Olahraga merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, tanpa persiapan yang baik atau teknik yang benar, olahraga juga dapat menyebabkan cedera. Cedera olahraga dapat dialami oleh siapa saja, baik atlet maupun masyarakat yang berolahraga untuk menjaga kebugaran.
Jenis cedera yang paling sering terjadi meliputi keseleo (sprain), cedera otot (strain), memar, hingga patah tulang. Keluhan yang biasanya muncul adalah nyeri, bengkak, memar, keterbatasan gerak, atau sulit menopang berat badan pada bagian yang cedera. Cedera umumnya disebabkan oleh kurang pemanasan, gerakan yang salah, penggunaan alat yang tidak sesuai, atau aktivitas fisik yang melebihi kemampuan tubuh.
Penanganan Pertama pada Cedera Olahraga
Apabila terjadi cedera ringan, lakukan prinsip RICE selama 24–48 jam pertama:
Jangan memijat area yang baru mengalami cedera karena dapat memperparah perdarahan dan pembengkakan. Apabila nyeri sangat hebat, terjadi perubahan bentuk anggota tubuh, tidak mampu menggerakkan atau menopang tubuh, mati rasa, atau bengkak semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan karena dapat mengindikasikan cedera yang lebih serius, seperti patah tulang atau robekan ligamen.
Cedera olahraga dapat dicegah dengan melakukan pemanasan selama 10–15 menit, menggunakan perlengkapan olahraga yang sesuai, meningkatkan intensitas latihan secara bertahap, menjaga hidrasi, serta melakukan pendinginan setelah berolahraga. Dengan mengenali tanda-tanda cedera dan memberikan pertolongan pertama yang tepat, proses pemulihan dapat berlangsung lebih baik sehingga Anda dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Referensi :
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Sprains, Strains and Other Soft-Tissue Injuries. Rosemont, IL: AAOS. Tersedia di: https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/sprains-strains-and-other-soft-tissue-injuries/
Sumber gambar:
https://www.orthoinfo.org/globalassets/figures/a00111f01.jpg