Padang - Rapat Koordinasi Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (TB) Provinsi Sumatera Barat berlangsung khidmat di Auditorium RSUP Dr. M. Djamil, Selasa, 12 Mei 2026. Kehadiran Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di rumah sakit rujukan utama wilayah ini menegaskan bahwa fasilitas kesehatan tersebut bukan sekadar tempat pertemuan, melainkan garda terdepan dalam strategi nasional penanganan TB.
Dalam suasana penuh target ambisius, Wamenkes mengungkapkan bahwa dari estimasi 25 ribu kasus TB di Sumbar, masih ada sekitar 10 ribu penderita yang belum terdata dan mendapat pengobatan intensif. "Ini provinsi ke-24 yang kami datangi. Kami ingin memastikan pemerintah pusat dan daerah bergerak bersama," tegasnya. Gubernur Mahyeldi pun langsung merespons dengan komitmen menggerakkan jajaran hingga tingkat nagari dan desa.
Namun, yang menarik perhatian adalah pernyataan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Ia menegaskan bahwa rumah sakitnya tidak hanya menjadi tuan rumah pertemuan, tetapi juga siap mentransformasi hasil koordinasi itu menjadi aksi nyata. "Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kapasitas tenaga kesehatan untuk deteksi dini serta penanganan pasien TB secara optimal," ujarnya.
Dengan semangat dari Auditorium RSUP Dr. M. Djamil, sinergi tiga pilar—pusat, daerah, dan rumah sakit—diharapkan mampu menekan angka kematian TB yang masih mencapai 126 ribu jiwa per tahun secara nasional. Edukasi masyarakat lewat kader kesehatan hingga pemasangan teknologi portable X-ray menjadi program yang langsung dikawal oleh rumah sakit setempat. ***