Jumat, 24 April 2026 08:27 WIB

Diet Alkali Tren Sehat atau Sekadar Gaya Hidup

Responsive image
12
Promosi Kesehatan Tim Kerja TU RT Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Diet alkali adalah pola makan yang mengutamakan makanan yang bersifat basa dan menghindari makanan yang bersifat asam. Hal ini berhubungan dengan pH tubuh. Makanan yang bersifat asam (acidic) dianggap memiliki lebih banyak risiko kesehatan. Diet alkali berfokus untuk mengonsumsi makanan yang bersifat basa dan membatasi yang bersifat asam. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan pH tubuh. Umumnya, diet alkali menekankan makanan seperti buah dan sayur dan membatasi daging merah, ikan, dan makanan olahan. Sebenarnya, jenis makanan yang basa atau asam ini sendiri tidak begitu memengaruhi pH tubuh. Sebab, tubuh memiliki mekanismenya sendiri untuk mengatur tingkat pH tubuh.  Namun, mengingat makanan yang bersifat basa cenderung didominasi oleh buah dan sayur, ini tentu dapat membawa dampak positif bagi kesehatan secara keseluruhan. Apalagi, makanan yang bersifat basa biasanya berasal dari makanan yang padat nutrisi dan tidak mengizinkan kita untuk makan makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan dan junk food yang rendah nutrisi. Diet alkali diklaim dapat membantu menurunkan berat badan, memperlambat penuaan, dan membantu mengendalikan penyakit kronis seperti diabetes, arthritis, dan bahkan kanker. Diet alkali atau diet asam basa merupakan metode diet dengan pengaturan pola makan untuk menyeimbangkan pH dalam tubuh. Diet ini dilakukan dengan lebih banyak mengonsumsi makanan bersifat alkali (basa) setiap hari. Selain itu, kita juga harus menghindari konsumsi minuman mengandung alkohol dan kafein.

Manfaat Diet Alkali

Terdapat berbagai pandangan terkait manfaat diet alkali yang beredar di kalangan masyarakat. Beberapa manfaat yang diketahui dapat diperoleh dengan melakukan diet alkali adalah :

  1. Menurunkan berat badan karena diet ini lebih mengutamakan konsumsi buah dan sayur, serta membatasi konsumsi gula, makanan olahan, minuman mengandung alkohol dan kafein.
  2. Meningkatkan rasio kalium dan natrium dalam darah yang dipercaya mampu menjaga kesehatan jantung, menjaga tulang dan otot tetap kuat, dan menurunkan risiko terjadinya penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, stroke, dan hipertensi.
  3. Meningkatkan efektivitas beberapa obat kemoterapi untuk mengatasi kanker. Selain itu, diet alkali juga dapat mengurangi risiko terjadinya kanker payudara karena lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur alih-alih daging.
  4. Meningkatkan rasio kalsium yang dapat memperlambat laju pengeroposan tulang, sehingga mengurangi risiko terjadinya osteoporosis seiring pertambahan usia.

Diet Alkali dan pH Darah

Tingkat pH dalam beberapa bagian tubuh manusia sangat bervariasi, misalnya darah bersifat sedikit basa dengan pH normalnya antara 7,35 dan 7,45. Diet alkali diklaim dapat membantu tubuh untuk mempertahankan tingkat pH darah. Namun kenyataannya, diet alkali tidak akan mengubah pH darah karena tubuh secara alami menjaga tingkat pH darah.

Meski tidak dapat mengubah pH darah, menu diet atau makanan memang bisa mengubah nilai pH urine. Namun, pH urine tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk menilai kondisi kesehatan umum atau kadar pH tubuh seseorang.

Diet Alkali dan Kanker

Beberapa penelitian menemukan, lingkungan basa atau alkali dapat membuat obat kemoterapi tertentu menjadi lebih efektif atau tidak beracun. Namun, belum ada bukti bahwa diet alkali dapat membantu mencegah kanker. Jadi, bagi yang menderita kanker, disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi terkait kebutuhan nutrisi sebelum memulai diet apa pun.

Makanan dan Minuman yang Bersifat Basa (Alkali)

Berikut ini adalah daftar makanan dan minuman yang biasanya dianjurkan dalam diet alkali :

  1. Buah-buahan, seperti apel, ceri, nanas, jeruk, pir, alpukat, pisang, dan melon.
  2. Sayuran non-tepung, seperti brokoli, buah bit, asparagus, timun, buncis, sayuran hijau, bawang putih, wortel, dan kol.
  3. Jus buah tanpa pemanis.
  4. Air putih dan teh herbal.
  5. Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti kastanye, kacang pinus, dan biji labu.
  6. Tahu dan tempe.
  7. Susu kedelai
  8. Biji-bijian, seperti oats dan quinoa.

Efek Samping Diet Alkali

Beberapa nutrisi yang mungkin hilang atau berkurang asupannya jika mengonsumsi diet alkali, antara lain :

  1. Kalsium
  2. Zinc
  3. Zat besi
  4. Vitamin B12
  5. Protein

Cara Melakukan Diet Alkali

Sebenarnya, cara melakukan diet alkali mudah saja, hanya perlu mengonsumsi makanan bersifat basa dan mengurangi asupan yang memiliki pH asam.

Sebagian orang menganggap sulit untuk mengikuti atau mempraktikkan diet alkali, pasalnya, akan banyak makanan favorit yang dibatasi ketika melakukan program diet asam basa ini. Asupan protein pun dibatasi hanya pada sumber nabati seperti kacang dan tahu.

 

Referensi :

Nehir Yancilkaya, dkk. 2024. Effects of 8-Week Alkali Diet and Aerobic Exercise on Body Composition, Aerobic Performance, and Lipid Profiles in Sedentary Women, Journal of Science, Sakarya University of Applied Sciences, Sakarya, Türkiye.

Andry Kelvin. 2016. Diet Alkalin : Resep dan Manfaat Kesehatan. Penerbit Gramedia Jakarta.

Gerry K. Schwalfenberg. 2014. The Alkali Diet : is There Evidence That an Alkali pH Diet Benefits Health? Jurnal Health and Science University of Alberta.