Padang - Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia lanjut, RS M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk “Pentingnya Latihan Penguatan Otot pada Lansia” di Instalasi Rehabilitasi Medik. Kegiatan ini diikuti oleh pasien, keluarga pasien, serta masyarakat yang sedang berada di lingkungan rumah sakit sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif yang rutin dilaksanakan RS M. Djamil.
Penyuluhan menghadirkan narasumber dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr. Nidya Khaireza, Sp.KFR. Dalam paparannya, dr. Nidya menjelaskan proses penuaan menyebabkan massa dan kekuatan otot mengalami penurunan secara bertahap. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya keseimbangan tubuh, meningkatnya risiko jatuh, hingga timbulnya nyeri pada sendi, terutama lutut dan punggung bawah. “Oleh karena itu, latihan penguatan otot menjadi salah satu langkah penting yang perlu dilakukan secara rutin agar lansia tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri,” ucapnya.
Menurutnya, banyak masyarakat yang masih menganggap nyeri sendi sebagai bagian yang tidak dapat dihindari dari proses penuaan. “Padahal, dengan latihan yang tepat dan dilakukan secara konsisten, kekuatan otot di sekitar sendi dapat meningkat sehingga mampu mengurangi beban pada persendian, memperbaiki keseimbangan, serta meningkatkan kualitas hidup lansia,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Nidya juga menjelaskan pemilihan jenis latihan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu. Bagi lansia yang memiliki keluhan nyeri lutut maupun nyeri punggung, aktivitas dengan benturan rendah lebih dianjurkan dibanding olahraga yang memberikan tekanan berlebih pada sendi.
“Salah satu bentuk latihan yang sering direkomendasikan oleh dokter rehabilitasi medik adalah berenang atau berjalan di dalam kolam karena air membantu menopang berat badan sehingga tekanan pada sendi menjadi lebih ringan, namun otot tetap bekerja secara optimal,” ucap dr. Nidya.
Selain memilih jenis latihan yang tepat, dr. Nidya menekankan pentingnya menerapkan tiga aturan emas dalam berolahraga agar manfaatnya dapat diperoleh secara maksimal tanpa meningkatkan risiko cedera. Ketiga prinsip tersebut adalah melakukan latihan secara rutin, memulai gerakan dengan tempo yang pelan dan terkontrol, serta mengenali batas kemampuan tubuh sehingga tidak memaksakan diri ketika muncul rasa nyeri atau kelelahan berlebihan.
"Kekuatan otot tidak datang dalam semalam. Namun dengan meluangkan waktu sekitar 15 menit saja, dua hingga tiga kali dalam seminggu, lansia sedang membangun penyangga alami yang akan membantu melindungi lutut seumur hidup,” ujar dr. Nidya Khaireza, Sp.KFR.
Ia menambahkan latihan penguatan otot tidak selalu membutuhkan alat khusus maupun intensitas yang berat. Gerakan sederhana yang dilakukan secara benar, bertahap, dan berkesinambungan justru memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan latihan yang terlalu berat tetapi tidak dilakukan secara konsisten. “Dengan otot yang lebih kuat, lansia memiliki keseimbangan yang lebih baik, lebih percaya diri dalam beraktivitas, serta memiliki risiko jatuh yang lebih rendah,” ucapnya.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, RS M. Djamil berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kesehatan pada usia lanjut tidak hanya bergantung pada pengobatan ketika sakit, tetapi juga melalui perubahan gaya hidup yang lebih aktif dan sehat. Edukasi kesehatan seperti ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, sehingga masyarakat dapat menikmati masa lanjut usia yang tetap sehat, mandiri, dan produktif. ***