Jakarta - Komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air membawa Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Jakarta Water Hero 2026 yang diselenggarakan oleh PAM JAYA. Apresiasi tertinggi ini diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada acara penganugerahan yang berlangsung khidmat di Balai Kota Grha Ali Sadikin, Jakarta Pusat, pada Jumat, 26 Juni 2026.
RSAB Harapan Kita diakui atas kontribusi nyatanya melalui program inovasi unggulan bertajuk "3R-WATER: Reduce, Reuse, Recycle Water - Inovasi Hijau Menuju Rumah Sakit Berkelanjutan". Inovasi ini mencakup tiga pilar utama, yaitu pemanfaatan air reject Reverse Osmosis (RO) dari unit Hemodialisa untuk penyiraman taman, pengolahan sampah organik rumah sakit beserta tenant F&B, dan optimalisasi air untuk edukasi hidroponik bagi pasien.
Hadir mewakili jajaran direksi untuk menerima penghargaan tersebut, Direktur Perencanaan dan Keuangan RSAB Harapan Kita, Nola Juasnita, SE. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggitingginya kepada seluruh civitas hospitalia, khususnya tim Instalasi Kesehatan Lingkungan dan K3 (K3KL) RSAB Harapan Kita yang telah menggagas dan mengeksekusi program pelestarian ini.
"Pihak manajemen sangat bangga dengan pencapaian civitas hospitalia yang berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi ini. Secara khusus, apresiasi tertinggi saya tujukan kepada teman-teman di Instalasi Kesehatan Lingkungan dan K3 (K3KL). Berkat dedikasi dan inisiatif mereka mengikuti perlombaan ini, kita bisa menang. Sejujurnya, harusnya bukan saya yang berdiri naik di atas panggung ini untuk menerima penghargaan, tapi teman-teman dari K3KL yang telah bekerja keras di lapangan."
Ajang Jakarta Water Hero 2026 dengan tema "From Impact to Influence" merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PAM JAYA kepada individu, komunitas, pelanggan, dan mitra strategis yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberlanjutan air di ibukota. Keberhasilan RSAB Harapan Kita membuktikan bahwa rumah sakit sebagai fasilitas publik yang beroperasi 24 jam non-stop dapat menjadi agen perubahan lingkungan yang bertanggung jawab.
Dengan posisi RSAB Harapan Kita sebagai rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI, kemenangan ini diharapkan dapat menjadi percontohan (role model) bagi institusi kesehatan lainnya. Praktik baik pengolahan limbah air dan sampah organik ini tidak hanya meminimalisir dampak lingkungan operasional rumah sakit, tetapi juga secara aktif mengedukasi ribuan pengunjung dan pasien yang datang setiap bulannya.
Penghargaan ini menjadi suntikan semangat bagi seluruh jajaran RSAB Harapan Kita untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas, sejalan dengan visi mewujudkan pelayanan kesehatan yang unggul dan berwawasan lingkungan. ***