Semarang - RSUP Dr. Kariadi terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan rumah sakit melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan simulasi kebakaran dan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi perawat di ruang NICU dan PICU Instalasi Rawat Inap C.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya potensi kebakaran di area pelayanan pasien yang membutuhkan penanganan khusus. Sebagai garda terdepan dalam perawatan pasien, tenaga kesehatan dituntut tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga kemampuan dalam merespons situasi kedaruratan secara cepat dan tepat.
Dalam simulasi tersebut, para perawat mendapatkan pembekalan mengenai prosedur penanganan kebakaran, jalur evakuasi, serta langkah-langkah penyelamatan pasien dan petugas apabila terjadi keadaan darurat. Selain itu, peserta juga mengikuti praktik langsung penggunaan APAR untuk meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja.
Kepala unit terkait menyampaikan bahwa pelatihan dan simulasi secara berkala menjadi bagian penting dalam upaya membangun budaya keselamatan di rumah sakit. Dengan pemahaman dan keterampilan yang memadai, tenaga kesehatan diharapkan mampu mengambil tindakan yang tepat guna meminimalkan risiko terhadap pasien, pengunjung, maupun petugas.
Ruang NICU dan PICU merupakan area pelayanan dengan tingkat risiko yang tinggi karena menangani pasien bayi dan anak dalam kondisi kritis yang memerlukan peralatan medis khusus. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi keadaan darurat menjadi aspek yang sangat penting dalam menjaga keselamatan pasien.
Melalui kegiatan ini, RSUP Dr. Kariadi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh unit pelayanan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya rumah sakit dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tanggap terhadap keadaan darurat, serta mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. ***