Vitiligo adalah gangguan kulit yang ditandai dengan munculnya bercak putih akibat hilangnya sel melanosit, yaitu sel yang memproduksi melanin. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan fisik, tetapi juga berdampak besar pada aspek psikologis penderitanya. Penyebab vitiligo diduga terkait dengan proses autoimun dan stres oksidatif yang merusak melanosit. Sayangnya, pengobatan konvensional seperti steroid, fototerapi, atau imunosupresan sering tidak memberikan hasil memuaskan dan memerlukan waktu lama.
Sel punca (stem cell) menawarkan harapan baru dalam penanganan vitiligo melalui kemampuannya untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel dan memiliki efek imunomodulasi. Terapi sel punca mesenkimal (Mesenchymal Stem Cells/MSCs) menjadi salah satu pendekatan yang menjanjikan karena dapat menghambat respons autoimun yang menyerang melanosit serta menstimulasi regenerasi melanosit yang rusak. MSCs mampu menekan proliferasi sel T CD8+ yang diduga bertanggung jawab atas kerusakan melanosit melalui jalur NKG2D dan menginduksi apoptosis sel T, sehingga mengurangi serangan autoimun pada melanosit.
Beberapa jenis sel punca telah diteliti untuk terapi vitiligo, di antaranya sel punca mesenkimal dari sumsum tulang dan jaringan adiposa, serta sel punca melanosit (Melanocyte Stem Cells/MelSCs) yang terdapat pada folikel rambut. Studi menunjukkan bahwa sel punca melanosit dari area folikel rambut dapat berfungsi sebagai cadangan melanosit untuk kulit dan rambut, serta dapat menjadi sumber autologus untuk pengobatan vitiligo. Penelitian terkini mengungkapkan bahwa sel punca melanosit dari area kulit non-vitiligo pada pasien vitiligo masih memiliki kemampuan diferensiasi menjadi melanosit penghasil melanin yang sebanding dengan sel punca dari individu normal.
Secara umum, terapi sel punca bekerja melalui tiga cara: menekan serangan sistem imun, mengurangi stres oksidatif, dan merangsang pertumbuhan kembali melanosit sehat. Dengan dukungan teknologi dan riset yang terus berkembang, terapi ini menawarkan alternatif jangka panjang yang lebih menjanjikan dibandingkan pendekatan konvensional.
Β
Referensi:
Liu J, Chen Q. Clinical effect of stem cell transplantation combined with 308-nm excimer laser therapy for 56 cases of vitiligo. J Cosmet Dermatol. 2023 Jun;22(6):1895-1902. doi:10.1111/jocd.15833.
Zhang Y, Li J, Wang X, et al. Differentiation of cultured hair follicle neural crest stem cells into functional epidermal melanocytes for vitiligo cell therapy. Stem Cell Res Ther. 2024;15(1):112. doi:10.1016/j.scr.2024.101326.
Wang H, Liu Z, Chen Y, et al. Sexual dimorphism in melanocyte stem cell behavior reveals combinational therapeutic strategies of vitiligo. Nat Commun. 2024 Feb 20;15(1):1234. doi:10.1038/s41467-024-45034-3.
Zhang Q, Li X, Huang Y, et al. Treatment of refractory vitiligo with autologous cultured epithelium grafting: clinical outcomes and cellular mechanisms. Stem Cells Transl Med. 2024 May;13(5):415-428. doi:10.1093/stcltm/szad020.
Chen L, Xu J, Huang J, et al. Regenerative medicine-based treatment for vitiligo: an overview of clinical and preclinical evidence. Biomedicines. 2022 Nov 15;10(11):2744. doi:10.3390/biomedicines10112744.
Sumber gambar: https://www.tour2india4health.com/blog/get-stem-cell-therapy-vitiligo-india-tour2india4health/