Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus. Penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena dapat menyerang semua kelompok usia dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Virus dengue terdiri atas empat serotipe (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4). Seseorang yang pernah terinfeksi salah satu serotipe masih dapat terinfeksi kembali oleh serotipe lainnya. Infeksi berulang memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan DBD berat yang dapat mengakibatkan syok, perdarahan hebat, hingga kematian.
Nyamuk penular dengue berkembang biak pada tempat-tempat yang menampung air bersih, seperti bak mandi, ember, vas bunga, talang air, dan barang bekas yang dapat menampung air hujan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Deteksi dini terhadap gejala DBD sangat penting karena penanganan sejak awal dapat menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Faktor Risiko Demam Berdarah Dengue
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena DBD antara lain :
1. Tinggal atau beraktivitas di daerah endemis DBD.
2. Banyak terdapat tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekitar.
3. Tidak melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
4. Tidak menggunakan perlindungan dari gigitan nyamuk.
5. Pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya.
6. Memiliki daya tahan tubuh yang rendah.
Risiko penularan dapat meningkat terutama pada musim hujan karena banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes.
Gejala dan Tanda Demam Berdarah Dengue
Gejala DBD biasanya muncul 4-10 hari setelah seseorang digigit nyamuk yang membawa virus dengue. Beberapa gejala yang sering muncul meliputi :
Pada kondisi yang lebih berat dapat ditemukan :
1. Mimisan atau gusi berdarah.
2. Muntah darah atau buang air besar berwarna hitam.
3. Nyeri perut hebat.
4. Tubuh terasa sangat lemas.
5. Tangan dan kaki terasa dingin.
6. Penurunan kesadaran
Pemeriksaan dan Diagnosis DBD
Diagnosis DBD dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi :
1. Pemeriksaan Fisik
Dokter akan menilai kondisi umum pasien, suhu tubuh, tekanan darah, tanda perdarahan, serta tanda syok.
2. Pemeriksaan Darah Lengkan
Dilakukan untuk mengetahui jumlah trombosit, kadar hematokrit, dan jumlah leukosit yang membantu menegakkan diagnosis DBD.
3. Pemeriksaan Antigen NS1
Pemeriksaan ini dapat mendeteksi infeksi virus dengue sejak hari pertama hingga hari kelima demam.
4. Pemeriksaan Antibodi IgM dan IgG Dengue
Dilakukan untuk mengetahui adanya respons kekebalan tubuh terhadap infeksi virus dengue.
5. Pemeriksaan Penunjang Lain
Pada kondisi tertentu dapat dilakukan pemeriksaan fungsi hati, elektrolit, maupun pemeriksaan radiologi apabila diperlukan.
Bagaimana Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue?
Pencegahan DBD dapat dilakukan melalui pengendalian nyamuk dan perlindungan diri dari gigitan nyamuk. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain :
Referensi :
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia.
Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). 2023. Rekomendasi Tata Laksana Infeksi Dengue pada Dewasa.