Jakarta – Kementerian Kesehatan melalui Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan menggelar kegiatan donor darah sukarela, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 522 pendaftar yang terdiri dari pegawai Kementerian Kesehatan dan masyarakat umum. Dari jumlah tersebut, sebanyak 445 peserta dinyatakan berhasil mendonorkan darahnya, melebihi target awal 350 peserta yang lolos seleksi. Acara ini merupakan rangkaian donor darah ketiga yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan pada tahun 2026, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan pada bulan Januari dan Mei.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS turut hadir serta berpartisipasi langsung sebagai salah satu pendonor. Kegiatan donor ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, serta Unit Pengelola Darah (UPD) dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP Fatmawati, RS Kanker Dharmais, dan PMI Kota Depok.
Kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memastikan ketersediaan darah yang aman dan berkualitas guna memenuhi kebutuhan nasional. Kebutuhan darah di Indonesia masih menjadi tantangan besar, mengingat dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, kebutuhan ideal mencapai 5,6 juta kantong darah per tahun. Namun, pada tahun 2025, ketersediaan darah baru mencapai sekitar 4,4 juta kantong, sehingga masih terdapat kesenjangan yang signifikan. Padahal, darah merupakan komponen vital yang menentukan hidup dan mati bagi pasien gawat darurat, ibu melahirkan dengan komplikasi, korban kecelakaan, pasien operasi besar, serta penderita kanker dan thalasemia yang memerlukan transfusi berulang.
Lebih lanjut, partisipasi aktif dan berkelanjutan dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan, mengingat hingga saat ini darah manusia tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun. Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah juga memberikan keuntungan bagi pendonor, seperti membantu mengatur kadar zat besi, menurunkan risiko penyakit jantung, merangsang regenerasi sel darah, serta memberikan deteksi dini masalah kesehatan melalui pemeriksaan menyeluruh. Tak hanya itu, tindakan altruistik ini juga terbukti memberikan kesejahteraan psikologis dengan meningkatkan rasa bahagia dan kepuasan diri.
Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk terus memperkuat mutu pelayanan darah nasional melalui peningkatan kapasitas Unit Pengelola Darah, standardisasi layanan, dan percepatan distribusi darah yang merata. Apresiasi yang tinggi disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para pendonor yang telah mendaftar secara daring.
Berikut rincian hasil donor darah dari masing-masing UPD: PMI Kota Depok berhasil mengumpulkan 109 kantong darah dari 132 pendaftar, RS Kanker Dharmais 99 kantong darah, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo 120 kantong darah, dan RSUP Fatmawati 117 kantong darah. Total keseluruhan peserta yang berhasil mendonorkan darahnya mencapai 445 orang. Para pendonor juga diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan dengan istirahat yang cukup sebelum dan sesudah donor agar dapat menjadi donor darah yang lestari. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat persatuan dan kepedulian, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. ***