Jumat, 25 September 2026 12:23 WIB

Catur Permainan Seru yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Kognitif Remaja

dr Handy Rifaldy SpN RSUP dr. Sardjito Yogyakarta
Catur Permainan Seru yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Kognitif Remaja
15 kali dilihat

Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan manusia karena pada fase ini terjadi perubahan besar pada aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Remaja dituntut untuk mampu berpikir lebih kompleks, mengambil keputusan, mengendalikan emosi, serta beradaptasi dengan lingkungan sosial yang semakin luas. Namun, perubahan tersebut juga membuat remaja rentan mengalami gangguan fungsi kognitif, terutama akibat tekanan emosional, masalah sosial, hingga gangguan kesehatan mental. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebutkan bahwa satu dari tujuh remaja usia 10–19 tahun mengalami gangguan mental yang dapat memengaruhi fungsi kognitif mereka.

Fungsi kognitif sendiri merupakan kemampuan otak dalam menerima, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi. Fungsi ini mencakup berbagai aspek penting seperti perhatian (atensi), daya ingat (memori), kemampuan bahasa, kemampuan visuospasial, hingga fungsi eksekutif seperti perencanaan dan pengambilan keputusan. Fungsi kognitif sangat berperan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar, pemecahan masalah, dan interaksi sosial. Gangguan pada fungsi kognitif dapat menyebabkan seseorang kesulitan berkonsentrasi, menurunnya kemampuan berpikir, hingga kesulitan memahami informasi.

Salah satu aktivitas yang dipercaya dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif adalah permainan catur. Catur merupakan permainan strategi yang dimainkan oleh dua orang menggunakan papan berisi 64 kotak dan berbagai jenis bidak dengan aturan gerakan tertentu. Dalam permainan ini, pemain dituntut untuk berpikir logis, menyusun strategi, menganalisis langkah lawan, serta mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Karena melibatkan proses berpikir yang kompleks, permainan catur sering dianggap sebagai olahraga otak yang mampu melatih kemampuan intelektual seseorang.

Permainan catur memiliki banyak manfaat bagi perkembangan otak dan fungsi kognitif remaja. Bermain catur dapat meningkatkan konsentrasi karena pemain harus fokus pada setiap langkah yang diambil. Selain itu, catur juga melatih kemampuan berpikir logis, kesabaran, kreativitas, kemampuan analisis, serta keterampilan memecahkan masalah. Dalam permainan catur, pemain harus merancang strategi mulai dari tahap pembukaan (opening), pertengahan permainan (middle game), hingga akhir permainan (endgame). Proses ini membuat otak terus aktif bekerja dan terlatih untuk berpikir sistematis.

Sebuah Penelitian oleh dr. Handy Rifaldi, dr. Subagya,Sp.N, Subsp.NGD (K), Dr. dr. Astuti, Sp.N, Subsp.NGD (K), dan tim dari Departemen Neurologi FKKMK UGM serta RSUP Dr. Sardjito  dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan apakah permainan catur dapat meningkatkan fungsi kognitif pada remaja. Penelitian ini dilakukan di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sleman, Provinsi D.I.Yogyakarta.

Penelitian ini melibatkan 48 siswa remaja berusia 15-19 tahun, yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama sejumlah 24 orang melakukan permainan catur 3 sampai 5 kali seminggu dengan durasi 45 hingga 60 menit selama 12 minggu. Kelompok kedua tidak bermain catur sama sekali. Pengukuran kemampuan kognitif dilakukan dengan menggunakan alat skrining Montreal Cognitive Assessment yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia (MOCA-INA).

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok yang rutin bermain catur mengalami peningkatan kemampuan berpikir yang nyata, terutama dalam hal memusatkan perhatian dan mengingat informasi apabila dibandingkan dengan kelompok yang tidak bermain catur. Menariknya, manfaat ini dirasakan baik oleh remaja laki-laki maupun perempuan tanpa perbedaan yang bermakna.

Permainan catur merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan mental remaja Indonesia. Permainan ini membutuhkan kemampuan berpikir logis, perencanaan strategis, dan pengendalian diri, yang semuanya penting dalam pembentukan fungsi kognitif pada remaja. Selain itu, catur mendukung peningkatan atensi, memori, kreativitas, fungsi eksekutif, dan kemampuan pemecahan masalah. Bahkan, catur dinilai dapat meningkatkan prestasi akademik dan membangun keterampilan sosial yang positif.

Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa permainan catur mampu meningkatkan memori verbal auditorik, kemampuan linguistic, serta pemahaman bacaan. Aktivasi jaringan otak seperti Central Executive Network (CEN), Dorsal Attention Network (DAN), Default Mode Network (DMN), dan Salience Network (SN) yang terjadi saat bermain catur merupakan jaringan yang berperan untuk mengontrol berbagai fungsi kognitif otak.

Penelitian ini juga mencerminkan teori konstruktivistik, dimana pembelajaran aktif melalui pengalaman dan interaksi seperti dalam permainan catur memungkinkan terbentuknya keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan fleksibel. Keterlibatan korteks prefrontal dalam aktivitas catur turut menjelaskan pengaruh terhadap fungsi kognitif. Dari sisi biologis, aktivitas ini dapat meningkatkan BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) dan IGF-1 (Insulin-Like Growth Factor-1), faktor penting yang mendukung kemampuan otak untuk terus berkembang dan berpotensi mencegah penurunan fungsi kognitif di usia lanjut.

Kesimpulannya, permainan catur bisa menjadi kegiatan positif yang membantu meningkatkan fungsi kognitif pada remaja dan  berpotensi menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah untuk mendukung perkembangan kemampuan berpikir para siswa.

      

Referensi:

Rifaldy, H. (2025). Pengaruh Permainan Catur terhadap Fungsi Kognitif Remaja di SMKN 1 Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Tesis, Universitas Gadjah Mada).

Premi, E., Gazzina, S., Diano, M., Girelli, A, Calhoun, VD., Iraji, A, et.al. (2020) ‘Enhanced Dynamic Functional Connectivity (Whole-Brain Chronnectome) in Chess Experts’, Scientific Reports, 10: 7051.

Arazi, H., Aliakbari, H., Asadi, A. dan Suzuki, K. (2019) ‘Acute Effects of Mental Activity on Response of Serum BDNF and IGF-1 Levels in Elite and Novice Chess Players’ Medicina, 55(189).