Jumat, 08 Mei 2026 14:48 WIB

Imunisasi Rotavirus untuk Diare Anak

Responsive image
5
Nyimas Sri Wahyuni SKep Ners MKep SpKepA - RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang

Imunisasi yang sepenuhnya efektif  memerlukan tanggapan kekebalan yang mencakup sel T CD4, sel T CD8, dan sel B,  bervariasi di usus dan kelenjar getah bening. Seperti  yang terjadi pada vaksin norovirus; bertujuan untuk merangsang kekebalan mukosa dan sistemik, menunjukkan adanya spesifisitas jaringan sel kekebalan terhadap norovirus Ini menyiratkan bahwa strategi vaksinasi yang efektif harus merangsang respons potensial sel T CD4 dan CD8.

Satu vaksin rotavirus yang disetujui oleh  FDA AS pada  3 Februari 2006 dan juga telah disetujui untuk digunakan di lebih dari 100 negara  kelas menengah, adalah RotaTeq™ yang diproduksi oleh Merck and Co RotaTeq™ adalah vaksin rekombinan manusia-hewan melalui bioteknologi; rekombinan lima strain rotavirus (manusia-sapi) dengan  hibridisasi dan rekombinasi in vitro. Vaksin ini diberikan dalam 3 dosis, yaitu pada  2 bulan (atau 6-12 minggu), dosis 4 (dengan selang waktu 4-10 minggu sejak suntikan pertama) dan 6 bulan (<32>

Menurut Pasetti dkk (2011), dalam review sistematik menyimpulkan bahwa; vaksin rotavirus di negara sedang berkembang mempunyai efikasi 30% lebih rendah dibanding efikasi di negara sudah berkembang Parashar dkk (1998) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab turunnya efikasi vaksinasi ini antara lain adalah; bayi pada populasi dengan pendapatan per kapita rendah akan terinfeksi pada umur yang lebih muda, kondisi lingkungan yang tidak sehat dan adanya enteropatogen lain, adanya galur-galur baru dari genotipe tidak umum, dan rendahnya nutrisi, yang seringkali menjadikan vaksin berefek balik Tingginya variasi genotipe dan seringkali disertai dengan genotipe-genotipe tidak umum yang mempunyai tipe antigen khusus, yang kemudian mempunyai prevalen lebih tinggi atau mendominasi keberadaanya, merupakan tantangan yang tidak mudah untuk vaksin rotavirus

Kedua vaksin rotavirus ini terus dimonitor oleh pabrik pembuatannya bersama- sama dengan US CDC, WHO, dan institusi internasional lain yang terkait dalam hal keamanan dan keampuhannya untuk mencegah keparahan diare infeksi pada bayi dan anak-anak. Calon vaksin lain yang masih dalam tahap percobaan awal fase II (phase II), adalah RV3 dan 116E Vaksin RV3 adalah strain rotavirus G3P manusia [6] dari Australia Hasil dari uji coba fase I dan awal fase II menunjukkan bahwa respons imun yang diinduksi oleh vaksin ini hanya 46?n perlindungan terhadap G1 hanya 54% (Barnes et al., 2002) Untuk alasan ini, dosis harus ditingkatkan  (Ward et al., 2008) Pengembangan vaksin ini lambat karena hasil imunogenisitas yang mengecewakan dan tidak ada perusahaan farmasi yang tertarik untuk bekerja sama. Namun, pengembangannya saat ini  melibatkan perusahaan vaksin di Indonesia (Ward et al., 2008) vaksin 116E. G9P rekombinan alami[11] dari India Saat ini sedang diselesaikan di India bekerja sama dengan  CDC AS dan  Program Teknologi Tepat Guna dalam Kesehatan (PATH).

 

Referensi:

Adisasmito W. Faktor Resiko Diare Pada Bayi dan Balita di Indonesia: systematic review penelitian akademik bidang Kesehatan Masyarakat. Makara Kesehatan. Juni 2017: 1-10.

BKKBN.2004. ASI Eksklusif Turunkan Angka Kematian Bayi.

Burton. 2011. The effect of handwashing with water or soap on bacterial contamination of hands. Int. J. Environ. Res. Public Health, 8 , 97- 104. doi:10.3390/ ijerph8010097.

Fitria. 2013. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Diare Akut Pada Bayi Usia 1-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucangsawit Surakarta. [Skripsi Ilmiah]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Garnadi. 2000.

Kumpulan Kasus Pediatri. Jakarta: MediaDIKA.

Giyantini. 2010. Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Diare pada Balita di Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. [Thesis]. Depok: Program Pasca Sarjana FKM Universitas Indonesia.

Hidayat. 2014. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Kebidanan I. Jakarta: Salemba Medika.

Karyono. 2019. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pasien Diare pada Anak di RSUD Majenang Kabupaten Cilacap Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. Volume 5.

Sumber Gambar: https://medicalxpress.com/news/2020-05-rotavirus-vaccination-hospitalizations-infant-deaths.html