Kamis, 24 September 2026 14:22 WIB

Gagal Jantung Setelah Melahirkan Apakah Bisa

Billy Jonathan RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
Gagal Jantung Setelah Melahirkan Apakah Bisa
11 kali dilihat

Post Partum Cardiomyopathy (PPCM) atau gagal jantung setelah melahirkan merupakan istilah yang masih asing di kalangan masyarakat, padahal dalam dunia medis hal tersebut cukup sering terjadi. Insidensi gagal jantung setelah melahirkan ini cenderung meningkat setiap tahunnya, di Asia sendiri sekitar 1:837 kejadian dan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia >30 tahun yang mencapai >50% kasus, ras kulit hitam yang memiliki risiko 3x lipat dibandingkan wanita berkulit putih, adanya Preeklampsia (tekanan darah tinggi) pada masa kehamilan dan juga genetik dimana 15% pasien PPCM memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Gejala dari gagal jantung sendiri seringkali sudah muncul pada saat minggu akhir kehamilan namun seringkali dianggap normal karena memiliki gejala yang sama pada wanita dengan kehamilan normal pada usia akhir kehamilan, gejala yang umum terjadi yaitu cepat lelah, sesak saat berbaring, batuk kering, berdebar-debar, nyeri dada, sering terbangun pada malam hari karena sesak. Pada 48% kasus gejala sudah dirasakan pada minggu akhir kehamilan namun sebagian besar baru dapat didiagnosis lebih dari 7 hari setelah melahirkan.

Penyebab dari gagal jantung setelah melahirkan ini diketahui berhubungan dengan peningkatan hormon prolaktin yang meningkat di usia akhir kehamilan, hormon prolaktin ini sendiri berperan dalam memproduksi ASI, namun hormon prolaktin ini tidak bekerja dengan semestinya sehingga dapat merangsang sel jantung untuk rusak yang menimbulkan klinis gagal jantung.

Gagal jantung setelah melahirkan ini harus diwaspadai sehingga masyarakat harus lebih peka terhadap gejala yang ada sehingga dapat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti rontgen dada dan rekam jantung, sehingga apabila terdapat gagal jantung dapat ditangani lebih awal sehingga fungsi jantung dapat kembali normal dan meningkatkan kualitas hidup ibu.

 

Referensi :

De Backer J, Haugaa KH, et al. 2025 ESC Guidelines for the management of cardiovascular disease and pregnancy. Eur Heart J. 2025;46(43):4462-4568. doi:10.1093/eurheartj/ehaf193.

Bauersachs J, König T, van der Meer P, Petrie MC, Hilfiker-Kleiner D, Mbakwem A, et al. Pathophysiology, diagnosis and management of peripartum cardiomyopathy: a position statement from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology Study Group on Peripartum Cardiomyopathy. Eur J Heart Fail. 2019;21(7):827-843. doi:10.1002/ejhf.1493.

American Heart Association. Peripartum cardiomyopathy (PPCM) [Internet]. Dallas (TX): American Heart Association [cited 2026 Oct 7]. Available from: https://www.heart.org/en/health-topics/cardiomyopathy/what-is-cardiomyopathy-in-adults/peripartum-cardiomyopathy-ppcm/

Sumber gambar :

https://opsimedis.id/wp-content/uploads/2025/09/freepik_assistant_1758167258912.png

https://asset.kompas.com/crops/lZMv4CLCCbheiEsz9WERwTREv28=/0x0:5069x3379/1200x1200/data/photo/2022/04/05/624c3b092ed54.jpg

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSUjNfZKysKuasVUdMWnE_Au8j1rXWmemfNLH8OVAyudlsGMd8IO8s0y1c&s=10