Selasa, 05 Mei 2026 11:04 WIB

Mengenal PCI Percutaneous Coronary Intervention sebagai Tindakan Modern Penyelamat Jantung

Responsive image
15
Promosi Kesehatan Tim Kerja TU RT Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Sindrom Koroner Akut atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kedaruratan jantung yang dinilai serius dan menjadi salah satu penyebab tingginya kematian. Tahun 2020 WHO menggungkapkan 16?ri keseluruhan kematian yang terjadi di dunia penyebabnya penyakit kardiovaskuler. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan genetik. Selain itu PJK juga dapat disebabkan oleh faktor risiko yang dapat diubah seperti kebiasaan merokok, dislipidemia, hipertensi, kurang aktifitas fisik, obesitas, diabetes melitus, stres, konsumsi alkohol dan kebiasaan diet yang kurang baik. Pola konsumsi makan yang tidak sehat seperti mengkonsumsi karbohidrat berlebih, tinggi lemak dan kolesterol akan berpengaruh terhadap tubuh dan menjadi faktor risiko untuk terkena hipertensi, dislipidemia, diabetes mellitus, dan penyakit jantung koroner. Selain pola konsumsi makan, pendidikan dan pekerjaan juga mempunyai pengaruh terhadap kesehatan. Seseorang yang tingkat pendidikannya tinggi cenderung memiliki banyak pengetahuan tentang kesehatan. Salah satu bagian dari pengobatan penyakit jantung akibat pembuluh arteri yang tersumbat adalah dengan PCI atau Percutaneous Coronary Intervention pada jantung. PCI merupakan suatu tindakan terapi untuk mengatasi penyempitan dalam pembuluh darah arteri pada jantung dengan jalan memasukkan selang kecil dari tangan atau kaki melalui pembuluh darah hingga ke pembuluh darah arteri jantung dengan tujuan untuk melebarkan pembuluh darah atau memasang stent (cincin) agar darah dapat mengalir dengan lancar.

Apa itu PCI jantung?

PCI atau Percutaneous Coronary Intervention pada jantung adalah prosedur medis yang dilakukan untuk membuka pembuluh arteri koroner atau pembuluh darah jantung yang tersumbat. Prosedur ini disebut juga dengan coronary angioplasty. PCI jantung dilakukan dengan cara memasukkan balon kecil yang terpasang pada selang atau kateter ke dalam pembuluh darah yang tersumbat. Balon kecil tersebut nantinya akan dikembangkan untuk melebarkan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir dengan lebih lancar. Biasanya, prosedur coronary angioplasty ini digabungkan dengan pemasangan stent atau ring jantung. Ring tersebut yang akan menjaga supaya pembuluh arteri tetap terbuka dan mengurangi risiko kembali terjadinya penyempitan atau penyumbatan. PCI jantung dapat membantu meringankan gejala-gejala penyempitan pembuluh darah arteri, seperti nyeri dada dan sesak napas.

Kapan PCI jantung perlu dilakukan?

Prosedur PCI jantung atau coronary angioplasty dilakukan untuk mengatasi penumpukan plak pada pembuluh darah arteri. Penumpukan plak ini disebut dengan penyakit aterosklerosis. Selain itu, PCI juga merupakan penanganan yang tepat untuk Anda yang :

  1. Sudah mengonsumsi obat-obatan dan menerapkan perubahan gaya hidup, namun kondisi jantung tidak kunjung membaik.
  2. Mengidap angina dan penyakit jantung koroner yang kian memburuk.
  3. Mengalami serangan jantung.

Alternatif lain dari PCI adalah operasi bypass jantung. Tindakan operasi ini biasanya akan direkomendasikan oleh dokter apabila :

  1. Pembuluh arteri yang membawa darah di sisi kiri jantung menyempit.
  2. Otot jantung melemah.
  3. Menderita diabetes serta terdapat banyak area penyempitan di pembuluh arteri.

Persiapan sebelum menjalani PCI

Untuk mengecek area pembuluh arteri yang mengalami penyempitan, dokter akan meminta mengikuti tes angiogram koroner. Apabila lokasi penyumbatan sudah ditemukan, ada kemungkinan dokter akan segera melakukan prosedur PCI ketika kateter masih terpasang pada tubuh.

Berikut adalah beberapa instruksi yang biasanya diberikan dokter agar dapat mempersiapkan diri :

  1. Berhenti konsumsi obat-obatan tertentu untuk sementara, seperti obat pengencer darah, NSAID, atau aspirin. Sampaikan pada dokter apa saja obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi.
  2. Anda mungkin akan diminta berpuasa selama 6-8 jam sebelum prosedur PCI jantung dimulai.
  3. Anda bisa tetap mengonsumsi obat-obatan jantung seperti biasa selama diperbolehkan oleh dokter.
  4. Bawa seluruh obat-obatan ke rumah sakit, termasuk nitroglycerin jika Anda juga meminumnya.
  5. Bawa pakaian ganti dan keperluan lainnya yang Anda butuhkan. Prosedur PCI biasanya mengharuskan Anda dirawat inap.

Berikut langkah-langkah PCI jantung

  1. Tim medis akan memasangkan selang infus pada tangan atau lengan Anda. Selama prosedur berlangsung, tim medis juga akan memantau detak jantung, denyut nadi, tekanan darah, serta kadar oksigen Anda.
  2. Dokter akan membersihkan bagian tubuh yang akan dimasukkan selang dengan cairan antiseptik.
  3. Setelah itu, dokter akan menggunakan obat bius lokal di area tubuh yang sudah dibersihkan. Kemudian, sebuah sayatan kecil akan dibuat di area tersebut.
  4. Dokter akan memasang selongsong di pembuluh darah melalui sayatan tadi, kemudian kateter dimasukkan dan diarahkan hingga sampai ke pembuluh darah jantung.
  5. Agar kateter dapat masuk ke pembuluh darah arteri yang menyempit, dokter akan menggunakan guide wire, kabel yang berukuran sangat kecil.
  6. Ketika guide wire sudah melewati bagian pembuluh yang sempit, sebuah balon kecil akan dikembangkan selama 20-30 detik di area tersebut. Langkah ini biasanya dilakukan beberapa kali.
  7. Setelah pembuluh arteri sudah dilebarkan, dokter akan mengempiskan balon dan mengeluarkan kateter dari tubuh.

 

Referensi :

Winda Syntian Naomi, dkk. 2021. Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner (Studi Kasus Di Rsud Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang). Jurnal Kesehatan Msyarakat Universitas Nusa Cendana Kupang.

Putu Irma Wulandari, dkk. 2023. Tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan Intravascular Ultrasound (IVUS) Dengan Teknik Double Puncture pada Kasus Coronary Artery Disease (CAD). Jurnal Kesehatan, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Radiologi Pencitraan di Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Bali.

Dwi Meliawati, dkk. 2021. Gambaran Intervensi Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan Profil Pengobatan Pasien Sindrom Koroner Akut di Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Gamping Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Mayo Clinic. 2024. Healthy Lifestyle : Weight Loss. Getting Past a Weight-Loss Plateau.