Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Jumat, 23 Oktober 2026 11:17 WIB

Perkuat Sistem Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati Kemenkes Bersama Vital Strategies Tinjau Integrasi Layanan di RSAB Harapan Kita

Perkuat Sistem Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati Kemenkes Bersama Vital Strategies Tinjau Integrasi Layanan di RSAB Harapan Kita
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta 20 kali dilihat

Jakarta - Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama lembaga mitra pembangunan internasional Vital Strategies melakukan kunjungan kerja dan diskusi teknis di Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional RSAB Harapan Kita pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat Sistem Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H) atau Civil Registration and Vital Statistics (CRVS), khususnya melalui integrasi layanan kesehatan dengan pencatatan sipil berbasis digital.

Kunjungan strategis ini dihadiri oleh jajaran manajemen RSAB Harapan Kita, perwakilan Pusdatin Kemenkes yang dipimpin oleh Ketua Tim SAPDI Farida Sibuea, serta delegasi Vital Strategies yang dipimpin langsung oleh CRVS Technical Director Vital Strategies, Dr. Martin Bratschi, didampingi tim teknis seperti Jonathan Marbun, Eriando Rizky Septian, dan Qodri Azizi Akbar.

Dalam sambutannya, Direktur Layanan Operasional RSAB Harapan Kita, dr. Kamal Amiruddin, MARS, yang mewakili Direktur Utama dr. Reni Wigati, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan beserta Vital Strategies. Ia menegaskan bahwa pencatatan kelahiran di fasilitas kesehatan memiliki makna yang jauh melampaui urusan administratif semata.

"Pencatatan kelahiran bukan sekadar proses administratif, melainkan langkah penting dalam melindungi hak setiap anak serta memastikan bahwa setiap anak memperoleh pengakuan dan perlindungan dari negara," ujar dr. Kamal.

RSAB Harapan Kita sebagai salah satu pionir dan pilot project berkomitmen mendukung transformasi digital melalui peningkatan kualitas data, efisiensi proses kerja, serta penguatan koordinasi lintas instansi.

Keberhasilan integrasi sistem—yang melibatkan SIMRS, platform SATUSEHAT, dan SIAK milik Dukcapil—sangat bergantung pada kejelasan prosedur, kompetensi sumber daya manusia, tata kelola yang efektif, serta aspek keamanan dan kerahasiaan data pasien.

Ketua Tim SAPDI Pusdatin Kemenkes, Farida Sibuea, SKM, M.Sc.PH, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Vital Strategies telah memberikan banyak kemudahan, mulai dari implementasi digitalisasi akta kelahiran hingga pembuatan Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK).

RSAB Harapan Kita dipilih sebagai lokasi launching pertama digitalisasi kelahiran, sehingga kunjungan ini bertujuan untuk memonitor sejauh mana proses telah berjalan lancar serta mengidentifikasi dukungan lanjutan yang diperlukan.

Dari sisi internasional, CRVS Technical Director Vital Strategies, Dr. Martin Bratschi, menyampaikan ucapan selamat kepada Kementerian Kesehatan dan RSAB Harapan Kita atas pencapaian besar dalam meluncurkan proses dan aktivitas baru ini.

Ia menekankan bahwa integrasi ini menyangkut hak fundamental setiap individu sekaligus menyediakan data krusial terkait penyebab kematian untuk memahami tantangan kesehatan di Indonesia.

Rangkaian acara yang diikuti oleh sekitar 30 peserta ini diisi dengan beberapa agenda utama antara lain Diskusi dan Observasi Alur, Meninjau langsung alur integrasi layanan kelahiran dengan pencatatan sipil di lingkungan RSAB Harapan Kita. Sharing Session & Simulasi Live Demo Sesi berbagi pengalaman terkait implementasi di lapangan serta demonstrasi langsung proses penginputan dan pengiriman data akta kelahiran maupun E-SMPK melalui aplikasi SMART RSABHK. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut, Pertemuan ini dirancang tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan merumuskan langkah konkret yang dilengkapi dengan penanggung jawab (PIC), target waktu penyelesaian, serta indikator pemantauan yang jelas guna mengatasi berbagai hambatan operasional di lapangan.

Melalui penguatan koordinasi lintas unit dan instansi ini, diharapkan pelayanan publik di bidang kesehatan ibu dan anak menjadi semakin mudah diakses, akurat, transparan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ***