Selasa, 08 September 2026 23:32 WIB

RSUP Fatmawati Kembangkan Layanan Bedah Minimal Invasif untuk Penanganan Kanker Ovarium

Responsive image
Humas - RSUP Fatmawati Jakarta
38

Jakarta - RSUP Fatmawati terus mengembangkan layanan unggulan di bidang ginekologi onkologi melalui penerapan teknologi dan metode bedah minimal invasif dalam penanganan kanker ovarium. Salah satu tindakan yang dikembangkan adalah Laparoscopic Interval Debulking, yaitu prosedur pembedahan yang dilakukan setelah pasien menjalani kemoterapi neoadjuvan dan menunjukkan respons yang baik terhadap terapi.

Laparoscopic Interval Debulking bertujuan untuk mengangkat sisa penyakit yang masih ditemukan setelah pemberian kemoterapi. Prosedur dilakukan dengan menggunakan teknologi laparoskopi melalui beberapa sayatan kecil. Kamera laparoskopi membantu dokter memperoleh visualisasi area operasi secara lebih jelas sehingga tindakan pengangkatan jaringan penyakit dapat dilakukan secara terarah dan presisi.

Sebagai bagian dari pendekatan bedah minimal invasif, teknik laparoskopi memiliki sejumlah potensi keunggulan dibandingkan pembedahan terbuka, antara lain ukuran luka operasi yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang cenderung lebih minimal, risiko komplikasi pada luka yang lebih rendah, serta memungkinkan mobilisasi dan proses pemulihan pasien berlangsung lebih cepat.

Penerapan Laparoscopic Interval Debulking di RSUP Fatmawati menjadi bagian dari upaya pengembangan layanan ginekologi onkologi minimal invasif. Pengembangan layanan ini sejalan dengan komitmen RSUP Fatmawati untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, inovatif, berkualitas, serta mengutamakan keselamatan dan pemulihan pasien.

Tindakan tersebut dilakukan oleh Tim Dokter Ginekologi Onkologi RSUP Fatmawati, salah satunya dr. Yuri Feharsal, Sp.OG, Subsp.Onk, dengan dukungan tim medis dan tenaga kesehatan terkait.

Melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi medis, RSUP Fatmawati terus berupaya memberikan pilihan pelayanan yang semakin komprehensif bagi pasien dengan kanker ovarium, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klinis masing-masing pasien. ***