Rabu, 31 Desember 2025 13:37 WIB
Proses Tahapan Penyembuhan Patah Tulang
33
Arum Setyaningsih - RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
Patah tulang yang sering disebut fraktur Adalah adalah kondisi terputusnya jaringan tulang. Kondisi ini bisa patah tulang sebagian, maupun seluruhnya, bisa juga patah tulang terbuka maupun tulang tertutup yang ditandai dengan sakit atau nyeri, pembengkakan, memar, kelainan bentuk, ketidakmampuan untuk menggunakan anggota badan. Penangan pada kondisi fraktur ini sering kali dilakukan penanganan dengan prosedur operatif dan non operatif. Seringkali pasien-pasien dengan cidera patah tulang bertanya, berapa lama bisa sembuh?
Adapun tulang memiliki proses atau tahapan penyembuhan pasca operasi. Proses penyembuhan patah tulang secara garis besar dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:
1. Tahap Inflamasi (Peradangan)
- Durasi: Sekitar 2-3 minggu pertama setelah patah tulang.
- Apa yang terjadi: Terjadi peradangan di sekitar area patah tulang yang ditandai dengan bengkak, kemerahan, dan rasa sakit.
2. Tahap Reparatif
a. Pembentukan Kalus Lunak (Soft Callus):
- Durasi: Sekitar 4-8 minggu setelah patah tulang.
- Apa yang terjadi: Jaringan yang membeku digantikan oleh jaringan lunak (tulang rawan dan kolagen) yang disebut kalus lunak. Kalus ini belum terlihat jelas pada rontgen. Gips atau alat stabilisasi lainnya biasanya dipasang pada tahap ini.
b. Pembentukan Kalus Keras (Hard Callus):
- Durasi: Setelah 8-12 minggu, kalus lunak akan berubah menjadi kalus keras.
- Apa yang terjadi: Bakal tulang ini mulai mengalami proses penulangan secara perlahan dan mulai mengisi semua bagian yang patah. Kalus keras ini sudah bisa terlihat pada pemeriksaan rontgen.
3. Tahap Remodeling
- Durasi: Dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
- Apa yang terjadi: Tulang secara terus-menerus memperbaiki dan merombak dirinya untuk membentuk struktur yang lebih matang, kuat, dan kokoh secara mekanis. Proses ini melibatkan osteoblas (pembentuk tulang) dan osteoklas (penyerap tulang) untuk mengikis bagian yang berlebihan dan menyimpan jaringan tulang baru.
Beberapa faktor dapat memengaruhi kecepatan dan efektivitas penyembuhan patah tulang, antara lain :
- Usia : lansia tentu memiliki proses penyembuhan yang lebih lama dibandingkan yang usia muda.
- Jenis dan lokasi patah tulang
- Nutrisi (terutama kalsium dan vitamin D)
- Pola hidup (merokok dan alkohol).
- Penyakit penyerta : penderita penyakit seperti gula darah tinggi , tensi tinggi maupun penyakit auto imun mempengaruhi dalam penyembuhan patah tulang.
Referensi :
https://www-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog/books/NBK551678/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://journal.unigha.ac.id/index.php/JSR/article/download/762/733
https://repository.unair.ac.id/130254/1/PROFIL%20ALKALIN%20FOSFATASE%20DARAH%20DALAM%20PROSES%20PENYEMBUHAN%20FRAKTUR%2020240206_13052911.pdf
Sumber gambar:
https://media.istockphoto.com/id/1128972951/vector/stages-of-healing-bone-fracture-formation-of-callus-the-bone-fracture-infographics-vector.jpg?s=612x612&w=is&k=20&c=e2R8mZB1VXTL3KGOCSQQqgEmUAf-7x-VrnH-DAfPbLc=
https://rsud.bulelengkab.go.id/uploads/konten/ini-yang-terjadi-pada-tubuh-ketika-anda-mengalami-patah-tulang-37.jpg
https://physiomobile.com/physiotherapy/wp-content/uploads/2018/06/AdobeStock_463597910-1-scaled-1.jpeg
https://upload.orthobullets.com/topic/9009/images/fractue%20healing.jpg