RS Soeharto Heerdjan Gelar Workshop TMS Clinical Excellence Perkuat Kompetensi Tenaga Medis dalam Layanan Neuropsikiatri
Jakarta - Rumah Sakit Soeharto Heerdjan (RSSH) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan memperkuat mutu pelayanan kesehatan jiwa melalui penyelenggaraan Workshop TMS Clinical Excellence: Protokol, Targeting, dan Manajemen Keamanan Pasien.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta, ini diikuti oleh 34 tenaga medis dari berbagai rumah sakit di Indonesia. Workshop diselenggarakan secara klasikal (onsite) sebagai wadah pembelajaran, peningkatan kompetensi, dan pertukaran pengetahuan di bidang neuropsikiatri.
Workshop ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman tenaga medis mengenai pemanfaatan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), yaitu metode neuromodulasi non-invasif yang digunakan dalam pelayanan kesehatan berdasarkan indikasi medis.
Workshop menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang psikiatri dan layanan neuropsikiatri, dr. Ayesha Devina, Sp.KJ, Subsp. E.N.P.-K, Dr. dr. Suzy Yusna Dewi, Sp.KJ, Subsp. AR(K)., M.A.R.S, dr. Isa Multazam Noor, Sp.KJ, Subsp. AR(K)
Para narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai prinsip penerapan TMS dalam pelayanan klinis, mulai dari pemahaman protokol, penentuan target stimulasi (targeting), hingga aspek keselamatan pasien.
Melalui penyampaian materi dan diskusi, peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai penerapan TMS secara tepat, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan klinis pasien.
TMS merupakan salah satu pendekatan neuromodulasi non-invasif yang digunakan dalam layanan kesehatan jiwa berdasarkan indikasi medis. Dalam penerapannya, pemilihan protokol dan penentuan target stimulasi menjadi aspek penting yang perlu dipahami oleh tenaga kesehatan.
Melalui workshop ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mengenai prinsip kerja TMS, pemilihan protokol, penentuan area stimulasi, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum dan selama pelaksanaan terapi.
Pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut diharapkan dapat mendukung tenaga medis dalam menjalankan pelayanan yang sesuai dengan standar klinis dan perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, penggunaan teknologi neuromodulasi dapat dilakukan secara lebih terarah dengan tetap memperhatikan indikasi medis dan kondisi masing-masing pasien.
Selain aspek teknis, manajemen keamanan dan keselamatan pasien menjadi salah satu fokus utama dalam workshop ini. Penggunaan teknologi medis dalam pelayanan kesehatan jiwa memerlukan pemahaman yang baik mengenai skrining pasien, prosedur pelaksanaan, pemantauan selama terapi, serta evaluasi respons pasien.
Melalui pembahasan mengenai aspek keamanan TMS, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya penerapan prosedur yang tepat, identifikasi faktor risiko, dan pemantauan pasien sesuai dengan pedoman klinis yang berlaku.
Pendekatan ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang mengedepankan profesionalisme, keselamatan pasien, dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan individu.
Keikutsertaan 34 tenaga medis dari berbagai rumah sakit di Indonesia menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Workshop TMS Clinical Excellence. Partisipasi tersebut membuka ruang pembelajaran lintas institusi sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan layanan kesehatan jiwa.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek teknis TMS, tetapi juga kesempatan untuk mendiskusikan tantangan dan kebutuhan dalam penerapan layanan neuropsikiatri di lingkungan kerja masing-masing.
Pertemuan tenaga medis dari berbagai rumah sakit juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring profesional dan mendorong penyebaran pengetahuan mengenai teknologi neuromodulasi di Indonesia.
Dengan adanya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, diharapkan pemahaman mengenai penggunaan TMS yang tepat dan aman dapat semakin berkembang serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jiwa di berbagai fasilitas kesehatan.
Sebagai rumah sakit yang berfokus pada pelayanan kesehatan jiwa, RS Soeharto Heerdjan terus mendorong pengembangan layanan neuropsikiatri melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi medis, serta penguatan budaya keselamatan pasien.
Penyelenggaraan workshop ini menjadi salah satu bentuk kontribusi RSSH dalam mendukung pendidikan dan pengembangan profesional tenaga medis. Kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antarrumah sakit dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan jiwa.
Melalui Workshop TMS Clinical Excellence, RS Soeharto Heerdjan berharap para peserta dapat mengembangkan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh untuk mendukung pelayanan di institusi masing-masing, sesuai dengan kewenangan profesional, indikasi klinis, dan standar keselamatan yang berlaku.
Ke depan, RSSH berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta pengembangan inovasi di bidang neuropsikiatri guna menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa yang semakin berkualitas, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. ***