Kamis, 12 Maret 2026 08:32 WIB

RSUP Dr M Djamil Gelar On The Job Training Guna Perkuat Pelaporan Kasus ILI SARI

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
9

Padang - RSUP Dr. M. Djamil menggelar On The Job Training Surveilans Sentinel ILI-SARI terintegrasi COVID-19 sebagai langkah nyata dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular di Auditorium Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu (11/3). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelaksanaan surveilans penyakit infeksi saluran pernapasan, khususnya Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

"Upaya penguatan surveilans menjadi sangat penting karena penyakit infeksi saluran pernapasan merupakan salah satu kelompok penyakit yang memiliki potensi penyebaran yang cepat serta dapat menimbulkan dampak kesehatan masyarakat yang luas. Keberadaan sistem surveilans yang kuat akan membantu tenaga kesehatan dan pemerintah dalam mendeteksi potensi ancaman penyakit sejak dini, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat menberikan sambutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri mewakili Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Frides Susanty bersama tim, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sumatera Barat Eka Fitria, SKM, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Padang Eva Westari, SKM., M.I.Kom dan Filda Nery, SKM.

Ia juga menyampaikan evaluasi pelaksanaan surveilans yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat. Beberapa di antaranya mencakup kualitas pelaporan, pencatatan kasus, pengelolaan spesimen, hingga mekanisme pengambilan, pengepakan, dan pengiriman spesimen ke laboratorium rujukan.

"Karena itu, pelaksanaan On The Job Training ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memastikan bahwa seluruh proses surveilans berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," harapnya.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Barat, tutur Dirut, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan rujukan kepada masyarakat. Tetapi juga berperan dalam mendukung sistem kewaspadaan dini dan respons terhadap penyakit menular melalui penguatan jejaring surveilans.

"Rumah sakit memiliki peran penting dalam mendeteksi kasus SARI, melakukan pengambilan spesimen yang berkualitas, serta memastikan bahwa data epidemiologi yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat oleh pemerintah," ucapnya.

Direktur Utama menegaskan kegiatan pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya membangun sistem surveilans yang lebih kuat, terintegrasi, dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman penyakit menular di masa mendatang. "Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta laboratorium rujukan menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap potensi ancaman penyakit menular dapat dideteksi secara dini dan ditangani secara efektif," tutur Dirut,

Sementara itu, mewakili Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Frides Susanty, M.Epid menyampaikan penguatan surveilans sentinel ILI-SARI merupakan bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan sistem deteksi dini penyakit infeksi saluran pernapasan di Indonesia. "Sistem surveilans sentinel memungkinkan tenaga kesehatan untuk memantau pola penyebaran penyakit secara lebih terstruktur, termasuk dalam mengidentifikasi potensi munculnya wabah baru yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, rumah sakit yang menjadi bagian dari jejaring surveilans sentinel memiliki peran penting dalam memastikan kualitas data epidemiologi yang dikumpulkan. Mulai dari proses identifikasi kasus, pencatatan data, hingga pengelolaan spesimen.

"Melalui pelaksanaan On The Job Training ini, diharapkan seluruh petugas yang terlibat dapat memahami standar operasional dalam pelaksanaan surveilans, sehingga sistem pemantauan penyakit menular di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman kesehatan masyarakat," tukas dr. Frides.***