Sabtu, 26 September 2026 13:00 WIB

RS M Djamil Bersama Departemen Ophthalmologi Gelar Skrining Retinopati Diabetik

RS M Djamil Bersama Departemen Ophthalmologi Gelar Skrining Retinopati Diabetik
Humas - RSUP dr. Djamil Padang 41 kali dilihat

Padang - RS M. Djamil bersama Departemen Ophthalmologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Puskesmas Ambacang, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan mata secara berkala, khususnya bagi masyarakat yang memiliki risiko mengalami gangguan penglihatan akibat diabetes.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan. Mulai dari skrining retinopati diabetik, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan tekanan bola mata hingga pemeriksaan retina. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara lebih dini sekaligus menemukan adanya gangguan mata yang berpotensi mengancam penglihatan.

“Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes yang dapat menyerang mata. Kondisi tersebut terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah retina. Pada tahap awal, retinopati diabetik dapat tidak menimbulkan keluhan yang berarti sehingga seseorang bisa saja tidak menyadari bahwa telah terjadi perubahan pada retina matanya,” kata Dokter spesialis mata RS M. Djamil, dr. Weni Helvinda, Sp.M (K).

Menurutnya, pemeriksaan atau skrining menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi retina sejak dini. Dengan ditemukannya kelainan lebih awal, pasien dapat segera mendapatkan penanganan dan pemantauan sesuai dengan kondisi yang dialami. Pengendalian diabetes juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada pembuluh darah retina.

“Karena itu, selain melakukan pemeriksaan mata, pengendalian gula darah juga sangat penting. Pasien diabetes perlu melakukan kontrol secara rutin, baik untuk kondisi gula darah maupun kesehatan matanya,” katanya.

dr. Weni mengatakan kegiatan skrining seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan mata tidak cukup hanya dilakukan ketika sudah muncul gangguan penglihatan. “Dengan deteksi dini, kita bisa memberikan edukasi dan tindak lanjut yang sesuai sehingga diharapkan dapat menekan angka kebutaan akibat komplikasi diabetes,” ujarnya.

Ia menjelaskan masyarakat yang memiliki diabetes sebaiknya tidak menunggu sampai penglihatan mengalami penurunan untuk memeriksakan kondisi mata. Sebab, gangguan pada retina dapat berkembang secara bertahap dan pada kondisi tertentu kerusakan yang sudah terjadi dapat memengaruhi kualitas penglihatan secara signifikan.

Karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat secara langsung dinilai menjadi salah satu sarana penting untuk memperluas akses edukasi serta pemeriksaan kesehatan mata. “Masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga memperoleh informasi mengenai faktor risiko dan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh,” ucapnya.

Melalui skrining dan deteksi dini, berbagai gangguan pada mata diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat. “Jangan menunggu penglihatan terganggu baru datang memeriksakan mata. Terutama bagi pasien diabetes, pemeriksaan retina perlu menjadi bagian dari pemantauan kesehatan secara rutin,” kata dr. Weni. ***