RS M Djamil Edukasi Pasien dan Keluarga tentang Pencegahan Infeksi Luka Operasi
Padang - RS M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi setelah tindakan medis. Pada Jumat, 9 Oktober 2026, RS M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan mengadakan edukasi kesehatan di ruang tunggu Instalasi Bedah Sentral dengan mengangkat tema Pencegahan Infeksi Luka Operasi.
Kegiatan ini menghadirkan enam narasumber, yakni Zelsy Yendra, AMK, Ns. Winda Riska, S.Kep, Ns. Iska Ayu Putri, S.Kep, Ns. Efa Sulasri, S.Kep, Alimar, Amd.Kep, serta Amrizal, S.ST. Para narasumber memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya perawatan luka operasi yang tepat, faktor risiko infeksi, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah perawatan luka yang dapat dilakukan di rumah.
Dalam pemaparannya, Ns. Efa Sulasri, S.Kep menjelaskan luka operasi merupakan luka yang sengaja dibuat oleh tenaga medis selama prosedur pembedahan. Sementara itu, Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah infeksi yang terjadi setelah tindakan operasi pada area tubuh yang menjalani pembedahan.
“Infeksi luka operasi perlu menjadi perhatian karena dapat mengganggu proses penyembuhan pasien. Oleh karena itu, pemahaman tentang cara merawat luka dengan benar sangat penting, baik bagi pasien maupun keluarga yang membantu selama masa pemulihan,” jelasnya.
Ia menerangkan, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi luka operasi. Faktor tersebut antara lain usia lanjut, penyakit penyerta atau komorbid, obesitas, kebiasaan merokok, serta kurangnya perhatian terhadap kebersihan tangan. “Berbagai faktor tersebut perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi proses penyembuhan dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi,” tuturnya.
Selain memahami faktor risiko, pasien dan keluarga juga perlu mengenali tanda-tanda infeksi pada luka operasi. Ns. Efa menjelaskan terdapat beberapa tanda yang dapat diamati, yaitu calor atau luka terasa panas, dolor atau nyeri, rubor atau kemerahan, serta tumor atau pembengkakan di sekitar area luka.
“Apabila luka operasi terasa semakin panas, nyeri bertambah, muncul kemerahan, atau terjadi pembengkakan, pasien perlu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Jangan mengabaikan perubahan pada luka, terutama jika keluhan semakin memburuk atau disertai demam maupun keluarnya cairan dari luka,” ungkapnya.
Ia menyampaikan perawatan luka memiliki beberapa tujuan utama, yakni mencegah terjadinya infeksi, memberikan kenyamanan kepada pasien, serta membantu mempercepat proses penyembuhan. “Perawatan yang dilakukan secara tepat dan sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pemulihan pasien setelah menjalani operasi,” tutur Ns. Efa.
Dalam edukasi tersebut, pasien dan keluarga juga diberikan pemahaman mengenai prinsip perawatan luka di rumah. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau antiseptik sesuai petunjuk sebelum menyentuh area luka maupun perlengkapan perawatan. Kebersihan tangan menjadi langkah mendasar untuk mengurangi risiko perpindahan kuman ke area luka.
Selanjutnya, balutan luka perlu dibuka secara hati-hati agar tidak menimbulkan cedera atau mengganggu jaringan yang sedang dalam proses penyembuhan. Luka kemudian dibersihkan menggunakan kasa steril dan cairan NaCl 0,9% sesuai instruksi tenaga kesehatan. Apabila diperlukan, penggunaan antiseptik atau salep untuk luka harus mengikuti anjuran dokter maupun perawat. Setelah proses perawatan selesai, luka ditutup kembali menggunakan kasa steril sesuai petunjuk yang diberikan.
Ns. Efa menekankan perawatan luka tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pasien dan keluarga perlu memahami bahwa setiap jenis operasi dapat memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Karena itu, instruksi dari dokter dan perawat harus menjadi acuan utama, termasuk mengenai frekuensi penggantian balutan, penggunaan obat atau antiseptik, serta kondisi yang mengharuskan pasien kembali ke rumah sakit.
“Pasien dan keluarga harus memastikan tangan tetap bersih sebelum melakukan perawatan luka. Gunakan perlengkapan yang bersih dan steril, serta ikuti petunjuk yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan. Jika tidak yakin bagaimana cara merawat luka, sebaiknya meminta bantuan atau berkonsultasi dengan perawat,” tambahnya. ***