Senin, 28 September 2026 10:06 WIB

RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Cetak Tonggak Sejarah Sukses Gelar Operasi Bariatrik Perdana

RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Cetak Tonggak Sejarah Sukses Gelar Operasi Bariatrik Perdana
KML - RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 55 kali dilihat

Makassar - RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar mencatatkan tonggak sejarah baru dalam dunia kesehatan di kawasan Indonesia Timur dengan sukses melaksanakan operasi bariatrik untuk pertama kalinya pada Sabtu, 26 September 2026. Tindakan medis ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62.

Operasi perdana tersebut dilakukan pada seorang pasien perempuan berusia 30 tahun dengan berat badan 95 kilogram. Prosedur bedah berjalan lancar berkat penanganan tim dokter bedah digestif RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Ronald Erasio Lusikooy, Sp.B-KBD dan dr. M. Ikhwan Kusuma, Sp.B-KBD, yang didukung oleh tim anestesi, keperawatan, serta tenaga kesehatan terkait.

Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, FISQua, AIFO-K, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan wujud transformasi layanan rumah sakit untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang semakin maju dan terintegrasi.

"Ini merupakan tonggak sejarah baru bagi RS Wahidin. Kami ingin memastikan masyarakat di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur memiliki akses terhadap layanan bariatrik yang aman, komprehensif, dan berbasis bukti ilmiah tanpa harus mencari pelayanan jauh ke luar daerah," ujar dr. Annas saat meluncurkan Layanan Bedah Bariatrik.

Operasi bariatrik merupakan prosedur bedah yang menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien obesitas dengan indikasi tertentu. Lebih dari sekadar menurunkan berat badan, tindakan ini bertujuan untuk mengendalikan berbagai risiko penyakit metabolik yang kerap menyertai obesitas.

Sebagaimana diketahui, obesitas merupakan kondisi kesehatan yang memicu peningkatan risiko penyakit serius, seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, hingga gangguan tidur. Oleh karena itu, pelayanan bariatrik memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang keahlian, mulai dari ilmu penyakit dalam, anestesi, gizi klinik, psikiatri, hingga keperawatan.

dr. Annas menegaskan, keberhasilan tindakan bedah ini bukan akhir, melainkan titik awal pengembangan layanan obesitas dan metabolik yang terintegrasi di rumah sakit rujukan nasional tersebut.

"Kami ingin membangun layanan yang utuh, mulai dari skrining, asesmen, edukasi, intervensi nutrisi, tindakan operatif sesuai indikasi, hingga pemantauan jangka panjang. Prinsipnya adalah keselamatan pasien, kualitas layanan, dan hasil klinis yang optimal," tuturnya.

Keberhasilan operasi perdana ini juga merefleksikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dalam menghadirkan pelayanan spesialistik dan subspesialistik yang kompleks. Sebagai rumah sakit rujukan nasional dan rumah sakit pendidikan utama di Indonesia Timur, institusi ini terus berkomitmen memperkuat layanan unggulan menuju clinical excellence melalui kolaborasi multidisiplin, pemanfaatan teknologi kedokteran terkini, serta penerapan standar mutu dan keselamatan pasien yang ketat.***