Rabu, 25 Februari 2026 15:47 WIB

Tingkatkan Keamanan Data Pasien RSO Soeharso Selenggarakan Webinar Security Awareness

Responsive image
Humas - RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
117

Sukoharjo - Dalam upaya memperkuat sistem pertahanan informasi kesehatan di era digital, Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta menyelenggarakan webinar strategis bertajuk "Tata Kelola Keamanan Informasi Rumah Sakit melalui Security Awareness dan Penanganan Insiden Siber". Acara yang berlangsung selama dua hari (24–25 Februari) ini menghadirkan kolaborasi antara praktisi rumah sakit dan pakar dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Webinar ini dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RSO, Dr. dr. Tito Sumarwoto, Sp.OT(K)., M.Kes, yang menekankan bahwa keamanan data pasien bukan sekadar masalah teknis IT, melainkan pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik dan integritas layanan kesehatan.

Pada hari pertama, agenda difokuskan pada penguatan fundamental keamanan informasi. Perwakilan BSSN, Agus Prasetyo, S.Kom., M.M., memberikan sambutan pembuka yang menggarisbawahi pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah dalam menghadapi ancaman siber yang kian kompleks.

Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi: Perlindungan Data Pribadi (PDP): Disampaikan oleh Aswin Hadi Nasution (BSSN) mengenai aspek hukum dan teknis perlindungan data. Tata Kelola Kebijakan: Arini Muhafidzah (BSSN) memaparkan struktur kebijakan yang harus dimiliki organisasi kesehatan. Implementasi di Rumah Sakit: Chavid Sukri Fatoni (RSO) mendalami penerapan praktis perlindungan data di lingkungan medis. Respon Insiden & Manajemen Risiko: Sesi sore diisi oleh Yudit Arum Mekarsari (BSSN) dan Dedi Jukiyanto (BSSN) yang membekali peserta dengan langkah-langkah mitigasi saat terjadi serangan siber. Optimalisasi Rekam Medis Elektronik (RME). Menutup hari pertama, Hani Purwo Arianto, S.Kom (Pranata Komputer Ahli Muda) memaparkan strategi untuk memastikan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di RSO tetap berjalan optimal, aman, dan minim gangguan.

Hari kedua webinar berlanjut dengan sesi teknis yang melibatkan tim ahli dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai manajemen krisis siber. Sesi siang (13.00 – 14.45) difokuskan pada materi "Penyusunan Pasca Insiden Siber". Materi ini disampaikan secara komprehensif oleh tiga narasumber utama:

Arif Fachru Rozi, S.ST: Sandiman Ahli Muda pada Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia, BSSN. Panji Yudha Prakasa, S.ST, MMSI: Sandiman Ahli Madya pada Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia, BSSN. Teguh Puji Laksono, S.Kom.: Penelaah Teknis Kebijakan pada Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia, BSSN. Sesi ini menekankan pentingnya dokumentasi, evaluasi, dan perbaikan sistem secara berkelanjutan setelah terjadinya serangan, guna mencegah ancaman serupa di masa depan.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai Rumah Sakit Vertikal di bawah Kementerian Kesehatan serta perwakilan dari Rumah Sakit se-Solo Raya. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah ini menunjukkan urgensi perlindungan data kesehatan yang seragam di seluruh fasilitas pelayanan medis. Sepanjang dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung seru dan menarik. Atmosfer diskusi terasa sangat hidup, terutama saat sesi tanya jawab di mana para peserta aktif membedah tantangan nyata dalam pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME).\

"Keamanan informasi adalah proses berkelanjutan. Melalui webinar ini, kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem digital rumah sakit yang aman, di mana tenaga medis dapat bekerja dengan tenang dan data pasien tetap terjaga kerahasiaannya," ujar Ns. Ahmad Rizai, S.Kep, MARS selaku Direktur Layanan Operasional dalam menutup acara.

Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan seluruh tenaga IT dan pengelola data kesehatan memiliki kesadaran (awareness) yang lebih tinggi serta kesiapan teknis yang mumpuni dalam menghadapi tantangan siber di masa depan.***