JakartaΒ β Usai kunjungan bersejarah Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) pada Februari lalu, RSAB Harapan Kita langsung bergerak cepat menindaklanjuti proyek pembangunan fasilitas kelas dunia "3 Berlian". Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Start-Up Workshop for RSAB Harapan Kita Building Construction Project and Area Arrangement of 3 Berlian, Project AIIB L0945A yang berlangsung selama tiga hari, pada 6 hingga 8 April 2026.
Kegiatan yang sering disebut sebagai Inception Mission ini merupakan langkah krusial untuk menyelaraskan ekosistem regulasi, keuangan, dan pengadaan barang antara Pemerintah Indonesia dan pihak AIIB sebelum konstruksi fisik dimulai.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Keslan) Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS, yang hadir membuka acara, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar proyek raksasa ini selesai tepat waktu.
"Kami mengapresiasi dukungan Pak Deni dan tim AIIB. Kami membutuhkan kolaborasi yang solid agar implementasi proyek ini dapat berjalan tepat waktu dan sesuai jadwal, melanjutkan visi yang telah disepakati bersama Madam Zou Jiayi. Pada akhirnya, proyek ini bukan sekadar membangun struktur fisik gedung, melainkan membangun harapan bagi rakyat Indonesia, khususnya untuk layanan kesehatan ibu dan anak," tegas dr. Azhar Jaya.
Sementara itu, Senior Investment Officer sekaligus Project Team Leader AIIB, Deni Fauzi, menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan untuk mengamankan fondasi administratif proyek. Mengingat besarnya dampak proyek ini bagi pasien di ekosistem RS 3 Berlian, seluruh tahapan harus terpantau dengan ketat.
"Tujuan utama dari Inception Mission ini adalah memastikan seluruh ekosistem implementasi proyek menjadi jelas. Kita ingin menyelaraskan timeline, rencana penarikan dana (disbursement plan), serta menetapkan milestone yang akan dipantau secara reguler dalam 6 hingga 12 bulan ke depan," jelas Deni Fauzi.
Acara ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan tingkat nasional, di antaranya Kementerian Keuangan (DJPPR dan DJA), Bappenas, LKPP, BPK, serta Inspektorat Jenderal Kemenkes. Tak ketinggalan, hadir pula perwakilan dari ekosistem '3 Berlian' lainnya, yakni RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita serta RS Kanker Dharmais. Keterlibatan seluruh lembaga dan rumah sakit jejaring ini bertujuan untuk memastikan tata kelola, audit finansial, hingga mekanisme pengadaan barang berjalan transparan dan sesuai dengan pedoman AIIB maupun regulasi Pemerintah Indonesia.
Melalui kolaborasi lintas institusi ini, RSAB Harapan Kita optimis pembangunan infrastruktur setinggi 20 lantai tersebut akan berjalan lancar, menjadi tonggak sejarah baru dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak di tanah air.***