Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Kamis, 05 November 2026 17:59 WIB

Hening di Kalibata Mengingat Bapak Gizi Nasional

Hening di Kalibata Mengingat Bapak Gizi Nasional
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta 33 kali dilihat

Jakarta - Pagi di Taman Makam Pahlawan Kalibata terasa lebih hening dari biasanya pada Kamis, 5 November 2026 pagi. Tidak ada pidato panjang, tidak ada sambutan protokoler yang menggema di pelataran. Yang ada hanyalah barisan abdi negara yang tertunduk khidmat, mengheningkan cipta untuk mereka yang telah meletakkan fondasi kesehatan di negeri ini.

Di antara deretan pusara pahlawan, langkah delegasi RSAB Harapan Kita yang diwakili oleh Direktur Layanan Operasional, dr. Kamal Amirudin, MARS berhenti di Blok AA No 265. Di sanalah bersemayam Prof. Dr. dr. Darwin Karyadi.

Bagi sebagian orang awam, nama tersebut mungkin jarang terdengar. Namun, bagi sejarah medis Indonesia, beliau adalah sang pahlawan penyelamat masa depan anak bangsa. Sepanjang hidupnya, dari tahun 1975 hingga 1993, Prof. Darwin memimpin riset-riset monumental—mulai dari penanganan defisiensi Vitamin A hingga membuktikan keajaiban nutrisi tempe di mata dunia. Beliau adalah Pejuang Gizi Indonesia, penerima anugerah Bintang Mahaputra Nararya.

Upacara tabur bunga dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Bagi RSAB Harapan Kita, menabur melati di pusara Bapak Gizi Nasional adalah sebuah pengingat yang sangat kuat. ***

Perjuangan Prof. Darwin memberantas gizi buruk di masa lalu, adalah napas yang sama yang terus diembuskan oleh RSAB Harapan Kita hari ini. Sebuah perjuangan estafet untuk memastikan setiap ibu dan anak Indonesia mendapatkan pelayanan medis dan pemenuhan gizi yang paripurna.

Prosesi tabur bunga mungkin hanya berlangsung singkat. Namun, warisan perjuangan sang pahlawan gizi akan terus hidup di setiap lorong ruang perawatan, sejalan dengan visi RSAB Harapan Kita mengawal generasi penerus bangsa.