkait.
“Saya ingin Diklat RS M. Djamil menjadi Diklat yang unggul. Untuk wilayah Sumatera, RS M. Djamil diberikan kesempatan menjadi center ACT. Ini adalah peluang sekaligus tantangan bagi kita. Karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan yang kita selenggarakan,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar Diklat RS M. Djamil mampu mengambil peran lebih besar dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan kompetensi, seperti workshop, seminar, dan bentuk pelatihan klinis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan pelayanan kesehatan. “Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Tengah,” sebutnya.
Dovy menyampaikan sebagai rumah sakit pengampu dalam penyelenggaraan ACT, RS M. Djamil harus mampu menjalankan tanggung jawab tersebut secara optimal. Tidak hanya sebatas memenuhi aspek administratif dan pelaksanaan program, tetapi juga memastikan setiap kegiatan pelatihan memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan profesionalisme tenaga kesehatan.
Menurutnya, keberadaan ACT harus menjadi sarana untuk memperkuat kompetensi klinis tenaga kesehatan melalui proses pembelajaran yang terarah, terukur, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.
“Sebagai rumah sakit pengampu, kita harus mampu menjalankan tugas ini dengan baik. Kita ingin berbagai kesempatan workshop, seminar, dan pelatihan yang diselenggarakan Diklat RS M. Djamil benar-benar menjawab kebutuhan pengembangan layanan kesehatan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya di Sumatera Bagian Tengah,” tuturnya.
Lebih dari itu, keterlibatan RS M. Djamil dalam program Advanced Clinical Training juga sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional, terutama pada aspek penguatan sumber daya manusia kesehatan. Tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sesuai standar, keterampilan klinis yang mumpuni, serta profesionalisme tinggi merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Melalui kerja sama ini, RS M. Djamil diharapkan dapat memperluas jejaring pendidikan dan pelatihan klinis dengan kolegium maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.
Ke depan, RS M. Djamil berkomitmen untuk mengoptimalkan kepercayaan sebagai pusat penyelenggaraan ACT di Sumatera Bagian Tengah. “Dengan dukungan seluruh jajaran rumah sakit, khususnya bidang SDM, Pendidikan dan Penelitian, serta unit Diklat, kesempatan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan sekaligus institusi pendidikan dan pelatihan kesehatan yang unggul di wilayah Sumatera,” tukasnya. ***