Belakangan ini, Human Metapneumovirus (HMPV) menjadi salah satu virus pernapasan yang menyita perhatian dunia medis. Meskipun telah lama ada, HMPV kembali mendapat sorotan menyusul laporan kasus yang menyerang anak-anak di beberapa negara, termasuk Indonesia. HMPV berasal dari keluarga Paramyxoviridae, serupa dengan virus campak dan gondong. Virus ini berbeda dengan SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 yang berasal dari keluarga Corona. Virus yang sama-sama menular melalui saluran napas, namun gejala HMPV biasanya tidak menyebabkan kasus parah, kecuali pada individu dengan sistem kekebalan yang sangat lemah. Berbeda dengan Covid-19 yang dapat menyebabkan kerusakan luas pada jaringan paru-paru, HMPV cenderung tidak memiliki potensi fatal yang serupa. Kasus HMPV ini rutin ditemukan, khususnya di negara-negara dengan sistem surveilans genomik yang baik. Kasus HMPV ini rutin ditemukan setiap tahunnya terutama di musim dingin namun dengan tingkat kematian yang sangat rendah. HMPV juga sudah lama ditemukan di Indonesia, HMPV adalah virus lama yang memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa. Cara mencegahnya adalah dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama seperti COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik. HMPV adalah jenis virus pernapasan umum yang termasuk dalam famili virus yang disebut Pneumoviridae kelompok yang sama dengan Respiratory Syncytial Virus (RSV). HMPV adalah virus yang menyerang saluran pernapasan, mirip dengan virus penyebab flu dan pneumonia.
Gejala
Gejala pasien yang terinfeksi virus HMPV mirip dengan penyakit flu secara umum, yaitu :
Bagaimana Cara Penularannya?
Virus HMPV memiliki cara penularan yang sama dengan virus flu lainnya yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Untuk mencegah terkena virus HMPV, ambil langkah yang sama untuk mencegah virus pernapasan lainnya, yaitu 3M menjaga jarak dengan pasien, mencuci tangan dan memakai masker bagi pasien dan masyarakat yang berhubungan dengan pasien.
Kelompok yang Rentan Terinfeksi HMPV
Penanganan
- Terapi HMPV berfokus pada perawatan suportif karena belum ada antivirus spesifik yang disetujui. Pada kasus ringan, terapi mencakup istirahat, hidrasi yang cukup, dan obat pereda gejala seperti antipiretik untuk demam. Jika gejala berupa hidung tersumbat atau batuk, dekongestan dan pelembap udara dapat membantu meringankan ketidaknyamanan?.
- Pada kasus berat, terutama pada pasien dengan pneumonia atau hipoksemia, terapi oksigen diperlukan untuk mempertahankan saturasi oksigen yang optimal. Pasien yang dirawat di rumah sakit mungkin membutuhkan ventilasi mekanis non-invasif atau invasif tergantung pada tingkat kegagalan pernapasan. Penggunaan kortikosteroid dapat dipertimbangkan dalam kasus dengan peradangan parah, tetapi harus hati-hati karena potensi imunosupresi?.
- Manajemen pada kelompok rentan, seperti anak-anak kecil, lansia, dan individu imunokompromais, memerlukan pendekatan khusus. Terapi eksperimental seperti Imunoglobulin Intravena (IVIG) dan ribavirin aerosol telah digunakan dengan hasil yang bervariasi. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis paru, imunologi, dan perawatan intensif sangat penting untuk memastikan manajemen yang terkoordinasi dan hasil yang optimal pada pasien dengan HMPV?.
Pencegahan
Berikut imbauan untuk pencegahannya :
Referensi :
Hamsu Kadrian. 2025. Mengenal Human Metha Pneumo Virus (HMPV) yang Merebak di Beberapa Negara. Jurnal Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram NTB.
Yulia Rahmawati. 2024. HMPV, Karakteristik dan Langkah Preventif. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya.
Lutfi Mardiansyah. 2025. Human Metapneumovirus (HMPV) di Indonesia : Epidemiologi, Dampak Klinis, dan Respons Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan Jakarta.
Helal F. Hetta. 2025. Human Metapneumovirus (HMPV) : Advances in Diagnosis, Molecular Epidemiology, and Clinical Impact of an Underrecognized Respiratory Virus, Division of Microbiology, Immunology and Biotechnology, Department of Natural Products and Alternative Medicine, Faculty of Pharmacy, University of Tabuk, Tabuk, Saudi Arabia.