Jakarta - Rabu, 3 Juni 2026 lalu, Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta menerima kunjungan studi banding dari delegasi Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor. Kegiatan yang dihadiri oleh 5 (lima) orang peserta ini difokuskan pada pembahasan mendalam mengenai Pengelolaan Unit Fungsional Pendidikan.
Kehadiran tim studi banding disambut langsung oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua, yang hadir mewakili Direktur Utama RSAB Harapan Kita. Dalam sambutannya, Dr. Ariani menekankan pentingnya sinergi antar-institusi pelayanan kesehatan.
"Kami berharap kegiatan studi banding ini menjadi sarana untuk kolaborasi bersama, terutama dalam hal pelayanan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) dan juga pendidikan medis," ungkap Dr. Ariani. Beliau juga menambahkan bahwa RSAB Harapan Kita sangat terbuka untuk berbagi pengalaman operasional, tantangan (pitfalls), serta solusi yang telah diterapkan, sekaligus siap bertukar perspektif dengan tim dari RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo.
Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Administrasi Lt. 1 ini, turut diisi dengan sambutan balasan dari perwakilan Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua, dr. Indah Kurniawigati, MARS.
Agenda utama studi banding dikemas dalam bentuk presentasi, diskusi, dan tanya jawab interaktif. Terdapat dua materi utama yang dibedah dalam pertemuan ini, yaitu:
* Transformasi Gedung Diklat menjadi Integrated Learning and Simulation Center, yang dipaparkan oleh Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan, Radhiya Dewi Istiqomah, SKM., MARS.
* Strategi Pengembangan Unit Fungsional Pendidikan dalam Mendukung Hospital-Based Education, yang disampaikan oleh Kepala Unit Fungsional Pendidikan, dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A(K).
Setelah sesi pemaparan dan diskusi yang komprehensif , rangkaian acara dilanjutkan dengan Hospital Tour. Rombongan diajak meninjau langsung berbagai fasilitas pendidikan unggulan yang ada di RSAB Harapan Kita, seperti Simulation Center, Skill Lab, serta area perpustakaan dan ruang kelas pendidikan dan pelatihan.
Melalui tinjauan langsung ini, diharapkan delegasi RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo dapat memperoleh gambaran konkret mengenai tata kelola dan infrastruktur yang dibutuhkan dalam menyelenggarakan fungsi pendidikan di lingkungan rumah sakit.***