Jantung Tak Selalu Memberi Peringatan Kenali Risikonya Sebelum Terlambat
Jantung merupakan salah satu organ vital yang memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup. Organ ini bekerja memompa darah ke seluruh tubuh sehingga berbagai organ mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya.
Ketika fungsi jantung mengalami gangguan, aliran darah ke seluruh tubuh dapat terganggu dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung, hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia.
Tingginya risiko penyakit jantung dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga kondisi kesehatan tertentu. Beberapa di antaranya adalah :
1. Pola makan yang tidak sehat;
2. Kurangnya aktivitas fisik;
3. Kebiasaan merokok;
4. Tekanan darah tinggi atau hipertensi;
5. Diabetes melitus;
6. Berat badan berlebih atau obesitas;
7. Kadar kolesterol yang tinggi; dan
8. Stres yang tidak dikelola dengan baik.
Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah penyakit jantung dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang jelas. Seseorang dapat merasa sehat meskipun proses kerusakan pembuluh darah telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Akibatnya, sebagian orang baru mengetahui dirinya mengalami penyakit jantung ketika kondisi sudah lebih berat atau ketika mengalami serangan jantung. Oleh karena itu, mengenali faktor risiko, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan menerapkan gaya hidup sehat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Mengenal Penyakit Jantung
Penyakit jantung merupakan istilah yang mencakup berbagai kondisi yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah. Gangguan tersebut dapat memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah maupun mengganggu aliran darah yang dibutuhkan oleh otot jantung dan organ tubuh lainnya.
Salah satu penyakit jantung yang paling banyak ditemukan adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyempitan atau penyumbatan. Pembuluh darah koroner berfungsi memasok oksigen dan nutrisi ke otot jantung.
Penyempitan pembuluh darah koroner umumnya berkaitan dengan aterosklerosis, yaitu penumpukan plak yang terdiri atas kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lainnya pada dinding pembuluh darah. Seiring waktu, plak dapat menyebabkan pembuluh darah semakin menyempit sehingga aliran darah menuju otot jantung berkurang.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di dada. Apabila aliran darah tersumbat secara tiba-tiba dan dalam waktu yang cukup lama, kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan jantung yang membutuhkan penanganan medis segera.
Selain penyakit jantung koroner, terdapat berbagai jenis penyakit jantung lainnya, seperti :
1. Gagal jantung;
2. Gangguan irama jantung atau aritmia;
3. Penyakit katup jantung;
4. Penyakit jantung bawaan; dan
5. Penyakit pada otot jantung.
Bagaimana Penyakit Jantung Dapat Terjadi?
Penyakit jantung, khususnya penyakit jantung koroner, umumnya berkembang melalui proses yang berlangsung dalam waktu lama. Kebiasaan hidup yang kurang sehat dapat menyebabkan perubahan pada tubuh dan pembuluh darah yang secara perlahan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, misalnya, dapat memberikan tekanan berlebih pada dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko terbentuknya plak.
Kadar gula darah yang tinggi pada diabetes juga dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah. Sementara itu, kadar kolesterol yang tinggi dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak pada dinding pembuluh darah.
Kebiasaan merokok juga merupakan salah satu faktor risiko penting. Zat-zat berbahaya dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan kecenderungan terbentuknya bekuan darah.
Apabila berbagai faktor risiko tersebut tidak dikendalikan, risiko penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah dapat semakin meningkat.
Faktor Risiko Penyakit Jantung
Faktor risiko penyakit jantung dapat dibedakan menjadi faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat dikendalikan.
Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah
Beberapa faktor yang tidak dapat diubah antara lain :
1. Usia;
2. Jenis kelamin; dan
3. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena terjadi perubahan pada pembuluh darah dan fungsi organ tubuh. Sementara itu, seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatannya karena dapat memiliki risiko yang lebih tinggi.
Mengetahui riwayat kesehatan keluarga dapat membantu seseorang dan tenaga kesehatan dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih tepat.
Faktor Risiko yang Dapat Dikendalikan
Beberapa faktor risiko dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan yang sesuai, antara lain :
1. Hipertensi;
2. Diabetes melitus;
3. Kadar kolesterol tinggi;
4. Kebiasaan merokok;
5. Kurang aktivitas fisik;
6. Berat badan berlebih atau obesitas;
7. Pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam; serta
8. Stres yang tidak dikelola dengan baik.
Semakin baik faktor risiko tersebut dikendalikan, semakin besar peluang untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan komplikasinya.
Kenali Tanda dan Gejala Penyakit Jantung
Gejala penyakit jantung dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit. Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.
2. Dada terasa tertekan, berat, atau seperti tertindih.
3. Sesak napas.
4. Mudah lelah atau penurunan kemampuan melakukan aktivitas.
5. Jantung berdebar atau terasa berdetak tidak teratur.
6. Pusing atau merasa akan pingsan.
7. Keringat dingin.
8. Mual atau rasa tidak nyaman pada perut, terutama jika disertai keluhan lain.
Pada serangan jantung, rasa tidak nyaman di dada dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau bagian tubuh lainnya.
Gejala juga dapat berbeda pada setiap orang. Pada perempuan, lansia, dan penderita diabetes, keluhan serangan jantung terkadang tidak khas. Keluhan dapat berupa sesak napas, mudah lelah, mual, atau rasa tidak nyaman yang tidak terlalu jelas di dada.
Apabila nyeri atau rasa tidak nyaman di dada berlangsung beberapa menit, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, mual, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang, segera cari pertolongan medis.
Serangan jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan. Penanganan yang cepat dapat membantu mengurangi kerusakan otot jantung dan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Komplikasi Penyakit Jantung
Penyakit jantung yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.
Salah satunya adalah serangan jantung, yaitu kondisi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang atau terhenti sehingga menyebabkan kerusakan jaringan jantung.
Penyakit jantung juga dapat menyebabkan gagal jantung, yaitu kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal sesuai kebutuhan tubuh. Gejalanya dapat berupa sesak napas, mudah lelah, serta pembengkakan pada tungkai.
Komplikasi lainnya dapat berupa :
1. Gangguan irama jantung atau aritmia;
2. Stroke;
3. Gangguan fungsi organ akibat berkurangnya aliran darah; dan
4. Henti jantung mendadak pada kondisi tertentu.
Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian faktor risiko perlu dilakukan sejak dini.
Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Jantung
Deteksi dini merupakan bagian penting dalam upaya mencegah penyakit jantung berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu menemukan faktor risiko maupun gangguan kesehatan sejak dini.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain :
1. Pengukuran tekanan darah;
2. Pemeriksaan kadar gula darah;
3. Pemeriksaan kadar kolesterol;
4. Pengukuran berat badan dan indeks massa tubuh;
5. Pemeriksaan elektrokardiografi / EKG apabila terdapat indikasi; dan
6. Pemeriksaan jantung lainnya sesuai kondisi dan rekomendasi tenaga kesehatan;
Tidak semua orang memerlukan seluruh jenis pemeriksaan tersebut. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan usia, faktor risiko, keluhan, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Jantung
Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain :
1. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Perbanyak sayur, buah, biji-bijian, ikan, dan sumber protein yang sehat. Batasi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, gula, garam, dan makanan ultra-proses.
2. Aktif Bergerak
Lakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas fisik lainnya dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengendalikan berat badan, dan menjaga tekanan darah.
3. Berhenti Merokok
Berhenti merokok merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah.
4. Kendalikan Tekanan Darah, Gula Darah, dan Kolesterol
Pemeriksaan secara berkala membantu mengetahui kondisi kesehatan. Apabila memiliki hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, lakukan pengendalian sesuai anjuran tenaga kesehatan.
5. Jaga Berat Badan
Mempertahankan berat badan yang sehat dapat membantu menurunkan risiko berbagai faktor yang berkaitan dengan penyakit jantung, termasuk hipertensi dan diabetes.
6. Kelola Stres
Stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Luangkan waktu untuk beristirahat, melakukan aktivitas yang menyenangkan, berolahraga, atau menerapkan teknik relaksasi yang sesuai.
7. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat dan mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.
8. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Jangan menunggu munculnya keluhan untuk mengetahui kondisi kesehatan. Pemeriksaan berkala dapat membantu menemukan faktor risiko lebih awal sehingga dapat segera dilakukan langkah pencegahan dan pengendalian.
Terapkan Perilaku CERDIK
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong masyarakat menerapkan perilaku CERDIK sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular, yaitu :
C — Cek kesehatan secara berkala
E — Enyahkan asap rokok
R — Rajin aktivitas fisik
D — Diet sehat dengan kalori seimbang
I — Istirahat yang cukup
K — Kelola stres
Sementara itu, bagi masyarakat yang telah memiliki penyakit tidak menular atau kondisi kronis, perilaku PATUH dapat diterapkan sebagai bagian dari pengendalian penyakit, yaitu :
P — Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran tenaga kesehatan
A — Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
T — Tetap menjaga pola makan sehat
U — Upayakan aktivitas fisik yang sesuai
H — Hindari rokok, alkohol, dan faktor risiko lainnya
Jaga Jantung Sebelum Memberi Peringatan
Penyakit jantung tidak selalu memberikan tanda yang jelas sejak awal. Karena itu, merasa sehat bukan berarti bebas dari risiko penyakit jantung.
Mengenali faktor risiko, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menjaga pola makan, aktif bergerak, berhenti merokok, serta mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Jantung mungkin tidak selalu memberi peringatan. Namun, menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari sekarang.
Referensi :
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Jantung Penyebab Utama Kematian, Kemenkes Perkuat Layanan Primer. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kenali Gejala Jantung Sejak Dini. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Perilaku CERDIK serta PATUH. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Pedoman Tata Laksana Penyakit Kardiovaskular. Jakarta : PERKI.