Padang - RS M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan sekaligus rumah sakit pendidikan melalui pengembangan infrastruktur, pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan masterplan rumah sakit yang direncanakan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2027.
Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Rapat Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand), di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, FK Unand Kampus Jati, Sabtu, 12 September 2026.
Dalam sambutannya, Dr. dr. Dovy Djanas menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan Rapat Kerja FK Unand. Rapat kerja ini menjadi momentum penting untuk menyusun arah kebijakan dan program secara lebih terencana sekaligus memperkuat kolaborasi antara FK Unand dengan RS M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan.
“RS M. Djamil sangat mendukung pelaksanaan Rapat Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Forum seperti ini penting untuk menyamakan persepsi, menyusun perencanaan yang lebih baik, serta memperkuat kolaborasi antara fakultas kedokteran dengan rumah sakit pendidikan,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas.
Ia mengatakan, perkembangan dunia kesehatan yang semakin dinamis membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antara institusi pendidikan dan rumah sakit. Rumah sakit pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi lingkungan pembelajaran klinis, pengembangan ilmu pengetahuan serta penelitian.
“Kolaborasi antara FK Unand dan RS M. Djamil harus terus kita perkuat. Kita tidak hanya berbicara tentang pelayanan, tetapi juga bagaimana rumah sakit dapat menjadi tempat pendidikan dan penelitian yang semakin baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RS M. Djamil juga memaparkan perkembangan rencana pengembangan masterplan rumah sakit. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari persiapan jangka panjang untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kapasitas RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan.
Saat ini, berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan pengembangan masterplan dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. “Untuk pengembangan masterplan rumah sakit, rencananya akan mulai pada pertengahan tahun 2027. Saat ini sudah masuk Greenbook melalui pendanaan AIIB. Tahap pertama yang direncanakan adalah pembangunan gedung Central Medical Unit atau CMU dan gedung Poliklinik Non JKN,” jelasnya.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya RS M. Djamil dalam mempersiapkan infrastruktur pelayanan yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Pembangunan fasilitas baru diharapkan dapat menciptakan pelayanan yang semakin terintegrasi, efektif, dan berkualitas.
Namun, pengembangan masterplan RS M. Djamil tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Sebagai rumah sakit pendidikan, aspek pendidikan dan penelitian juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan pengembangan tersebut.
“Karena RS M. Djamil merupakan rumah sakit pendidikan, maka dalam pengembangan masterplan ini kita juga memikirkan kebutuhan pendidikan dan penelitian. Nantinya di lantai 8 gedung CMU akan disiapkan sarana pendidikan dan penelitian. Ini menjadi bagian penting dari pengembangan rumah sakit ke depan,” ungkapnya.
Menurut Dr. dr. Dovy Djanas, keberadaan fasilitas pendidikan dan penelitian dalam pengembangan masterplan akan semakin memperkuat ekosistem rumah sakit pendidikan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, proses pembelajaran, penelitian, dan pelayanan dapat berjalan secara beriringan serta saling mendukung.
“Kami mohon dukungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas terhadap rencana pengembangan masterplan RS M. Djamil ini. Karena rumah sakit dan fakultas kedokteran memiliki hubungan yang sangat erat, maka pengembangan yang dilakukan harus dapat memberikan manfaat bagi pelayanan, pendidikan, dan penelitian secara bersama-sama,” tuturnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd, menyampaikan dukungannya terhadap rencana pengembangan masterplan RS M. Djamil. “Kami mendukung rencana pengembangan masterplan RS M. Djamil. Sebagai rumah sakit pendidikan, tentu pengembangan fasilitas dan infrastruktur akan memberikan dampak yang besar terhadap proses pendidikan, penelitian, maupun pelayanan,” ujar Dr. dr. Sukri Rahman.
Menurutnya, pengembangan fasilitas pendidikan dan penelitian di lingkungan rumah sakit dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus memperkuat kerja sama antara FK Unand dan RS M. Djamil. “Kita berharap pengembangan ini dapat semakin memperkuat kolaborasi FK Unand dengan RS M. Djamil. Dengan fasilitas yang semakin baik, kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian sekaligus mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu,” katanya.
Ia berharap proses pengembangan masterplan RS M. Djamil dapat terus dikomunikasikan dan disinergikan dengan FK Unand, sehingga kebutuhan pendidikan dan pelayanan dapat dipertimbangkan secara bersama. Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang baik akan menjadi kunci agar setiap tahapan pengembangan dapat memberikan manfaat maksimal bagi kedua institusi.
“FK Unand tentu siap mendukung dan berkolaborasi dalam proses ini. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana RS M. Djamil dapat semakin kuat sebagai rumah sakit rujukan sekaligus rumah sakit pendidikan, dan FK Unand dapat terus menghasilkan lulusan serta sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas. Mudah-mudahan pengembangan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Sumatera Barat,” pungkasnya. ***