Jumat, 21 Maret 2025 10:20 WIB

Wirid Mingguan M. Djamil, Bahas Tiga Perkara yang Bisa Menyelamatkan Manusia

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
14

Padang (21/03) - Setiap insan manusia pasti sangat mendambakan hidup bahagia, selamat di dunia dan akhirat. Orang yang mengharapkan keselamatan dan kebahagiaan tentunya akan bersedia menjalankan perkara yang mengantarkan kita kepada keselamatan.

Ustad Martono SPdI MA saat wirid mingguan RSUP Dr. M. Djamil mengatakan ada tiga perkara yang dapat menyelamatkan Muslim. Di antaranya pertama, takut kepada Allah SWT, baik saat sedang sendirian maupun ketika bersama orang lain.

"Sikap takut kepada Allah SWT mendorong seseorang untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupan, sehingga tidak mudah untuk melakukan pelanggaran sesuai syariat agama," tutur Ustad Martono di Masjid As Syifa.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil.

Dengan demikian, memiliki sikap takut kepada Allah sangat dibutuhkan agar hidup sesuai aturan agama dan dengan begitu Allah akan memberikan keselamatan dan kebahagiaan.

Kedua bersikap adil baik di saat senang maupun marah. Adil adalah prinsip utama dalam Islam yang harus dijaga, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. "Bahkan Al Quran menyatakan berlaku adil adalah tanda seseorang bertakwa. Semakin seseorang mampu berlaku adil, maka ia kan semakin tinggi derajat ketakwaannya," ucap Martono.

Ketiga bersikap ekonomis di saat miskin dan kaya. Artinya seorang muslim tetap menjaga sikap ekonomis atau berada di tengah-tengah diantara boros dan pelit. "Hal ini perlu dilakukan karena boros dan kikir merupakan sikap yang dilarang dalam agama, seperti yang dijelaskan dalam Al Quran," ungkapnya.

Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. "Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan," harapnya. (*)