Jakarta – Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan melalui Direktorat Pelayanan Klinis bersama dengan RSUP Fatmawati Jakarta selaku RS pengampu regional DM untuk wilayah provinsi Banten, menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengampuan Pelayanan Diabetes Melitus. Kegiatan ini dilakukan secara luring di RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, dan daring melalui Zoom Meeting (4/6), dan dibuka oleh Direktur Pelayanan Klinis, dr. Obrin Parulian, M.Kes , yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Pengampuan Pelayanan Non KJSU-KIA, dr. Indri Astuti Utami, MIPH, MHM)
Bimtek ini menghadirkan nara sumber yang berkompeten di bidangnya antara lain dr. Marina Epriliawati, Sp.PD-KEMD dari Divisi Endokrinologi, Metabolik dan Diabetes RSUP Fatmawati Jakarta, kemudian dr. Indri Astuti Utami, MIPH, MHM, Ketua Tim Kerja Pengampuan Pelayanan Non KJSU KIA Direktorat Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, serta Dr. dr. Bina Akura, Sp.A, Subsp Endokrin dari RSUP Fatmawati Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 177 rumah sakit Jejaring pengampuan Diabetes Melitus di seluruh Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi/Kota/Kabupaten terkait.
Dalam sambutannya dr. Indri menyampaikan bahwa Diabetes muncul sebagai salah satu penyakit kronis, dianggap sebagai ”mother of disease” dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, penyebab kecacatan dan beban pembiayaan yang besar, serta mengurangi harapan hidup. Diabetes Melitus (DM) termasuk kedalam 10 besar penyakit penyebab kematian terbanyak dalam kelompok penyakit tidak menular setelah penyakit kardiovaskular, kanker dan penyakit sistem pernapasan. Menurut data International Diabetes Federation pada tahun 2021, sebanyak 537 juta penduduk dunia hidup dengan DM. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 643 juta pada 2030 dan menjadi 783 juta pada 2045 mendatang.
“Tata Laksana pasien diabetes tidak cukup hanya dengan dokter spesialis, tapi butuh kolaborasi yang baik dengan tenaga tenaga kesehatan yang lain, seperti perawat, tenaga gizi, dan tenaga farmasi juga perlu kita libatkan. Nah, ini kenapa kami mengharapkan pelayanan diabetes itu bisa dilakukan secara multi disiplin dan juga secara komprehensif” ujar dr. Indri
dr. Indri mengatakan bahwa Program pengampuan Ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi, meningkatkan kualitas atau mutu dan juga mendekatkan akses pelayanan bagi masyarakat. “Rumah sakit pengampu dan diampu itu harus saling berkolaborasi, saling bersinergi agar pelayanan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga transfer of knowledge dari RS pengampu ke RS yang diampu itu bisa berjalan dengan baik. Salah satu cara transfer of knowledge yaitu dengan cara seperti ini dengan melakukan bimbingan teknis, workshop, seminar dan yang pada akhirnya nanti meningkatkan kualitas dari rumah sakit rumah sakit kita di seluruh Indonesia” ungkap dr. Indri.
Diakhir sambutannya dr. Indri berharap dengan adanya kegiatan Bimtek kali ini para peserta akan semakin memahami manajemen pengelolaan pelayanan DM, sehingga nantinya dapat melakukan tata laksana pasien DM dengan cepat, tepat dan komprehensif, serta mampu berkolaborasi multidisiplin di RS masing-masing.***