Selasa, 26 Mei 2026 08:53 WIB

Luka Diabetes Bisa Berujung Amputasi Ini Faktor Pentingnya

Responsive image
10
dr Ryan Viantino Pratama SpPD dkk - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Ulkus kaki diabetik terinfeksi adalah komplikasi serius diabetes melitus yang sering berakhir dengan amputasi. Ulkus kaki diabetik terjadi karena tiga hal utama, yaitu gangguan saraf, gangguan aliran darah, dan infeksi pada kaki. Pada penderita diabetes, sensasi nyeri pada kaki sering berkurang sehingga luka kecil atau cedera sering tidak terasa. Akibatnya, luka bisa semakin parah dan berkembang menjadi ulkus atau luka terbuka pada kaki.

Prognostic Nutritional Index (PNI) adalah angka yang dihitung dari kadar albumin dan jumlah sel limfosit. PNI menunjukkan status nutrisi tubuh dan kekuatan sistem imun, di mana semakin rendah nilai PNI, semakin buruk status nutrisi dan imunitasnya. Dalam kondisi hipoalbuminemia, albumin dalam serum relatif rendah. Hal ini memengaruhi tingkat keparahan ulkus kaki diabetik dan berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi. Jumlah limfosit mencerminkan respons imun tubuh yang dapat menurun pada kondisi malnutrisi. Hal ini juga berhubungan dengan risiko infeksi.

Prognostic Nutritional Index menggabungkan kedua faktor ini sehingga dapat memberikan gambaran komprehensif tentang resiko kesehatan pasien dan dapat memprediksi mortalitas pasien dengan ulkus kaki diabetik. Dengan kata lain, PNI rendah mengindikasikan nutrisi yang kurang baik dan lemahnya imun sehingga tubuh menjadi lebih sulit melawan infeksi dan menyembuhkan luka.

Sebuah penelitian dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito/FK-KMK UGM melakukan analisis hubungan PNI rendah dengan status amputasi pada pasien ulkus kaki diabetes terinfeksi. Penelitian ini menggunakan data rekam medis dari 181 pasien yang terdaftar sebagai rawat inap dengan diagnosis ulkus diabetik terinfeksi. Pasien kemudian dinilai status amputasinya, kemudian dilakukan analisis statistik.

Penelitian di RSUP Dr. Sardjito menunjukkan bahwa sekitar satu dari empat pasien dengan ulkus kaki diabetik mengalami amputasi. Risiko amputasi diketahui lebih tinggi pada pasien dengan nilai Prognostic Nutritional Index (PNI) yang rendah, yaitu di bawah 41,425. Pasien dengan kondisi tersebut memiliki risiko amputasi hingga empat kali lebih besar dibandingkan pasien dengan nilai PNI yang lebih baik. Selain itu, risiko amputasi juga meningkat pada pasien yang mengalami gangguan pembuluh darah (vaskular), karena aliran darah ke kaki menjadi semakin terganggu sehingga proses penyembuhan luka lebih sulit terjadi.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa PNI rendah dan status penyakit vaskular berhubungan signifikan dengan kejadian amputasi yang tinggi pada pasien ulkus kaki diabetik terinfeksi sehingga penting untuk menilai PNI dalam evaluasi risiko amputasi. Penanganan ulkus kaki diabetik sebaiknya tidak hanya berfokus pada luka, tetapi juga perlu memperhatikan status nutrisi dan daya tahan tubuh pasien. Penderita diabetes dianjurkan untuk menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin memeriksa kondisi kaki agar luka dapat terdeteksi lebih awal. Luka sekecil apa pun sebaiknya segera diobati untuk mencegah infeksi dan komplikasi yang lebih berat. Jika muncul tanda-tanda infeksi, seperti nyeri, bengkak, kemerahan, atau keluar cairan dari luka, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Referensi:

Pratama, R.V. (2025). Prognostic Nutritional Index sebagai Faktor Prognostik Amputasi pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik Terinfeksi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. (Tesis, Universitas Gadjah Mada)