Jumat, 21 Agustus 2026 18:31 WIB

Pascagempa Maumere Tim Aju Gabungan RSUP Dr Wahidin Leimena Tiba Langsung Operasi Pasien Trauma Korban Gempa

Responsive image
KML - RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
68

Makassar - Tim Aju gabungan dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar dan RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon tiba di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 19 Agustus 2026 pagi. Tanpa membuang waktu, tim medis darurat tersebut langsung bergerak cepat melakukan tindakan medis darurat serta penanganan operasi terhadap korban terdampak gempa di RSUD T.C. Hillers Maumere.

Berdasarkan laporan situasi (Situational Report/SITREP) hari pertama yang disampaikan langsung oleh ketua tim medis, dr. Tri Kurniawan, Sp.OT, rombongan bertolak dari Kupang pada pukul 08.00 WITA menggunakan pesawat Casa milik TNI Angkatan Udara (TNI-AU) dan mendarat di Maumere tepat pukul 09.00 WITA.

Setibanya di lokasi, tim diterima oleh Direktur RSUD T.C. Hillers Maumere, dr. Paulus Lameng, M.P.H., bersama Kepala Instalasi Bedah Central (OK) dr. Komang Agus, Sp.B, serta dokter spesialis anestesi dr. Arie Rodhyat, Sp.An-Ti untuk berkoordinasi memetakan penanganan darurat.

Meskipun wilayah Maumere masih terus diguncang gempa susulan, dr. Tri melaporkan bahwa secara umum infrastruktur utama pelayanan medis darurat di RSUD T.C. Hillers masih berfungsi relatif baik.

"Pelayanan operasi bedah sudah bisa langsung kami jalankan karena gedung dan fasilitas ruang operasi (OK) tidak mengalami kerusakan berat dan masih sangat fungsional. Begitu pula dengan unit perawatan intensif (ICU) yang sudah dapat beroperasi di gedung ICU," ujar dr. Tri dalam keterangannya, Rabu malam.

Namun demikian, dampak guncangan gempa memaksa pihak rumah sakit memindahkan pelayanan perawatan rawat inap ke area terbuka. Saat ini, para pasien rawat inap menjalani perawatan di dalam tenda-tenda darurat yang didirikan di lapangan rumah sakit. Keterbatasan luas tenda menjadi tantangan tersendiri bagi kapasitas tampung rawat inap saat ini.

Untuk kebutuhan penunjang medis dasar, seperti pemeriksaan laboratorium darah lengkap dan penegakan diagnosis radiologi (X-Ray), dipastikan tetap dapat berjalan normal.

Memasuki sore hari sekitar pukul 14.00 WITA, Tim Aju meninjau ketersediaan implan ortopedi, kondisi fisik kamar operasi, serta melakukan penapisan (assessment) terhadap pasien-pasien cedera berat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun di tenda rawat inap. Berbagai instrumen bedah dan implan ortopedi segera dimasukkan ke ruang sterilisasi.

Hasilnya, pada malam harinya pukul 21.10 hingga 23.50 WITA, tim bedah gabungan berhasil menyelesaikan operasi penanganan trauma berat pada seorang pasien laki-laki.

Pasien atas nama Tn. TT (27) menjalani tindakan pembedahan rekonstruksi ortopedi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) menggunakan plate and screw pada tulang selangka (left clavicle) dan tulang paha kiri (left femur). Tindakan ini dilakukan pasca-operasi eksplorasi laparotomi hari kedua (POD 2) akibat ruptur organ hati yang dialami pasien.

Seluruh personel yang diterjunkan berjumlah 8 orang tenaga medis spesialis dan perawat mahir. Dokter Tri menegaskan bahwa seluruh anggota tim berada dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas kemanusiaan.

Hingga saat ini, tim medis melaporkan bahwa belum ada kebutuhan logistik atau peralatan medis mendesak yang bersifat kritis karena pasokan awal masih mencukupi dan jalur akses transportasi menuju lokasi berjalan lancar.

Untuk rencana kerja hari Kamis (20/8/2026), Tim Aju telah menjadwalkan serangkaian tindakan operasi lanjutan bagi korban patah tulang akibat gempa, antara lain:

Pemasangan plate & screw (ORIF) pada pasien fraktur tertutup tulang paha kanan (CF 1/3 distal right femur) serta patah tulang lengan atas kiri (CF proximal and distal left humerus).

Tindakan ORIF pada kasus fraktur area paha atas (CF intertrochanter left femur).

Reposisi tertutup dan pembebatan gips dalam pembiusan total (closed reduction and casting under anesthesia) pada kasus patah tulang kering (CF shaft left tibia).

Selain jadwal pembedahan, tim medis juga akan melakukan kunjungan pasien (visite) pra dan pasca-operasi, merawat luka pasien rawat inap di tenda darurat, serta bersiap melayani konsultasi kasus cedera baru yang masuk melalui IGD RSUD T.C. Hillers Maumere.***