Senin, 14 September 2026 10:33 WIB

Demam Berdarah Dengue Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan yang Tepat

Nasibah SKM MKM RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang
Demam Berdarah Dengue Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan yang Tepat
24 kali dilihat

Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama saat musim hujan ketika populasi nyamuk meningkat. DBD dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini, penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan mengancam jiwa.

Penyebab DBD

Virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang telah terinfeksi. Nyamuk ini berkembang biak di tempat-tempat yang terdapat genangan air bersih, seperti bak mandi, ember, vas bunga, dan wadah penampungan air lainnya. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit.

Gejala Demam Berdarah Dengue

Gejala DBD biasanya muncul 4–10 hari setelah seseorang tergigit nyamuk yang membawa virus dengue. Gejala yang sering ditemukan antara lain:

  • Demam tinggi mendadak selama 2–7 hari.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri di belakang bola mata.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Mual atau muntah.
  • Muncul ruam atau bintik kemerahan pada kulit.
  • Mimisan atau gusi berdarah pada beberapa kasus.

Pada pemeriksaan laboratorium, penderita umumnya mengalami penurunan jumlah trombosit dan peningkatan hematokrit.

Pentingnya Deteksi Dini

Deteksi dini sangat penting karena kondisi pasien dapat memburuk ketika demam mulai turun, yaitu pada fase kritis. Pada fase ini dapat terjadi kebocoran plasma, perdarahan, hingga syok. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda bahaya seperti:

  • Nyeri perut hebat.
  • Muntah terus-menerus.
  • Perdarahan pada hidung atau gusi.
  • Tubuh sangat lemas.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Penurunan kesadaran.

Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang pasien memperoleh penanganan yang tepat dan terhindar dari komplikasi.

Penanganan DBD

Hingga saat ini belum terdapat obat khusus untuk membunuh virus dengue. Penanganan berfokus pada menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil, meliputi:

  • Istirahat yang cukup.
  • Memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengonsumsi obat penurun demam sesuai anjuran dokter.
  • Pemantauan kondisi klinis serta pemeriksaan darah secara berkala.
  • Perawatan di rumah sakit apabila muncul tanda bahaya atau kondisi memburuk.

Cara Mencegah DBD

Pencegahan DBD dapat dilakukan melalui gerakan 3M Plus, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup rapat tempat penampungan air.
  • Mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, gunakan obat anti nyamuk, kenakan pakaian yang melindungi tubuh dari gigitan nyamuk, dan jaga kebersihan lingkungan sekitar. Deteksi dini dan penanganan yang tepat berperan penting dalam mencegah komplikasi akibat demam berdarah dengue. Dengan mengenali gejala sejak awal, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, serta menerapkan gerakan 3M Plus secara rutin, risiko penularan dan dampak penyakit dapat diminimalkan sehingga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan tetap terjaga.

 

Referensi:

World Health Organization. (2024). Dengue and Severe Dengue Fact Sheet. https://www.who.int/indonesia/id/emergencies/dengue-and-severe-dengue-fact-sheet

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). InfoDATIN: Deteksi Dini Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pengendaliannya di Indonesia Tahun 2023.

Rufiana, K. R., Arifah, S., & Nuryati. (2025). Gambaran Kejadian Demam Berdarah Dengue. Journal of Qualitative Health Research & Case Studies Reports, 5(1), 90–98.

Engka, M. D. A., Anggara, A., Towidjojo, V. D., Syamsi, N., & Agni, F. (2024). Demam Berdarah Dengue: Laporan Kasus. Jurnal Medical Profession (MedPro), 6(3), 236–240.

Sumber gambar:

Halodoc – Ini Gejala DBD, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya. Diakses pada 10 Juli 2026. (https://www.halodoc.com/artikel/ini-gejala-dbd-penyebab-pengobatan-dan-pencegahannya?srsltid=AfmBOopFnp5Uv5BvnC0V6Tjh1zM3ahYGsj-i6STbD-lMKTOKWb1k_cM9)