Severity: Warning
Message: fopen(/tmp/ci_sessionu692l92ulrd0rvlgbfhdo6sup0aup6ng): Failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /var/www/html/application/controllers/Main.php
Line: 8
Function: __construct
File: /var/www/html/index.php
Line: 326
Function: require_once
Severity: Warning
Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /tmp)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /var/www/html/application/controllers/Main.php
Line: 8
Function: __construct
File: /var/www/html/index.php
Line: 326
Function: require_once
Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terontaminasi. Penyakit yang banyak terjadi di negara-negara berkembang dan dialami oleh anak-anak ini dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik dan secepatnya. Penyebab utama dari penyakit ini adalah bakteri Salmonella thypi. Jenis bakteri ini juga berkaitan langsung dengan penyakit Salmonelosis yang menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan. Penyakit ini mudah menular. Salmonella Thypi dapat menular melalui makanan serta minuman yang terkontaminasi. Paparan bakteri pada makanan atau minuman bisa terjadi saat seseorang kurang menjaga kebersihan tangan atau mengonsumsi makanan yang dibersihkan menggunakan air yang tercemar bakteri Salmonella Thypi. Begitu juga dengan minuman. Pastikan kamu selalu mengonsumsi minuman dengan tingkat kematangan yang optimal.
Tipus berbeda dengan tipes atau demam tifoid. Tipus adalah penyakit akibat infeksi bakteri Rickesttsia dan Orientia. Sedangkan tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Tipus dapat menyebabkan demam, sakit kepala, hingga muncul ruam merah di kulit. Penyakit ini dapat menular melalui gigitan kutu atau tungau yang terinfeksi.
Jenis Tipus
1. Tipus Epidemik
Tipus epidemik banyak terjadi di Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, dan Cina Utara. Penderita tipus epidemik yang telah sembuh masih berisiko terinfeksi kembali di kemudian hari.
2. Tipus Endemik atau Murin
Tipus endemik atau murin banyak terjadi di Amerika Serikat, terutama di California, Hawai, dan Texas. Bakteri penyebab tipus murin dapat menular melalui kutu pada tikus. Jenis tipus ini jarang menyebabkan infeksi berulang.
3. Tipus Scrub
Jenis tipus ini menjadi masalah kesehatan yang serius di negara-negara Asia Pasifik, seperti Korea, Cina, Indonesia, dan Thailand. Tipus scrub merupakan jenis yang paling berbahaya dan dapat menyebabkan gagal organ bila tidak segera ditangani.
Penyebab Tipus
Tipus disebabkan oleh bakteri Rickettsia atau Orientia. Bakteri tersebut dapat ditemukan pada hewan, seperti tikus dan kucing, serta kutu tubuh.
1. Tipus Epidemik
Tipus ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii. Tipus epidemik ditularkan melalui gigitan kutu tubuh yang terinfeksi. Seseorang yang memiliki riwayat tipus epidemik berisiko mengalami infeksi kembali. Kondisi ini disebut dengan penyakit Brill-Zinsser.
2. Tipus Murin
Tipus murin disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi. Bakteri tersebut ditularkan melalui gigitan kutu pada tikus atau kucing. Bakteri ini juga dapat menular melalui sentuhan dengan kotoran kutu yang terinfeksi.
3. Tipus Scrub
Tipus scrub disebabkan oleh bakteri Orientia tsutsugamushi. Bakteri ini juga dapat menyebar melalui gigitan kutu.
Faktor Risiko Tipus
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena tipus, yaitu :
1. Digigit oleh kutu atau tungau yang terdapat pada tikus atau kucing.
2. Bersentuhan dengan kulit, pakaian, atau rambut seseorang yang terdapat kutu.
3. Tinggal di wilayah yang padat penduduk atau kebersihannya tidak terjaga.
4. Mengunjungi daerah yang banyak terjadi tipus.
5. Memelihara hewan ternak, seperti unggas, kambing, atau sapi.
6. Bekerja di lahan pertanian atau perkebunan.
7. Memiliki rumah dengan lantai atau halaman yang masih berupa tanah.
8. Memiliki tempat tinggal dekat dengan danau.
Gejala Tipus
Gejala tipus tergantung pada jenis tipus yang dialami pasien. Berikut ini adalah jenis-jenis tipus dan gejala yang menyertainya :
1. Tipus Epidemik
Gejala tipus epidemik muncul sekitar 7-14 hari setelah seseorang terkena kutu tubuh yang terinfeksi. Tanda dan gejala tipus epidemik yang umum terjadi, antara lain :
a. Nyeri otot
b. Demam sampai 2 (dua) minggu.
c. Mudah lelah
d. Batuk
e. Sakit kepala berat.
f. Nyeri sendi
g. Sakit perut
h. Ruam merah di seluruh tubuh dan bagian bawah kaki.
i. Tekanan darah rendah.
j. Muntah
k. Sensitif terhadap cahaya.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, seseorang dengan riwayat tipus epidemik dapat terinfeksi lagi di kemudian hari. Kondisi ini dapat terjadi akibat daya tahan tubuh yang lemah, baik karena pertambahan usia, penyakit, atau konsumsi obat-obatan tertentu.
Gejala yang muncul pada infeksi kedua tersebut umumnya serupa dengan infeksi pertama, tetapi lebih ringan.
2. Tipus Murin
Gejala tipus murin biasanya muncul 1-2 minggu setelah seseorang terinfeksi. Gejala yang umum terjadi antara lain :
a. Demam
b. Nyeri sendi
c. Hilang nafsu makan.
d. Mual
e. Muntah
f. Sakit perut
g. Diare
h. Batuk kering
i. Ruam merah di kulit.
3. Tipus Scrub
Gejala tipus scrub umumnya muncul dalam waktu 10 hari setelah seseorang terinfeksi bakteri. Tanda dan gejala tipus scrub adalah :
a. Demam
b. Sakit kepala
c. Mual dan muntah.
d. Nyeri otot
e. Bintik hitam di kulit yang tergigit kutu.
f. Linglung
g. Pembengkakan kelenjar getah bening.
h. Ruam merah di kulit.
Referensi :
Imas Emalia. 2021. Wabah Tipus di Cirebon Masa Hindia Belanda : Kebijakan Pemerintah dan Solusi kesehatan Masyarakat. Jurnal Sejarah, Program Studi Sejarah Universitas Islam Negri Syarif Hidayatulah Jakarta.
Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Typhus Fevers. Epidemic Typhus.
Bottaro, A. Verywell Health. 2021. What Is Typhus?
Stöppler, M. Emedicine Health. 2021. Typhus.
Devamani, C. et al. 2020. Risk Factors for Scrub Typhus, Murine Typhus, and Spotted Fever Seropositivity in Urban Areas, Rural Plains, and Peri-Forest Hill Villages in South India : A Cross-Sectional Study. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 103(1), pp. 238-48.
Xu, G. et al. 2017. A Review of the Global Epidemiology of Scrub Typhus. Public Library of Science, 11(11), pp. e0006062.
National Health Service UK. 2021. Health A to Z. Typhoid Fever.