Selasa, 07 April 2026 09:21 WIB

RSUP Dr M Djamil dan BPJS Kesehatan Lakukan Monev Transformasi Digital

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
13

Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis digital. Pada Senin, 6 April 2026, rumah sakit rujukan nasional di Sumatera Barat tersebut menggelar pertemuan bersama BPJS Kesehatan Cabang Padang yang berlangsung di Aula Kantor BPJS Kesehatan setempat.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memonitoring dan mengevaluasi implementasi transformasi digital yang telah dijalankan RSUP Dr. M. Djamil, khususnya dalam integrasi sistem layanan dengan platform Jaminan Kesehatan Nasional. Salah satu fokus utama pembahasan adalah proses bridging antara aplikasi Mobile JKN milik BPJS Kesehatan dengan Djamil Apps sebagai sistem layanan digital rumah sakit.

Melalui integrasi ini, diharapkan pelayanan kepada peserta JKN dapat menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien, mulai dari proses pendaftaran, antrean, hingga akses informasi layanan kesehatan. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya mencakup aspek teknis sistem, tetapi juga pengalaman pengguna serta dampaknya terhadap peningkatan mutu layanan di rumah sakit.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyambut baik terselenggaranya pertemuan tersebut. Kolaborasi antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang lebih terintegrasi.

“Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap inovasi digital yang kami lakukan benar-benar terintegrasi dengan sistem nasional, sehingga memberikan kemudahan bagi pasien,” ujar Dirut.

Ia menambahkan bridging antara Mobile JKN dan Djamil Apps merupakan inovasi yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. “Kami ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan transparan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit semakin meningkat,” katanya.

Ia berharap implementasi integrasi sistem ini dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lainnya di Indonesia. “Kami berharap RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi role model dalam penerapan transformasi digital di sektor kesehatan, khususnya dalam kolaborasi dengan BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS. Dalam proses monitoring dan evaluasi tersebut masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, khususnya terkait sistem bridging. Perbaikan tersebut mencakup peningkatan capaian indikator mutu layanan rawat jalan, baik melalui Mobile JKN maupun Djamil Apps, peningkatan kepatuhan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), serta penertiban administrasi surat kontrol pasien.

“Ke depan, kami berharap seluruh perbaikan ini dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung pencapaian predikat Bintang 5 dari BPJS Kesehatan,” tegasnya didampingi oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Apt. Meri Lestari, S.Farm. M.Kes.AAK, menyampaikan pihaknya mendukung penuh upaya digitalisasi layanan yang dilakukan RSUP Dr. M. Djamil. Integrasi sistem ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN.

“Integrasi antara Mobile JKN dan Djamil Apps merupakan langkah maju dalam memberikan kemudahan akses layanan bagi peserta JKN, khususnya dalam hal pendaftaran dan pengelolaan antrean,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihak BPJS Kesehatan terus mendorong seluruh fasilitas kesehatan untuk mengembangkan layanan berbasis digital yang terhubung dengan sistem JKN. “Kami ingin memastikan bahwa peserta mendapatkan pengalaman layanan yang lebih sederhana, cepat, dan terstandar di seluruh fasilitas kesehatan,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam setiap implementasi sistem digital. “Melalui pertemuan seperti ini, kita dapat mengidentifikasi kendala di lapangan sekaligus mencari solusi bersama agar integrasi sistem dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tukas Meri.***