Padang - RS M. Djamil menunjukkan komitmen dan dukungannya terhadap pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat melalui kehadiran Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FSIQua, dalam rangkaian Dies Natalis ke-70 dan Lustrum ke-XIV Universitas Andalas (Unand), Senin, 14 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Andalas tersebut mengusung tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FSIQua, hadir bersama jajaran undangan lainnya dalam sidang terbuka Dies Natalis ke-70 dan Lustrum ke-XIV Universitas Andalas. Sidang terbuka tersebut dipimpin oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. Orasi ilmiah tersebut disampaikan secara virtual dan menjadi salah satu agenda penting dalam peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FSIQua, menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-70 dan Lustrum ke-XIV Universitas Andalas. “Selamat Dies Natalis ke-70 dan Lustrum ke-XIV Universitas Andalas. Semoga Universitas Andalas semakin maju, semakin unggul, dan terus memberikan dampak yang luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Dovy Djanas.
Menurutnya, tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak” memiliki makna yang kuat bagi perjalanan Universitas Andalas ke depan. Pertumbuhan sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari usia maupun capaian akademiknya, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.
“Universitas Andalas telah melalui perjalanan panjang selama 70 tahun. Semoga dengan akar yang semakin kuat, Universitas Andalas dapat terus menjulang dan memberikan dampak yang semakin besar, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Dovy menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkualitas. Rumah sakit tidak hanya berperan sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wahana pendidikan dan penelitian yang berkontribusi terhadap lahirnya tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas.
“RS M. Djamil dan Universitas Andalas memiliki hubungan yang sangat erat. Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang sudah berjalan dapat terus diperkuat, sehingga bersama-sama kita dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat dan Indonesia,” ujar Dovy.
Ia menilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan menuntut adanya kolaborasi yang semakin kuat antara institusi pendidikan, rumah sakit, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. "Kolaborasi tersebut diperlukan agar inovasi yang lahir dari lingkungan akademik dapat memberikan manfaat nyata dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan," tuturnya.
Bagi RS M. Djamil, sebutnya, keberadaan Universitas Andalas sebagai mitra strategis memiliki arti penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. "Sinergi pendidikan, penelitian, dan pelayanan menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan," tuturnya.
Melalui momentum Dies Natalis ke-70 dan Lustrum ke-XIV ini, RS M. Djamil turut memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Universitas Andalas sekaligus menyampaikan harapan agar kerja sama dan kolaborasi kedua institusi semakin kuat di masa mendatang.
“Sekali lagi kami mengucapkan selamat Dies Natalis ke-70 dan Lustrum ke-XIV Universitas Andalas. Semoga semakin berjaya, semakin memberikan manfaat, dan terus tumbuh menjadi universitas yang unggul serta berdampak luas,” tutur Dovy. ***