Mengenal Penyakit Jantung Koroner
Jantung merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti untuk mempertahankan kehidupan. Setiap saat, jantung memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan zat gizi berbagai organ. Setelah digunakan oleh tubuh, darah yang membawa karbon dioksida dan sisa metabolisme akan dialirkan kembali menuju paru-paru untuk diproses lebih lanjut.
Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, jantung juga membutuhkan pasokan darah dan oksigen. Kebutuhan tersebut dipenuhi melalui arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang berada di permukaan jantung dan membawa darah kaya oksigen ke otot jantung. Salah satu gangguan yang dapat menghambat aliran darah melalui pembuluh tersebut adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK).
PJK terjadi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah. Plak dapat tersusun dari kolesterol, lemak, kalsium, serta berbagai zat lain yang menumpuk secara perlahan.
Ketika pembuluh darah semakin menyempit, suplai darah dan oksigen ke otot jantung ikut berkurang. Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri dada dan sesak napas. Jika terjadi penyumbatan secara mendadak dan aliran darah terhenti, kondisi ini dapat berkembang menjadi serangan jantung.
Bagaimana Penyakit Jantung Koroner Terjadi?
Penyakit jantung koroner biasanya tidak muncul secara tiba-tiba. Prosesnya dapat berlangsung perlahan selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan yang jelas.
Salah satu proses utama yang berperan adalah aterosklerosis, yaitu terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pembuluh darah dan pembentukan plak, di antaranya :
1. Kolesterol tinggi
Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat mendorong penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, penumpukan tersebut dapat membuat pembuluh darah menjadi semakin sempit.
2. Tekanan darah tinggi
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memberikan tekanan terus-menerus pada dinding pembuluh darah. Seiring waktu, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah dan terbentuknya plak.
3. Merokok
Berbagai zat kimia yang terkandung dalam asap rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Kebiasaan merokok juga dapat mempercepat proses penyempitan pembuluh darah.
4. Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.
5. Kurang aktivitas fisik dan pola hidup tidak sehat
Kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, serta kelebihan berat badan dapat meningkatkan berbagai faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
6. Faktor lainnya
Usia, riwayat keluarga, serta faktor kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami penyakit jantung koroner.
Ketika plak terus berkembang, ruang di dalam pembuluh darah menjadi semakin sempit. Apabila permukaan plak mengalami kerusakan atau pecah, tubuh dapat membentuk bekuan darah di lokasi tersebut. Bekuan yang semakin besar berpotensi menyumbat aliran darah dan memicu serangan jantung.
Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner
Gejala PJK dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian orang mengalami keluhan yang khas, sementara sebagian lainnya mungkin hanya merasakan gejala ringan atau tidak menyadarinya.
Berikut beberapa keluhan yang perlu diwaspadai :
1. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
Keluhan yang paling sering dikaitkan dengan PJK adalah rasa tidak nyaman di dada. Sensasinya dapat berupa dada terasa tertekan, berat, tertindih, penuh, atau seperti terbakar. Keluhan dapat muncul ketika seseorang melakukan aktivitas fisik atau mengalami stres dan dapat membaik setelah beristirahat. Rasa tidak nyaman tersebut juga dapat menjalar ke bagian tubuh lain, seperti lengan, bahu, leher, rahang, punggung, atau bagian atas perut.
2. Sesak napas
Berkurangnya aliran darah ke otot jantung dapat membuat kemampuan jantung dalam menjalankan fungsinya terganggu. Salah satu keluhan yang dapat muncul adalah sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas. Sesak napas yang baru muncul, semakin berat, atau disertai nyeri dada perlu mendapatkan perhatian medis.
3. Mudah lelah
Rasa lelah yang tidak biasa, terutama ketika melakukan aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah, dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada jantung. Namun, kelelahan merupakan gejala yang cukup umum dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Karena itu, diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
4. Pusing atau hampir pingsan
Gangguan aliran darah atau irama jantung tertentu dapat menyebabkan seseorang merasa pusing, lemas, atau seperti akan kehilangan kesadaran. Keluhan tersebut perlu diperiksa, terutama jika terjadi berulang atau disertai nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar.
5. Nyeri yang menjalar
Pada kondisi tertentu, rasa tidak nyaman akibat gangguan jantung tidak hanya dirasakan di dada. Keluhan dapat menjalar ke satu atau kedua lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas. Karena itu, keluhan nyeri pada bagian tubuh tersebut tidak selalu dapat dianggap sebagai masalah otot atau pencernaan, terutama apabila muncul bersamaan dengan keluhan lain yang mengarah pada gangguan jantung.
6. Keluhan lain yang menyertai
Beberapa orang juga dapat mengalami keringat dingin, mual, muntah, rasa tidak nyaman di ulu hati, atau tubuh terasa sangat lemah. Gejala pada setiap orang dapat berbeda. Pada sebagian kelompok, terutama perempuan dan orang dengan diabetes, gejala serangan jantung dapat tidak khas. Oleh sebab itu, keluhan yang muncul secara mendadak dan tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?
Nyeri atau rasa tertekan di dada yang berlangsung beberapa menit, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, punggung, maupun bahu, dapat menjadi tanda keadaan darurat.
Jangan menunggu gejala menjadi semakin berat. Segera cari pertolongan medis atau datang ke IGD terdekat apabila terdapat tanda yang mengarah pada serangan jantung.
Penanganan yang cepat sangat penting karena semakin lama aliran darah ke otot jantung terganggu, semakin besar risiko kerusakan jantung.
Bagaimana Mencegah Penyakit Jantung Koroner?
Tidak semua faktor risiko PJK dapat diubah, tetapi banyak faktor yang dapat dikendalikan melalui kebiasaan hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
1. Terapkan pola makan seimbang
Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan sumber protein yang sehat. Batasi makanan yang tinggi lemak jenuh, lemak trans, gula, garam, serta makanan ultra-proses secara berlebihan.
2. Aktif bergerak
Lakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan. Secara umum, orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu, atau aktivitas intensitas tinggi sekitar 75 menit per minggu.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan pekerjaan rumah tangga secara aktif dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sehat.
3. Berhenti merokok
Berhenti merokok merupakan salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Hindari pula paparan asap rokok dari lingkungan sekitar.
4. Jaga berat badan
Pertahankan berat badan dalam rentang yang sehat melalui kombinasi pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang teratur.
5. Kelola stres
Stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan. Luangkan waktu untuk beristirahat, melakukan aktivitas yang menyenangkan, berolahraga, atau menggunakan teknik relaksasi yang sesuai.
6. Pantau tekanan darah
Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan agar gangguan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
7. Periksa kadar kolesterol
Pemeriksaan kolesterol membantu mengetahui kondisi kesehatan lemak dalam darah. Jika kadar kolesterol tinggi, konsultasikan dengan dokter mengenai perubahan gaya hidup atau terapi yang diperlukan.
8. Kendalikan kadar gula darah
Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap terkendali merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko komplikasi pada pembuluh darah dan jantung.
Jantung Sehat Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Penyakit jantung koroner dapat berkembang secara perlahan dan terkadang tidak memberikan tanda yang jelas pada tahap awal. Karena itu, menjaga kesehatan jantung tidak cukup dilakukan ketika sudah muncul keluhan.
Mulailah dengan mengenali faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan tidak mengabaikan gejala yang muncul.
Jaga jantung hari ini, untuk kehidupan yang lebih sehat di masa depan.
Referensi :
Usman, R. D., dkk. 2024. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Jantung Koroner (PJK) melalui Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader. Jurnal Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Kendari.
Naomi, W. S. 2021. Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner (Studi Kasus di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang). Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana Kupang.
Majid, A. 2007. Penyakit Jantung Koroner : Patofisiologi, Pencegahan dan Pengobatan Terkini. Jurnal Kesehatan Universitas Sumatera Utara, Medan.
National Heart, Lung, and Blood Institute. 2022. Health Topics : Arrhythmia. U.S. Department of Health & Human Services.
Centers for Disease Control and Prevention. 2021. About Heart Disease.
American Heart Association. 2016. What are the Symptoms of Atrial Fibrillation (AFib or AF)?