Senin, 15 Juni 2026 10:19 WIB

RS Marzoeki Mahdi Matangkan Persiapan Akreditasi Melalui Survei Simulasi

Responsive image
RNT - RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
22

Bogor โ€“ Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) semakin mantap mempersiapkan diri menghadapi survei akreditasi rumah sakit yang direncanakan berlangsung pada Oktoberโ€“November 2026. Kesiapan tersebut diperkuat setelah RSMM menyelesaikan kegiatan Survei Simulasi Akreditasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) pada tanggal 8 dan 10โ€“11 Juni 2026.

Kegiatan simulasi dilaksanakan secara daring dan luring, termasuk telusur lapangan di berbagai unit pelayanan RS Marzoeki Mahdi. Simulasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemenuhan standar akreditasi sekaligus mengidentifikasi area yang masih memerlukan penguatan sebelum pelaksanaan survei akreditasi sesungguhnya.

Tim surveior LAM-KPRS yang melakukan penilaian terdiri atas Dr. dr. Andry, MM, MHKes, dr. Hermien Widjajati, SpA, M.A.R.S., dan Dr. Rokiah Kusumapradja, SKM, MHA. Selama pelaksanaan survei simulasi, tim melakukan telaah dokumen, wawancara, observasi lapangan, serta penelusuran implementasi standar di berbagai unit pelayanan rumah sakit.

Berdasarkan hasil simulasi, para surveior memberikan apresiasi terhadap komitmen RS Marzoeki Mahdi dalam membangun sistem mutu dan keselamatan pasien. Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dinilai telah berjalan dengan baik, didukung oleh ketersediaan laporan yang lengkap, pemantauan indikator mutu yang rutin, pelaksanaan pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP), serta regulasi dan dokumen yang tersusun dengan baik.

Tim surveior juga menilai bahwa kekuatan utama RS Marzoeki Mahdi terletak pada komitmen pimpinan, kelengkapan sistem mutu, ketersediaan dokumen pendukung, serta adanya mekanisme pelaporan dan evaluasi yang telah berjalan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fondasi tata kelola mutu dan keselamatan pasien di RSMM telah terbentuk dengan baik. Meski demikian, surveior juga memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan.

Dalam kesan umumnya, tim surveior menyampaikan bahwa dengan komitmen pimpinan yang kuat dan sistem yang telah tersedia, RS Marzoeki Mahdi memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat budaya mutu, keselamatan pasien, keselamatan staf, serta pengelolaan fasilitas yang lebih konsisten dan berkelanjutan.

Hasil survei simulasi ini akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi seluruh jajaran RS Marzoeki Mahdi dalam menyempurnakan berbagai aspek pelayanan. Melalui perbaikan berkelanjutan dan penguatan implementasi standar di seluruh unit kerja, RSMM optimistis dapat menghadapi survei akreditasi mendatang dengan lebih siap serta terus memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. ***