Pitiriasis alba adalah kelainan kulit ringan yang sering ditemukan pada anak dan remaja. Keluhannya berupa bercak putih samar, kadang sedikit kering dan bersisik halus, paling sering muncul di pipi, tetapi bisa juga terlihat di lengan atas, leher, atau badan bagian atas. Kondisi ini jinak, tidak berbahaya, dan sering lebih tampak jelas setelah anak lebih sering terpapar matahari karena kulit di sekitarnya menjadi lebih gelap.
Banyak orang tua mengira pitiriasis alba adalah panu, padahal keduanya berbeda. Pitiriasis alba bukan infeksi jamur dan tidak menular. Kondisi ini lebih sering dianggap berkaitan dengan kulit kering, kulit sensitif, atau kumpulan penyakit dermatitis ringan/atopi. Sebaliknya, panu atau dalam bahasa medis tinea versicolor disebabkan oleh jamur Malassezia pada kulit.
Secara tampilan, pitiriasis alba biasanya berupa bercak lebih terang dengan batas yang tidak terlalu tegas, kadang didahului kemerahan ringan lalu menjadi lebih pucat. Sementara panu lebih sering muncul di dada, punggung, bahu, dan leher, serta dapat berupa bercak lebih terang atau lebih gelap dengan sisik halus. Pada kasus yang meragukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan sederhana seperti kerokan kulit dengan larutan khusus bernama KOH, dan pada pitiriasis alba hasilnya tidak menunjukkan jamur, sedangkan pada panu biasanya dapat ditemukan elemen jamur.
Pitiriasis alba umumnya tidak membutuhkan pengobatan yang berat. Perawatan utama biasanya berupa pelembap untuk mengatasi kulit kering, sabun yang lembut, dan tabir surya agar perbedaan warna kulit tidak makin jelas. Bila ada kemerahan atau gatal ringan, dokter kadang dapat memberikan obat oles antiradang ringan untuk jangka pendek. Kondisi ini sering membaik perlahan dalam beberapa bulan, meskipun pada sebagian anak dapat berlangsung lebih lama sebelum warna kulit kembali merata.
Jadi, pitiriasis alba bukanlah panu. Bercak putih pada wajah anak tidak selalu berarti infeksi jamur dan tidak selalu memerlukan obat antijamur. Bila bercak menetap, bertambah luas, sangat putih, atau Anda ragu membedakannya dengan vitiligo maupun panu, sebaiknya periksakan ke dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika agar diagnosis dan terapinya tepat.
Referensi:
Givler, D. N., Saleh, H. M., & Givler, A. (2026). Pitiriasis Alba.
Leung, A. K., Barankin, B., Lam, J. M., Leong, K. F., & Hon, K. L. (2022). Tinea versicolor: an updated review. Drugs in Context, 11, 1–20. https://doi.org/10.7573/dic.2022-9-2
Sumber gambar : https://www.suratdokter.com/penyakit/1484073924/sering-dikira-panu-kenali-apa-itu-pityriasis-alba-yang-sering-terjadi-pada-anak-ana