Padang - RS M. Djamil terus mematangkan rencana pengembangan rumah sakit melalui proyek Teaching Hospital Referral Upgrading and System Transformation (TRUST). Salah satu tahapan penting dalam pengembangan tersebut adalah memastikan aspek transportasi dan lalu lintas di sekitar kawasan rumah sakit dapat berjalan secara aman, tertib, dan mampu mengakomodasi peningkatan aktivitas pelayanan kesehatan di masa mendatang.
Dalam rangka itu RS M. Djamil bersama Dinas Perhubungan Kota Padang mengadakan Konsultasi Publik Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) Pengembangan Masterplan RS M. Djamil melalui Proyek TRUST di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses kajian terhadap dampak lalu lintas yang berpotensi muncul seiring dengan pengembangan kawasan dan peningkatan kapasitas RS M. Djamil. Konsultasi publik juga menjadi ruang untuk menyampaikan rencana pengembangan kepada para pemangku kepentingan sekaligus melakukan penjaringan aspirasi, masukan, serta berbagai kondisi yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan Andalalin.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan lalu lintas, keamanan, ketertiban, serta wilayah di sekitar rumah sakit. Hadir dalam kegiatan tersebut tim dari Dinas Perhubungan Kota Padang, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang, Polresta Padang, Camat Padang Timur, Lurah Sawahan Timur, konsultan Andalalin, serta jajaran manajemen RS M. Djamil.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan pengembangan masterplan rumah sakit melalui Proyek TRUST tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan peningkatan kapasitas layanan kesehatan. Pengembangan kawasan rumah sakit juga harus dirancang secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek pendukung, termasuk sistem transportasi dan lalu lintas.
"Kita ingin memastikan pengembangan RS M. Djamil ke depan tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat berjalan selaras dengan kondisi lingkungan sekitar. Karena itu, aspek lalu lintas menjadi salah satu hal yang harus kita persiapkan sejak awal," ujar Dovy.
Ia menambahkan, konsultasi publik merupakan bagian penting dalam proses perencanaan karena pengembangan rumah sakit akan berdampak terhadap berbagai aktivitas di kawasan sekitarnya. Masukan dari pemerintah daerah, aparat keamanan, perangkat kewilayahan, serta masyarakat menjadi bahan yang berharga untuk memastikan rencana pengembangan dapat diimplementasikan secara baik.
"Kami tentu tidak ingin merancang pengembangan ini hanya dari perspektif rumah sakit. Kita membutuhkan pandangan dari berbagai pihak yang sehari-hari memahami kondisi lalu lintas, keamanan, lingkungan, maupun dinamika masyarakat di sekitar kawasan rumah sakit. Dengan kolaborasi ini, kita berharap solusi yang dihasilkan benar-benar komprehensif," katanya.
Dovy menjelaskan RS M. Djamil merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera sehingga aktivitas pelayanan di rumah sakit memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas masyarakat dari berbagai daerah. Pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, maupun kendaraan layanan darurat merupakan bagian dari aktivitas yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan kawasan rumah sakit.
Oleh karena itu, perencanaan lalu lintas harus mampu menjawab kebutuhan saat ini sekaligus mengantisipasi perkembangan rumah sakit pada masa mendatang. Termasuk di dalamnya pengaturan akses masuk dan keluar kawasan, pergerakan kendaraan, kebutuhan parkir, keselamatan pengguna jalan, serta kelancaran akses bagi kendaraan ambulans dan kendaraan pelayanan lainnya.
"Rumah sakit rujukan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kawasan lainnya. Ada ambulans, ada pasien yang membutuhkan akses cepat, ada keluarga pasien, tenaga kesehatan, dan berbagai aktivitas lainnya. Semua ini harus diperhitungkan dalam perencanaan agar nantinya sistem lalu lintas di kawasan rumah sakit dapat mendukung pelayanan, bukan justru menjadi hambatan," tutur Dovy.
Dalam konsultasi tersebut, peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pandangan terkait kondisi lalu lintas dan lingkungan sekitar RS M. Djamil. Penjaringan aspirasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi eksisting sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi persoalan yang perlu diantisipasi dalam rencana pengembangan masterplan.
Selain pembahasan di ruang rapat, pada kesempatan tersebut tim Dinas Perhubungan Kota Padang, Satpol PP Kota Padang, Polresta Padang, Camat Padang Timur dan Lurah Sawahan Timur bersama konsultan serta manajemen RS M. Djamil juga meninjau secara langsung lokasi yang berkaitan dengan lalu lintas pengembangan masterplan RS M. Djamil.
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi eksisting secara langsung, termasuk akses jalan, pola pergerakan kendaraan, titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan, serta berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan rekomendasi Andalalin.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Syani, S.SIT, M.T mengatakan konsultasi publik merupakan tahapan penting untuk memastikan rencana pengembangan RS M. Djamil dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi sistem transportasi di kawasan sekitar. Pengembangan sebuah kawasan dengan aktivitas yang besar tentu akan memberikan pengaruh terhadap pergerakan lalu lintas. Karena itu, diperlukan perencanaan yang matang agar peningkatan aktivitas rumah sakit dapat diantisipasi melalui pengaturan lalu lintas yang tepat.
"Pengembangan RS M. Djamil tentu akan memberikan dampak terhadap mobilitas di kawasan sekitarnya. Karena itu, kita perlu melihatnya secara menyeluruh. Andalalin ini menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi dampak yang mungkin terjadi sekaligus menyiapkan langkah-langkah penanganannya," ujar Yudi.
Ia menyampaikan Dinas Perhubungan Kota Padang mendukung proses perencanaan pengembangan RS M. Djamil yang dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan aspek transportasi. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan rumah sakit dinilai penting agar kebutuhan pelayanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat pengguna jalan.
"Kita ingin pengembangan ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, tetapi pada saat yang sama aspek keselamatan, kelancaran dan ketertiban lalu lintas juga harus tetap terjaga. Karena itu, masukan dari berbagai pihak dalam konsultasi publik ini menjadi sangat penting," katanya.
Yudi menambahkan, hasil kajian dan masukan yang diperoleh dalam proses konsultasi publik diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah penanganan lalu lintas yang sesuai dengan kondisi kawasan. βHal tersebut termasuk kemungkinan penataan akses, sirkulasi kendaraan, manajemen lalu lintas, kebutuhan fasilitas pendukung, hingga aspek keselamatan pengguna jalan,β tuturnya. ***