Obesitas adalah kondisi ketika tubuh memiliki kelebihan lemak berlebihan akibat asupan energi (makanan/minuman) jauh melebihi pengeluaran (aktivitas fisik). Pada remaja, obesitas biasanya ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) relatif terhadap usia dan jenis kelamin. Remaja termasuk dalam kategori obesitas apabila IMT-nya melebihi batas normal berdasarkan kurva pertumbuhan yang relevan. Kondisi ini bukan sekadar soal berat badan atau penampilan, melainkan masalah kesehatan serius yang dapat memengaruhi masa remaja dan dewasa.
Kenapa obesitas pada remaja ya, ini lho penyebabnya:
Dampak obesitas pada remaja tidak hanya fisik, seperti peningkatan risiko penyakit metabolik (misalnya sindrom metabolik, gangguan gula darah, kolesterol, dan lainnya). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa remaja obes berisiko lebih tinggi terhadap sindrom metabolik dibanding remaja dengan berat badan normal.
Dampak lainnya bisa berupa penurunan kepercayaan diri, masalah psikologis, dan kesulitan mengikuti aktivitas fisik atau sosial karena keterbatasan fisik. Karena itu, pencegahan obesitas pada remaja sangat penting. Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:
1. Terapkan pola makan sehat dan seimbang: kurangi makanan cepat saji, gorengan, dan cemilan tinggi gula/lemak; perbanyak buah, sayur, sumber protein sehat; batasi minuman manis; dan atur porsi makan. Contoh pola makan sehat dan seimbang:
2. Pastikan aktif bergerak setiap hari. Minimal 60 menit aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti jalan cepat, bersepeda, olahraga ringan; hindari gaya hidup terlalu sedentari.
3. Batasi waktu layar/gadget untuk hiburan. Terlalu banyak waktu duduk dan menonton bisa memicu pola makan tidak sehat dan mengurangi aktivitas fisik.
4. Tidur cukup dan teratur. Pola tidur yang baik membantu menjaga metabolisme dan kadar hormon.
5. Edukasi gizi dan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Baik di rumah, sekolah, maupun komunitas; peran lingkungan sangat besar dalam membentuk kebiasaan sehat
Referensi :
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas pada Remaja di Indonesia — review literatur 2016–2024 menunjukkan konsumsi cepat saji, gaya hidup sedentari, dan kurang pengetahuan gizi sebagai faktor risiko utama. Journal Universitas Pahlawan+1
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Obesitas pada Remaja di SMP Islam Plus Daarul Jannah Tahun 2024 — penelitian kuantitatif (2024) menemukan hubungan signifikan antara konsumsi fast food & rendah aktivitas fisik dengan obesitas. Journal Universitas Pahlawan
Mencegah obesitas: peran aktivitas fisik pada remaja awal — penelitian menunjukkan aktivitas fisik rutin penting untuk mencegah obesitas di usia remaja. ejournal.stikku.ac.id
Sindrom metabolik pada remaja obes: prevalensi dan hubungannya dengan kualitas diet — menyoroti risiko kesehatan jangka panjang seperti sindrom metabolik bila remaja obes terus-menerus menjalani pola makan buruk. Jurnal Universitas Gadjah Mada