Rutinitas sehari-hari yang padat seringkali membuat tubuh lebih cepat lelah dan kehilangan semangat. Meskipun telah diikuti dengan asupan makanan yang seimbang dan olahraga teratur, tetapi hal tersebut dirasa belum cukup membantu mengembalikan stamina yang hilang. Konsumsi minuman atau makanan penambah stamina bisa menjadi pilihan tepat, kalau kamu ingin meningkatkan energi setelah beraktivitas berat. Berolahraga teratur, makan bergizi seimbang, serta cukup tidur merupakan bagian dari pola hidup sehat untuk membantu meningkatkan energi. Selain itu, kita bisa mengonsumsi multivitamin penambah stamina agar tidak mudah lelah. Namun, sebelum membeli vitamin penunjang tersebut, jangan lupa untuk mengecek jenis nutrisi yang terkandung dalam suplemen penambah energi yang akan dipilih. Makanan atau minuman penambah stamina, baik secara alami maupun medis, dapat dikonsumsi untuk mengusir rasa lelah dan membuat tubuh kembali bugar. Ini karena stamina yang baik dapat mendukung daya tahan tubuh, bahkan meningkatkan produktivitas kerja sehari-hari. Stamina yang tidak optimal dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya aktivitas fisik yang berlebihan, stres, kekurangan asupan nutrisi, pola tidur kurang baik, atau dampak dari penyakit tertentu. Meski sering disepelekan, kurangnya stamina dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti penurunan konsentrasi, rasa kantuk terus-menerus, tidak bertenaga, suasana hati terganggu, hingga penglihatan kabur.
Kapan Kita Perlu Makanan Penambah Stamina?
Makanan berupa suplemen multivitamin atau minuman berenergi sering dijadikan andalan oleh banyak orang, karena dianggap dapat meningkatkan stamina dan mendukung aktivitas sehari-hari. Meskipun demikian, ada beberapa jenis makanan atau minuman penambah stamina yang sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari. Kita membutuhkan makanan / minuman penambah stamina pada saat :
1. Setelah Olahraga Intens
Kita bisa mengonsumsi makanan / minuman penambah stamina ketika sedang melakukan aktivitas olahraga intens di atas 60 menit. Olahraga intens akan membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Konsumsi suplemen / minuman berenergi akan mencegah terjadinya kelelahan serta kekurangan tenaga. Namun, hal ini tidak dianjurkan kalau hanya melakukan olahraga ringan di bawah 60 menit. Cukup minum air putih saja akan mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
2. Ketika Aktivitas Padat
Suplemen / minuman penambah stamina juga bisa dikonsumsi ketika aktivitas sedang padat dan menguras banyak energi. Aktivitas padat seringkali membuat tubuh cepat lelah. Apalagi jika masih ada banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan saat itu juga.
Maka, agar aktivitas tidak terganggu, kamu bisa konsumsi suplemen / minuman berenergi yang akan bantu stamina tubuh tetap terjaga dan pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif.
3. Perjalanan Jauh atau Kegiatan yang Membutuhkan Stamina Lebih
Suplemen / minuman berenergi juga bisa dikonsumsi ketika tubuh membutuhkan tambahan stamina untuk melakukan aktivitas tertentu. Misalnya seperti mengemudikan kendaraan dalam waktu lama, perjalanan ke luar kota di malam hari, kegiatan touring, dan aktivitas lain yang membutuhkan banyak energi.
Tips Efektif Konsumsi Suplemen
Meskipun dapat menambah asupan energi, tetapi kita perlu memperhatikan jenis dan cara konsumsi makanan / minuman penambah stamina agar hasilnya efektif.
Pilihan Suplemen Penambah Stamina Secara Medis
Berikut ini adalah berbagai pilihan obat penambah stamina secara medis :
1. Vitamin B12
Vitamin B12 bisa menjadi pilihan obat penambah stamina. Bersama dengan vitamin B lainnya, vitamin B12 dapat mengubah makanan menjadi energi yang akan digunakan oleh sel tubuh. Vitamin ini juga mampu menjaga kesehatan saraf dan mencegah anemia yang menyebabkan tubuh lesu.
Vitamin B12 dapat ditemukan dalam berbagai sumber protein hewani, seperti daging, ikan, dan produk susu. Namun, jika kebutuhan vitamin B12 dari makanan masih kurang, kita bisa mendapatkannya dari suplemen vitamin B12.
2. Zat besi
Salah satu penyebab tubuh selalu lemas adalah kekurangan zat besi. Zat besi dibutuhkan tubuh untuk membuat hemoglobin yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.
Zat besi dapat diperoleh melalui suplemen untuk memenuhi kekurangan zat besi dan menghindari komplikasi terkait anemia defisiensi besi, termasuk menambah stamina.
3. Melatonin
Melatonin juga merupakan obat penambah stamina, terutama bagi penderita insomnia atau sulit tidur. Pasalnya, susah tidur bisa menyebabkan tubuh kelelahan dan kekurangan energi, terlebih bila terjadi terus-menerus. Suplemen melatonin diketahui bisa meningkatkan kualitas tidur, sehingga stamina dapat membaik.
4. Coenzyme Q10
Coenzyme Q10 sebenarnya dapat dibuat oleh tubuh secara alami. Semua sel tubuh mengandung coenzyme Q10, terutama sel di jantung, ginjal, dan hati. Fungsi utama zat ini adalah melindungi sel dari kerusakan dan membantu sel menghasilkan energi.
Coenzym Q10 dapat menurun seiring bertambahnya usia atau karena penyakit tertentu, seperti diabetes tipe 2. Ketika kandungan ini menurun, sel-sel tubuh tidak dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan sehingga menyebabkan kelelahan.
Oleh karena itu, suplemen coenzyme Q10 dapat menjadi obat penambah stamina yang baik untuk mengurangi kelelahan.
5. Kreatin
Kreatin merupakan obat penambah stamina untuk menyuplai energi dalam tubuh, sehingga mampu meningkatkan energi dan menghilangkan kelelahan. Biasanya, suplemen kreatin digunakan untuk atlet yang melakukan olahraga berat dan membutuhkan energi cepat.
Referensi :
Taufik Septian Hidayat, dkk. 2025. Manfaat Jamu untuk Meningkatkan Stamina dan Kesehatan. Jurnal Kesehatan, STIKes Holistik Purwakarta.
Bara Sauma Adiguna. 2018. Pengaruh Minuman Suplemen Herbal Berenergi Purica terhadap Peningkatan Stamina Atlet Sepak Bola UNY. Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Tardy, A. L., et al. 2020. Vitamins and Minerals for Energy, Fatigue, and Cognition : a Narrative Review of the Biochemical and Clinical Evidence. Nutrients, 12(1), 228.
Cronkleton, E. 2020. How to Build Up Your Stamina. Healthline.
Walle, G. 2018. 11 Vitamins and Supplements That Boost Energy. Healthline.