Fenomena vaping saat ini menjadi tren, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk strategi pemasaran yang menarik bagi demografi generasi muda, ketersediaan rasa yang menarik, dan persepsi bahwa vaping tidak terlalu berbahaya dibandingkan merokok tradisional. Ketersediaan berbagai macam rasa, termasuk pilihan buah, makanan, dan permen telah berkontribusi terhadap daya tarik vaping di kalangan anak muda. Faktor sosial juga berperan dalam membentuk persepsi dan adopsi vaping di kalangan anak muda. Meningkatnya penggunaan vaping telah meningkatkan kekhawatiran kesehatan masyarakat, khususnya mengenai dampaknya terhadap generasi muda, potensi dampak kesehatan jangka panjang, dan renormalisasi penggunaan nikotin.
Vaping telah menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi dampaknya terhadap kesehatan jantung. Meskipun penelitian mengenai efek kardiovaskular jangka panjang dari vaping masih terus berkembang, berikut beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan, antara lain pengaruhnya terhadap disfungsi endotel atau gangguan pada lapisan dalam pembuluh darah, peningkatan tekanan darah, peningkatan detak jantung, penumpukan plak, penyempitan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah, peningkatan risiko kejadian penyakit kardiovaskular, dan efek dari beberapa bahan kimia yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.
Efek vaping pada sistem kardiovaskular ditunjukkan oleh beberapa temuan penelitian:
1. Perubahan Fungsi Kardiovaskular
Orang yang menggunakan vape, bahkan saat berusia dewasa muda, diketahui mengalami peningkatan detak jantung dan penyempitan pembuluh darah yang lebih besar segera setelah melakukan vaping dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan produk nikotin apapun. Vaping dan pengaruhnya terhadap detak jantung dan penyempitan pembuluh darah telah menjadi subjek beberapa penelitian.
Pada tahun 2019 oleh Caporale dkk. meneliti efek akut dari inhalasi aerosol rokok elektrik pada fungsi pembuluh darah pada peserta sehat. Para peneliti menemukan bahwa dalam waktu 30 menit setelah terpapar aerosol rokok elektrik, terjadi peningkatan signifikan pada tekanan darah, detak jantung, dan kekakuan arteri. Pada penelitian lainnya, Morris dkk. di tahun 2015 juga membuat artikel ulasan yang membahas tentang efek kardiovaskular dari paparan asap rokok dan rokok elektronik. Disebutkan bahwa rokok elektrik dapat langsung memicu peningkatan detak jantung dan penyempitan pembuluh darah akibat efek nikotin dan unsur lain dari aerosol rokok elektrik.
Studi-studi ini memberikan beberapa bukti yang mendukung klaim bahwa vaping, khususnya menghirup aerosol rokok elektrik yang mengandung nikotin, dapat mengakibatkan peningkatan detak jantung dan penyempitan pembuluh darah. Namun, perlu dicatat bahwa efek jangka panjang vaping terhadap kesehatan jantung masih diteliti, dan diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami implikasi sepenuhnya.
2. Peningkatan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Vaping adalah fenomena yang relatif baru, dan penelitian jangka panjang yang meneliti dampaknya terhadap kesehatan jantung, termasuk perkembangan aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah masih berlangsung. Berikut beberapa penelitian relevan yang menyoroti hubungan potensial antara vaping dan kesehatan jantung. Beberapa penelitian ini mungkin tidak secara langsung menyelidiki aterosklerosis, namun dapat memberikan wawasan mengenai hasil kardiovaskular terkait.
Pada studi analisis cross-sectional menunjukkan bahwa pengguna rokok elektrik memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan aritmia. Penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi pembuluh darah tubuh secara signifikan, sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Vaping juga dapat dapat menyebabkan timbunan kolesterol di arteri menjadi lebih tidak stabil seiring berjalannya waktu, sehingga meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah, serangan jantung, dan stroke.
Alzahrani dkk. pada tahun 2019 menguji hubungan antara penggunaan rokok elektrik dan infark miokard (serangan jantung) menggunakan data dari National Health Interview Survey. Para peneliti menemukan bahwa penggunaan rokok elektrik secara independen dikaitkan dengan peningkatan risiko infark miokard, sehingga menunjukkan adanya dampak potensial terhadap kesehatan jantung. Pada tahun 2020, Xie dkk. melakukan penelitian yang berfokus terutama pada kondisi pernapasan yang terkait dengan vaping. Namun, pada penelitian ini ditemukan bahwa penggunaan rokok elektrik dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, nyeri dada dikarenakan penyakit jantung, dan stroke. Pada tahun 2021, mereka membuktikan bahwa penggunaan rokok elektrik saat ini dikaitkan dengan peningkatan risiko infark miokard, bahkan setelah disesuaikan dengan faktor risiko lain seperti riwayat merokok dan demografi. Studi-studi ini memberikan bukti potensi hubungan antara vaping dan dampak buruk kardiovaskular.
3. Efek Nikotin dan Vaskular:
Nikotin dalam rokok elektrik dapat meningkatkan tekanan darah secara akut dan menyebabkan kekakuan arteri, yang merupakan faktor penyebab serangan jantung dan stroke. Pengguna rokok elektrik secara kronis dapat mengalami risiko gangguan pembuluh darah yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung.
Nikotin, komponen adiktif utama dalam produk tembakau dan umumnya ditemukan pada rokok elektrik, dapat memberikan dampak signifikan pada pembuluh darah. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai efek nikotin pada pembuluh darah:
Vasokonstriksi: Nikotin diketahui menyebabkan vasokonstriksi, yaitu penyempitan pembuluh darah. Ketika nikotin memasuki aliran darah, ia berikatan dengan reseptor spesifik di sel otot polos pembuluh darah, menyebabkan penyempitannya. Penyempitan ini mengurangi diameter pembuluh darah, sehingga meningkatkan resistensi terhadap aliran darah dan meningkatkan tekanan darah.
Gangguan Fungsi Endotel: Endotelium, lapisan dalam pembuluh darah, memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Paparan nikotin telah terbukti mengganggu fungsi endotel, yang menyebabkan disfungsi endotel. Disfungsi endotel dapat bermanifestasi sebagai penurunan produksi oksida nitrat, peningkatan produksi zat vasokonstriktor, dan peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang semuanya berkontribusi terhadap disfungsi pembuluh darah dan perkembangan penyakit kardiovaskular.
Peningkatan Agregasi Trombosit: Nikotin dapat meningkatkan agregasi trombosit, penggumpalan trombosit darah. Efek ini mendorong pembentukan bekuan darah, yang dapat menghambat aliran darah dan berkontribusi terhadap kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.
Peradangan dan Stres Oksidatif: Nikotin dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif pada pembuluh darah. Proses ini dapat menyebabkan aktivasi sel kekebalan dan pelepasan molekul proinflamasi, yang berkontribusi terhadap perkembangan aterosklerosis dan penyakit pembuluh darah lainnya.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun nikotin terutama dikaitkan dengan efek vaskular ini, komponen lain dari asap tembakau dan aerosol rokok elektrik juga dapat berkontribusi terhadap dampak keseluruhan terhadap kesehatan jantung. Selain itu, efek spesifik nikotin pada pembuluh darah dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti dosis, durasi paparan, dan kerentanan individu.
Perlu ditekankan bahwa terapi pengganti nikotin digunakan di bawah pengawasan medis untuk berhenti merokok umumnya dianggap lebih aman daripada merokok atau vaping, karena memungkinkan asupan nikotin tanpa produk pembakaran berbahaya dan unsur lain yang ditemukan dalam asap tembakau atau aerosol rokok elektrik. Meskipun demikian, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan saran pribadi mengenai penggunaan nikotin dan potensi dampaknya terhadap kesehatan pembuluh darah.
Sebagai kesimpulan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa vaping dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung, dikarenakan dapat menyebabkan perubahan fungsi kardiovaskular termasuk peningkatan detak jantung, peningkatan tekanan darah, peningkatan kekakuan arteri, dan gangguan fungsi pembuluh darah yang dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi seperti serangan jantung, penyakit kardiovaskular lainnya, serta stroke. Namun, penting untuk dicatat bahwa hubungan sebab akibat secara langsung belum sepenuhnya diketahui dan diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami dampak jangka panjang dari vaping terhadap kesehatan kardiovaskular.
Referensi:
Espinoza-Derout J, Shao XM, Lao CJ, Hasan KM, Rivera JC, Jordan MC, Echeverria V, Roos KP, Sinha-Hikim AP, Friedman TC. Electronic Cigarette Use and the Risk of Cardiovascular Diseases. Front Cardiovasc Med. 2022 Apr 7;9:879726. doi: 10.3389/fcvm.2022.879726. PMID: 35463745; PMCID: PMC9021536.
Association AH. People who vape had worrisome changes in Cardiovascular Function, even as young adults [Internet]. American Heart Association Scientific Sessions 2022; 2022 [cited 2023 Dec 30]. Available from: https://newsroom.heart.org/news/people-who-vape-had-worrisome-changes-in-cardiovascular-function-even-as-young-adults
Engagement and Media Relations Branch N. NIH-funded studies show damaging effects of vaping, smoking on blood vessels [Internet]. U.S. Department of Health and Human Services; 2022 [cited 2023 Dec 30]. Available from: https://www.nih.gov/news-events/news-releases/nih-funded-studies-show-damaging-effects-vaping-smoking-blood-vessels
Mohammadi L, Han DD, Xu F, Huang A, Derakhshandeh R, Rao P, et al. Chronic e-cigarette use impairs endothelial function on the physiological and cellular levels. Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology. 2022;42(11):1333–50. doi:10.1161/atvbaha.121.317749
Caporale A, Langham MC, Guo W, Johncola A, Chatterjee S, Wehrli FW. Acute effects of electronic cigarette aerosol inhalation on vascular function detected at quantitative MRI. Radiology. 2019;293(1):97–106. doi:10.1148/radiol.2019190562
Morris PB, Ference BA, Jahangir E, Feldman DN, Ryan JJ, Bahrami H, El-Chami MF, Bhakta S, Winchester DE, Al-Mallah MH, Sanchez Shields M, Deedwania P, Mehta LS, Phan BA, Benowitz NL. Cardiovascular Effects of Exposure to Cigarette Smoke and Electronic Cigarettes: Clinical Perspectives From the Prevention of Cardiovascular Disease Section Leadership Council and Early Career Councils of the American College of Cardiology. J Am Coll Cardiol. 2015 Sep 22;66(12):1378-91. doi: 10.1016/j.jacc.2015.07.037. PMID: 26383726.
Alzahrani T, Pena I, Temesgen N, Glantz SA. Association Between Electronic Cigarette Use and Myocardial Infarction. Am J Prev Med. 2018 Oct;55(4):455-461. doi: 10.1016/j.amepre.2018.05.004. Epub 2018 Aug 22. Erratum in: Am J Prev Med. 2019 Oct;57(4):579-584. PMID: 30166079; PMCID: PMC6208321.
Xie W, Kathuria H, Galiatsatos P, Blaha MJ, Hamburg NM, Robertson RM, Bhatnagar A, Benjamin EJ, Stokes AC. Association of Electronic Cigarette Use With Incident Respiratory Conditions Among US Adults From 2013 to 2018. JAMA Netw Open. 2020 Nov 2;3(11):e2020816. doi: 10.1001/jamanetworkopen.2020.20816. PMID: 33180127; PMCID: PMC7662143.
Sumber gambar: canva.com