Babak Baru RS 3 Berlian RSAB Harapan Kita Resmi Gandeng Konsultan DEDC dan CMC Siap Kawal Ketat Perencanaan
Jakarta - RSAB Harapan Kita, pada Senin, 2 November 2026, kembali mencetak tonggak sejarah baru dalam Proyek Pembangunan Gedung RSAB Harapan Kita dan Penataan Kawasan RS 3 Berlian. Bertempat di Ruang Rapat Lt. 5 Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, manajemen RSAB Harapan Kita secara resmi menandatangani kontrak dengan Detailed Engineering Design Consultant (DEDC) dan Construction Management Consultant (CMC).
Proyek strategis yang mendapat dukungan pembiayaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) ini secara resmi akan dikawal perencanaannya oleh PT Penta Rekayasa sebagai konsultan DEDC dan PT Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai konsultan CMC. Proses penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Direktur Layanan Operasional kita, dr. Kamal Amiruddin, MARS, disaksikan oleh Direktur Utama dr. Reni Wigati, Sp.A, Subsp. E.T.I.A (K) beserta jajaran pimpinan terkait.
Jakarta - Satu sorotan krusial dalam agenda kick-off ini datang dari arahan Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ghotama Airlangga, S.K.M., M.K.M. Arahan beliau menjadi pedoman tegas bagi kita di internal RSAB: seluruh warga rumah sakit, khususnya unit-unit pengguna (user), harus sepakat penuh dengan gambar perencanaan ruang yang disusun di awal. Beliau menekankan agar tidak ada lagi pergeseran desain secara sepihak di tengah jalan. Seluruh user harus meriviu, menyepakati, dan menandatangani dokumen perencanaan.
Ketidakdisiplinan dalam perencanaan tata ruang memiliki risiko yang sangat fatal. Beliau mengingatkan adanya lesson learned dari proyek fasilitas kesehatan di masa lalu, di mana perubahan desain di tengah jalan berakibat pada pembengkakan anggaran dan pemangkasan drastis spesifikasi gedung.
Sebagai pendorong optimisme, RS Jantung Harapan Kita dapat menjadi contoh best practice. Meskipun proses perencanaan memakan waktu hingga 7 bulan dengan perdebatan yang alot, kedisiplinan dan transparansi bedah data (Bill of Quantities) pada akhirnya membuahkan hasil yang terukur. Agar preseden buruk gagal bangun tidak menimpa RSAB, para direktur kita akan turun tangan langsung mengawal ketat jalannya perencanaan, bertindak sebagai 'wasit' untuk menyamakan persepsi kebutuhan ruang antar unit. ***