Kamis, 11 Juni 2026 11:16 WIB

Jenis Insulin yang Berbeda Beda yang Wajib Diketahui Diabetesi

Responsive image
37
dr Ida Bagus Aditya Nugraha MBiomed SpPD FINASIM - RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah

Halo, Sahabat Diabetesi! Kalau Anda baru saja didiagnosis memerlukan insulin, atau mungkin sudah pakai tapi masih sering bingung kenapa jenisnya beda-beda, artikel ini cocok untuk Anda.

Seringkali, saat mendengar kata "suntik insulin," banyak orang langsung merasa takut atau menganggap kondisinya sudah sangat parah. Padahal, insulin itu ibarat kunci. Di tubuh orang sehat, kunci ini diproduksi otomatis oleh pankreas untuk membuka pintu sel agar gula darah bisa masuk dan jadi energi. Bagi diabetesi, kuncinya mungkin kurang atau sudah tidak bisa dipakai lagi. Jadi, menyuntik insulin sebenarnya hanya "meminjam" kunci dari luar agar tubuh kita bisa berfungsi normal kembali.

Namun, tidak semua kunci itu sama. Ada yang kerjanya cepat sekali, ada yang santai tapi tahan lama. Yuk, kita bedah satu per satu dengan bahasa yang simpel!

Mengapa Jenis Insulin Harus Berbeda-beda?

Tubuh kita punya pola kebutuhan gula yang unik. Saat kita makan, gula darah melonjak tinggi, jadi kita butuh "pasukan" insulin yang bekerja cepat. Tapi saat kita tidur atau sedang tidak makan, tubuh tetap butuh sedikit insulin untuk menjaga kestabilan organ. Inilah alasan mengapa dokter biasanya meresepkan kombinasi beberapa jenis insulin.

Secara umum, insulin dibedakan berdasarkan tiga hal:

1.      Onset: Seberapa cepat dia mulai bekerja setelah disuntik.

2.      Puncak (Peak): Kapan waktu kerjanya paling kuat dalam menurunkan gula darah.

3.      Durasi: Seberapa lama dia bertahan di dalam tubuh.

 

Ada Lima Jenis Insulin yang Wajib Anda Tahu :

1. Insulin Kerja Sangat Cepat (Rapid-Acting Insulin)

Anggap saja jenis ini sebagai "Si Kilat". Insulin ini biasanya bening dan cairannya sangat jernih.

Kapan dipakai? Sesaat sebelum makan (5–15 menit sebelum suapan pertama) atau bahkan segera setelah makan.

Cara kerja: Dia langsung masuk ke aliran darah untuk mengatasi lonjakan gula dari makanan yang baru saja Anda santap.

Durasi: Cepat habis, biasanya hanya bertahan 2 sampai 4 jam saja.

Contoh merk: Aspart (NovoRapid), Lispro (Humalog), atau Glulisine (Apidra).

2. Insulin Kerja Cepat/Reguler (Short-Acting Insulin)

Kita sebut saja dia "Si Handal". Ini adalah jenis insulin klasik yang juga bening.

Kapan dipakai? Sekitar 30 menit sebelum makan. Karena dia butuh waktu sedikit lebih lama untuk "pemanasan" dibanding si kilat.

Cara kerja: Menangani gula darah saat makan, tapi punya jangkauan sedikit lebih panjang.

Durasi: Bisa bertahan 5 sampai 8 jam.

Contoh merk: Actrapid, Humulin R.

3. Insulin Kerja Menengah (Intermediate-Acting Insulin)

Jenis ini punya ciri khas: cairannya keruh atau seperti susu. Kita sebut dia "Si Jembatan".

Kapan dipakai? Biasanya dua kali sehari (pagi dan malam).

Cara kerja: Dia tidak langsung bekerja, tapi punya waktu puncak di tengah-tengah (sekitar 4–12 jam setelah suntik). Sering digunakan untuk menjaga gula darah di antara waktu makan.

Penting: Karena cairannya keruh, Anda harus mengguling-gulingkan pen atau botolnya dengan lembut (jangan dikocok keras) agar tercampur rata sebelum disuntik.

Contoh merk: NPH (Insulatard, Humulin N).

4. Insulin Kerja Panjang (Long-Acting Insulin)

Ini adalah "Si Penjaga Setia" atau sering disebut insulin basal.

Kapan dipakai? Biasanya cukup satu kali sehari di jam yang sama (misalnya setiap jam 9 malam).

Cara kerja: Hebatnya jenis ini adalah dia tidak punya waktu puncak. Dia bekerja stabil, pelan, dan merata sepanjang hari. Fungsinya murni untuk menjaga agar gula darah tidak drop atau melonjak saat Anda tidak makan atau sedang tidur.

Durasi: Bisa bertahan 24 jam atau lebih.

Contoh merk: Glargine (Lantus), Detemir (Levemir).

5. Insulin Campuran (Premixed Insulin)

Ini adalah solusi bagi yang tidak mau repot menyuntik berkali-kali. Ini adalah "Paket Komplit" di mana insulin kerja cepat dan menengah dicampur dalam satu wadah.

Cara kerja: Sekali suntik, Anda dapat manfaat kerja cepat (untuk makan) dan kerja menengah (untuk cadangan beberapa jam ke depan).

Contoh merk: Novomix 30, Humalog Mix.

 

Tips Praktis Menggunakan Insulin

Setelah tahu jenis-jenisnya, ada beberapa aturan main yang sering dilupakan diabetesi:

1.      Rotasi Lokasi Suntikan: Jangan suntik di titik yang sama terus-menerus! Bayangkan kulit Anda seperti peta. Pindah-pindahlah antara perut (paling cepat diserap), lengan atas, paha, atau bokong. Kalau di satu titik terus, kulit bisa jadi keras atau berbenjol (lipohipertrofi), dan insulin jadi susah terserap.

2.      Jangan Dikocok: Untuk insulin yang keruh (NPH/Campuran), cukup gulingkan di telapak tangan 10 kali. Mengocok terlalu keras bisa merusak molekul protein insulinnya.

3.      Suhu Penyimpanan: Insulin yang belum dibuka wajib di kulkas (tapi jangan di freezer!). Kalau sudah dipakai, insulin boleh ditaruh di suhu ruangan (asal sejuk dan tidak kena matahari) dan biasanya bertahan 28 hari.

4.      Cek Tanggal Kadaluwarsa: Selalu cek sebelum suntik. Insulin yang sudah rusak biasanya berubah warna atau ada gumpalan yang tidak mau larut meski sudah digulingkan.

 

Kenali "Alarm" Tubuh: Hipoglikemia ( Penurunan Gula Rendah)

Menggunakan insulin berarti Anda harus waspada dengan Hipoglikemia (gula darah terlalu rendah). Ini bisa terjadi kalau dosis insulin terlalu banyak, Anda telat makan, atau olahraga terlalu berat tanpa penyesuaian.

Gejala yang harus diwaspadai:

l  Keringat dingin.

l  Gemetar (tremor).

l  Lapar yang sangat hebat.

l  Jantung berdebar atau pusing.

Solusinya? Selalu sedia "obat darurat" berupa permen manis atau teh manis di tas Anda. Jika merasa gemetar, segera konsumsi gula tersebut.

 

Memakai insulin bukanlah sebuah kegagalan dalam menjaga kesehatan. Justru, insulin adalah bantuan teknologi medis agar Anda bisa tetap beraktivitas, bekerja, dan bermain bersama keluarga dengan tubuh yang bugar.

Setiap orang punya kebutuhan dosis yang berbeda, jadi pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau edukator diabetes Anda. Jangan pernah mengubah dosis sendiri hanya berdasarkan perasaan, ya!

Semoga artikel ini membantu Anda lebih pede mengelola diabetes. Semangat sehat, Sahabat Diabetesi!

Informasi ini bersifat edukasi. Selalu ikuti instruksi spesifik dari dokter Anda mengenai dosis dan jadwal penyuntikan.

 

 

 

Referensi :

1.    American Diabetes Association. Insulin Basics [Internet]. Arlington: American Diabetes Association; 2024 [cited 2024 May 22]. Available from: https://diabetes.org/healthy-living/medication-treatments/insulin-other-injectables/insulin-basics

2.    Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2021. Jakarta: PB PERKENI; 2021.

3.    Mayo Clinic Staff. Diabetes treatment: Using insulin to manage blood sugar [Internet]. Rochester: Mayo Foundation for Medical Education and Research; 2023 [cited 2024 May 22]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-treatment/art-20044064

4.    International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas. 10th ed. Brussels: International Diabetes Federation; 2021.

5.    WebMD. Types of Insulin for Diabetes [Internet]. New York: WebMD LLC; 2023 [cited 2024 May 22]. Available from: https://www.webmd.com/diabetes/diabetes-types-insulin

6.    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mengenal Jenis-Jenis Insulin [Internet]. Jakarta: Direktorat P2PTM Kemenkes RI; 2019 [cited 2024 May 22]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic/mengenal-jenis-jenis-insulin

Sumber Gambar : https://static.guesehat.com/static/article/ragam_ukuran_jarum_suntik_insulin_yang_mana_yang_terbaik_1629704374.jpg