Ketika memperhatikan langkah kaki anak kecil atau bercermin melihat postur tubuh sendiri, kita sering kali mengamati bentuk tungkai yang tidak sepenuhnya lurus. Ada kalanya kedua lutut tampak saling menjauh sehingga membentuk lingkaran mirip huruf O, atau sebaliknya, kedua lutut saling menempel dan menyilang menyerupai huruf X. Dalam istilah medis, kondisi kaki berbentuk O dikenal sebagai Genu Varum, sedangkan kaki berbentuk X disebut Genu Valgum.
Bagi masyarakat awam, kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran besar. Orang tua sering cemas bahwa anak mereka tidak akan bisa berjalan dengan normal, atau akan mengalami cacat permanen di masa depan. Di sisi lain, mitos-mitos yang berkembang di masyarakat seperti anggapan bahwa membedong bayi terlalu ketat bisa meluruskan kaki, atau kebiasaan menggendong menyamping bisa memicu kaki O sering kali memperkeruh pemahaman. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi ini dari perspektif medis yang objektif namun disajikan dengan bahasa yang sederhana.
Proses Alami Pertumbuhan Kaki Anak (Fisiologis)
Satu hal penting yang harus dipahami oleh setiap orang tua adalah bahwa kaki O dan kaki X merupakan bagian dari proses pertumbuhan yang normal (fisiologis) pada anak-anak. Struktur tulang anak bersifat sangat dinamis dan akan mengalami adaptasi seiring bertambahnya usia dan beban tubuh.
- Usia 0–2 Tahun (Fase Kaki O Alami): Hampir semua bayi lahir dengan kaki berbentuk O. Hal ini disebabkan oleh posisi tubuh bayi yang meringkuk di dalam rahim ibu selama sembilan bulan. Kondisi kaki O ini biasanya akan mencapai puncaknya pada usia 6-12 bulan, lalu perlahan-lahan melurus dengan sendirinya saat anak mulai belajar berdiri dan berjalan pada usia 18–24 instruksi bulan.
- Usia 2–4 Tahun (Fase Kaki X Alami): Setelah melewati fase lurus, struktur kaki anak biasanya akan bergeser ke arah sebaliknya, yaitu membentuk huruf X. Kondisi kaki X fisiologis ini umumnya paling terlihat jelas pada usia sekitar 3 tahun.
- Usia 4–7 Tahun ke Atas (Fase Netral): Mulai usia 4 tahun, sudut kaki akan kembali mengalami penyesuaian. Pada usia 7 hingga takaran dewasa, sebagian besar kaki anak akan melurus secara permanen atau menyisakan sedikit sudut kemiringan normal yang tidak mengganggu fungsi berjalan.
Kapan Kondisi ini Dianggap Tidak Normal (Patologis)?
Meskipun sebagian besar kasus bersifat normal dan akan membaik sendiri tanpa pengobatan, ada kalanya bentuk kaki O atau X disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu (patologis). Kita perlu mencurigai adanya kelainan jika menemukan tanda-tanda 'bendera merah' (red flags) sebagai berikut:
1. Asimetris (Tidak Seimbang), Hanya salah satu kaki yang berbentuk O atau X secara ekstrem, sementara kaki satunya tampak normal.
2. Bertahan di Luar Batas Usia, Kaki O yang menetap atau memburuk setelah usia 2 tahun, atau kaki X yang tetap ekstrem setelah usia 7-8 tahun.
3. Keluhan Fisik, Anak sering mengeluh nyeri pada lutut, pinggul, atau pergelangan kaki, serta sering terjatuh saat berjalan.
4. Postur Tubuh Pendek, Tinggi badan anak berada jauh di bawah kurva pertumbuhan normal untuk anak seusianya (perawakan pendek).
Faktor Penyebab Kaki O dan X Patologis
Jika kelainan kaki tersebut bersifat patologis, beberapa faktor yang biasanya mendasari antara lain:
- Penyakit Rickets (Rakitis): Ini adalah pelunakan tulang pada anak-anak akibat kekurangan parah vitamin D, kalsium, atau fosfat. Karena tulangnya lunak, saat anak mulai menopang berat badannya untuk berjalan, tulang tungkai akan melengkung keluar (kaki O) atau ke dalam (kaki X).
- Penyakit Blount (Blount's Disease): Sebuah gangguan pertumbuhan pada lempeng pertumbuhan di bagian atas tulang kering (tibia). Kondisi ini menyebabkan tulang kering bagian dalam berhenti tumbuh sementara bagian luarnya terus tumbuh, sehingga menghasilkan kaki berbentuk O yang progresif dan parah.
- Obesitas pada Anak: Beban tubuh yang terlalu berat pada usia dini memaksa sendi lutut dan tulang yang sedang berkembang untuk menekuk di luar batas normalnya, sering kali memicu bentuk kaki X.
- Cedera atau Infeksi: Trauma fisik kecelakaan atau infeksi bakteri pada tulang yang merusak lempeng pertumbuhan (epiphyseal plate) dapat membuat pertumbuhan tulang menjadi tidak rata.
Bagaimana Medis Mendiagnosis dan Menanganinya?
Untuk menentukan apakah kondisi kaki O atau X memerlukan penanganan khusus, dokter spesialis ortopedi (bedah tulang) akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Langkah awal meliputi wawancara medis, pemeriksaan fisik (mengukur jarak antar lutut atau antar pergelangan kaki), serta pengamatan cara berjalan anak. Jika diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan rontgen (X-ray) tungkai untuk melihat struktur tulang secara akurat dan memeriksa laboratorium darah guna memantau kadar vitamin D serta kalsium.
Penanganan yang diberikan sangat bergantung pada penyebab dan usia pasien. Berikut adalah beberapa metode penanganan yang umum dilakukan:
- Observasi Berkala: Jika dokter menilai kondisi tersebut masih dalam batas normal (fisiologis), langkah terbaik adalah menunggu. Anak diminta datang kontrol setiap 6 bulan sekali untuk dipantau perkembangannya.
- Suplementasi Nutrisi: Jika didiagnosis rakitis, dokter akan meresepkan suplemen vitamin D dan kalsium dosis medis untuk memperkuat tulang kembali.
- Penggunaan Brace atau Sepatu Khusus: Pada kasus seperti penyakit Blount tahap awal atau kelainan tertentu, alat bantu penyangga (brace) dapat digunakan untuk membantu mengarahkan pertumbuhan tulang ke posisi yang benar.
- Tindakan Pembedahan (Operasi): Operasi hanya dipertimbangkan jika kondisi kaki sangat parah, menimbulkan nyeri hebat, atau tidak membaik menjelang akhir masa pertumbuhan. Teknik modern seperti 'Guided Growth' (mengarahkan pertumbuhan dengan memasang pelat kecil pada satu sisi tulang) sangat efektif dan minim sayatan jika dilakukan sebelum masa pertumbuhan anak selesai. Pada orang dewasa, teknik pemotongan dan pelurusan tulang (Osteotomi) baru akan dipertimbangkan.
Kelainan kaki berbentuk O dan X pada sebagian besar kasus anak-anak adalah variasi normal dari proses tumbuh kembang yang akan membaik dengan sendirinya. Masyarakat tidak perlu panik atau langsung mempercayai mitos-mitos pengobatan alternatif yang belum teruji secara ilmiah. Kunci utamanya adalah melakukan pengamatan yang cermat. Jika bentuk kaki tampak tidak seimbang, bertahan hingga usia sekolah, atau disertai keluhan nyeri, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi untuk mendapatkan penanganan dini yang tepat dan aman.
Referensi :
American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). (2022). Bowed Legs (Genu Varum) and Knock Knees (Genu Valgum) in Children.
Saran, N., & Varghese, R. (2020). Common Lower Extremity Angular Deformities in Children. Journal of the American Academy of Orthopaedic Surgeons, 28(21), e930-e938.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2015). Pendekatan Diagnosis dan Tata Laksana Rickets pada Anak.
Mayo Clinic. (2024). Blount's Disease and Pediatric Leg Deformities: Diagnosis and Management.
Sumber gambar:
https://kidzphysio.com/wp-content/uploads/knock-kneed-vs-bow-legged-pic-213x300.png
https://www.nk-health.com/wp-content/uploads/2026/01/Perbedaan-Kaki-O-dan-Kaki-X.jpg
https://ortopro.co.id/wp-content/uploads/2025/07/Sepatu-Terapi-untuk-Kaki-X-atau-O.jpg