Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pengabdian. Pada Senin, 13 April 2026, rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut, melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Airtawar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit, khususnya kanker. Dalam kegiatan tersebut, RSUP Dr. M. Djamil menghadirkan narasumber dokter spesialis patologi anatomi, dr. Sri Wildanur J, Sp.PA, yang membawakan materi bertajuk “Waspada Benjolan! Kenali Tubuhmu, Cegah Kanker Sejak Dini”.
Dalam pemaparannya, dr. Sri Wildanur menjelaskan benjolan merupakan massa atau tonjolan abnormal yang muncul pada jaringan tubuh dan dapat dirasakan secara fisik. Benjolan ini sering ditemukan di beberapa area tubuh seperti leher, ketiak, payudara, maupun pada permukaan kulit yang mudah dijangkau.
“Benjolan sering kali dianggap sepele oleh masyarakat, padahal tidak semua benjolan itu aman. Penting untuk mengenali karakteristiknya sejak dini agar dapat dibedakan mana yang jinak dan mana yang berpotensi ganas,” ujar dr. Sri Wildanur.
Ia menekankan benjolan jinak umumnya tumbuh lambat, tidak menimbulkan rasa nyeri, dan cenderung tidak berbahaya. Sebaliknya, benjolan ganas memiliki karakteristik tumbuh lebih cepat, dapat menyebar, serta berpotensi mengancam jiwa apabila tidak ditangani secara dini.
“Ciri-ciri yang perlu diwaspadai antara lain benjolan yang cepat membesar, terasa keras, tidak dapat digerakkan, atau disertai perubahan pada kulit. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera lakukan pemeriksaan medis,” tambahnya.
Ia menjelaskan secara umum terdapat beberapa jenis benjolan yang perlu diwaspadai, di antaranya benjolan akibat tumor ganas, kista, maupun tumor jinak. Masing-masing memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda sehingga memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis.
Adapun faktor penyebab munculnya benjolan cukup beragam, mulai dari paparan zat berbahaya, infeksi dan peradangan, hingga faktor keturunan atau genetik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan yang terjadi pada tubuhnya.
Selain ciri fisik, dr. Sri juga mengingatkan adanya gejala penyerta yang tidak boleh diabaikan, seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, perubahan fungsi organ di sekitar benjolan, serta penurunan berat badan secara tiba-tiba. “Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat benjolan yang mencurigakan diperiksa, maka peluang keberhasilan pengobatan akan semakin besar,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diedukasi tentang pentingnya melakukan pemeriksaan mandiri di rumah secara rutin, terutama pada area tubuh yang rentan. Namun demikian, pemeriksaan medis tetap menjadi langkah utama untuk memastikan kondisi benjolan melalui pemeriksaan lanjutan seperti biopsi atau pencitraan medis.
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, menghindari paparan zat karsinogenik, menjaga kebersihan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengenali tanda-tanda awal penyakit, khususnya yang berkaitan dengan benjolan, sehingga dapat segera melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan diharapkan mampu menekan angka kejadian kanker serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Sumatera Barat,” tukasnya. ***