Sukoharjo — Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien (patient safety), khususnya pada penanganan kasus kegawat daruratan anak, sejumlah perawat RSO Soeharso Surakarta dan RSUD Sukarno Sukoharjo dari berbagai tatanan klinik mengikuti pelatihan intensif Pediatric Advanced Life Support (PALS). Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali tenaga keperawatan dengan kemampuan respons cepat dan tepat saat menghadapi kondisi kritis pada pasien anak.
Kegawat daruratan pada anak memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan pasien dewasa. Anatomi, fisiologi, serta respons tubuh anak terhadap penyakit memerlukan pendekatan medis dan keperawatan yang sangat spesifik.
"Deteksi dini terhadap penurunan kondisi klinis anak adalah kunci utama. Perawat di tatanan klinik merupakan garda terdepan yang pertama kali melihat perubahan kondisi pasien. Melalui pelatihan PALS ini, kompetensi mereka diasah agar tidak hanya mampu merespons saat terjadi henti jantung, tetapi mencegah terjadinya kondisi fatal tersebut," ujar dr. Kshanti Adhitya, Sp.EM, MM.selaku Manajer Pendidikan Dan Pelatihan. Pelatihan yang diikuti 25 peserta ini, untuk sesi praktek berlangsung 2 hari yang mulai pukul 08.00 – 15.30 WIB di Ruang Auditorium Lantai 3 Gedung Perkantoran dan untuk sesi teori sebelumnya secara daring.
Pelatihan yang berlangsung secara komprehensif ini menggabungkan pendalaman materi teoretis dengan simulasi kasus nyata (high-fidelity simulation). Beberapa fokus utama dalam pelatihan ini meliputi : Pertama, Pengenalan Dini Kegawatan : Mengidentifikasi tanda-tanda gagal napas dan syok pada anak sebelum berkembang menjadi henti jantung.Kedua, Manajemen Jalan Napas : Teknik tata laksana jalan napas tingkat lanjut yang aman bagi pasien anak. Ketiga, Resusitasi Jantung Paru (RJP) Kualitas Tinggi : Implementasi algoritma PALS terbaru untuk integrasi tindakan kompresi dan ventilasi yang efektif. Keempat, Terapi Farmakologi & Elektrikal : Penggunaan obat-obatan darurat pediatric serta pengoperasian defibrillator/AED sesuai dosis anak. Dan Kelima, Kerjasama Tim (Team Dynamics): Simulasi kepemimpinan dan komunikasi efektif (skema closed-loop communication) dalam tim resusitasi. Harapan manajemen dengan selesainya pelatihan ini, para perawat peserta diharapkan dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat ke dalam praktik sehari-hari di ruang rawat anak, Mini-ICU, maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa sertifikasi PALS ini bukan sekadar pemenuhan aspek administrasi atau akreditasi, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menekan angka mortalitas anak akibat kegawatdaruratan di rumah sakit. Melalui perawat yang kompeten dan responsif, peluang keberhasilan resusitasi dan keselamatan pasien anak dapat ditingkatkan secara signifikan. ***