Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Kamis, 05 November 2026 17:39 WIB

Kenang Jasa Pahlawan Kesehatan RS M Djamil Ziarah ke Makam D Mohammad Djamil

Kenang Jasa Pahlawan Kesehatan RS M Djamil Ziarah ke Makam D Mohammad Djamil
Humas - RSUP dr. Djamil Padang 42 kali dilihat

Padang - RS M. Djamil tak melupakan sosok yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitasnya. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan pahlawan kesehatan Dr. Mohammad Djamil ARTS, DPH, Dt Rangkayo Tuo, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memimpin langsung ziarah dan tabur bunga ke makam almarhum di Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, Kamis, 5 November 2026.

Ziarah yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RS M. Djamil tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian seorang tokoh besar sekaligus merefleksikan tanggung jawab generasi penerus dalam menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.

Dengan penuh khidmat, jajaran direksi, manajemen, keluarga besar M. Djamil, perwakilan pemerintah daerah, UPT Kementerian Kesehatan RI, anggota DPRD Sumbar serta masyarakat setempat mengikuti doa bersama serta tabur bunga di pusara almarhum.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan ziarah tersebut harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan rumah sakit, terutama dalam momentum peringatan HUT ke-73. Bertambahnya usia rumah sakit hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian perjalanan waktu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kualitas pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga ini, saya mengajak seluruh keluarga besar RS M. Djamil untuk menjadikan momentum hari ulang tahun ke-73 sebagai kesempatan melakukan refleksi diri. Sudah sejauh mana kita menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat? Sudahkah setiap tugas yang kita laksanakan mencerminkan integritas, profesionalisme, kepedulian, dan tanggung jawab? Dan yang tidak kalah penting, sudahkah kehadiran rumah sakit kita benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan?” ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurut Dovy, pertanyaan tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran bahwa pengabdian bukan semata-mata tentang jabatan ataupun tanggung jawab pekerjaan. Pengabdian sejatinya berkaitan dengan nilai-nilai kebaikan yang diberikan kepada sesama dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Almarhum Dr. Mohammad Djamil, ARTS, DPH, DT. Rangkayo Tuo merupakan sosok yang patut kita hormati atas dedikasi dan pengabdiannya di bidang kesehatan serta kontribusinya bagi masyarakat. Nama beliau yang melekat pada rumah sakit kita bukan hanya sebuah penghormatan, melainkan juga amanah moral yang harus terus kita jaga,” tuturnya.

Dovy menyampaikan RS M. Djamil berkomitmen untuk terus memperjuangkan agar jasa dan pengabdian Dr. Mohammad Djamil mendapatkan pengakuan yang lebih luas, termasuk melalui pengusulan sebagai Pahlawan Nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya akan segera membentuk tim bersama pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait guna mempersiapkan berbagai langkah serta persyaratan yang diperlukan dalam proses pengusulan.

“Kami memandang bahwa jasa dan pengabdian Dr. Mohammad Djamil di bidang kesehatan serta kontribusinya bagi bangsa dan masyarakat, khususnya Sumatera Barat, patut mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, RS M. Djamil akan segera membentuk tim bersama pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menginisiasi serta mempersiapkan pengusulan beliau sebagai Pahlawan Nasional. Kami tentu sangat mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak agar cita-cita ini dapat terwujud,” ungkapnya.

Dovy menyebutkan, perjalanan 73 tahun RS M. Djamil bukanlah perjalanan singkat. Berbagai perubahan, tantangan, dan kemajuan telah dilalui dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Sebagai rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan, RS M. Djamil terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat sarana dan prasarana, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi kedokteran dan modernisasi pelayanan kesehatan, terdapat nilai mendasar yang tidak boleh ditinggalkan, yakni kemanusiaan dan keikhlasan dalam melayani.

“Keberhasilan yang sesungguhnya juga tercermin dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan, seberapa tulus kita melayani, dan seberapa kuat kepercayaan masyarakat kepada rumah sakit kita. Nilai-nilai inilah yang harus senantiasa kita hidupkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nama besar DR. Mohammad Djamil,” ungkapnya.

Ia berharap momentum HUT ke-73 semakin memperkuat komitmen seluruh insan RS M. Djamil untuk menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta menjadikan kepentingan dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. “Setiap pegawai, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga nama baik serta kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit,” harap Dirut.

Sementara itu, mewakili keluarga besar Dr. Mohammad Djamil, dr. Allan Gazali Saus, Sp.THT, MHT, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur Utama beserta seluruh jajaran RS M. Djamil yang setiap tahun senantiasa meluangkan waktu untuk berziarah, mendoakan, dan mengenang almarhum.

Baginya, kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga. Kehadiran jajaran rumah sakit di pusara almarhum bukan sekadar bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun, melainkan wujud penghormatan yang terus terjaga meskipun waktu berlalu dan generasi terus berganti.

“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Direktur Utama beserta seluruh jajaran RS M. Djamil yang setiap tahunnya senantiasa meluangkan waktu untuk datang berziarah, mendoakan, dan mengenang almarhum. Bagi kami sebagai keluarga, kegiatan ini bukan sekadar rangkaian peringatan hari ulang tahun rumah sakit. Kehadiran Bapak dan Ibu di pusara beliau merupakan penghormatan yang sangat berarti bagi kami,” ungkap Allan.

Ia mengaku merasa haru sekaligus bangga karena nama dan pengabdian almarhum tetap dikenang dengan penuh penghormatan. Meski telah berlalu puluhan tahun, sosok DR. Mohammad Djamil masih memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan RS M. Djamil maupun dalam ingatan masyarakat Sumatera Barat.

 “Kami merasa bersyukur dan bangga karena nama beliau diabadikan pada sebuah rumah sakit yang hingga hari ini terus memberikan pelayanan dan manfaat bagi begitu banyak masyarakat. Tentunya, penghormatan ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga besar kami,” katanya.

Ia menyampaikan pengabdian seseorang tidak berakhir ketika perjalanan hidupnya selesai. Nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan semangat melayani dapat terus hidup melalui generasi yang melanjutkan perjuangan tersebut.

“Kami menyadari bahwa pengabdian seseorang tidak berhenti ketika perjalanan hidupnya berakhir. Nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan semangat melayani dapat terus hidup melalui generasi yang melanjutkannya. Dan hari ini, kami melihat semangat tersebut terus dijaga melalui pengabdian para dokter, perawat, tenaga kesehatan, serta seluruh pegawai RS M. Djamil,” tukasnya. ***